Info Sehat

Memilih Multivitamin untuk Lansia: Perhatikan 7 Kandungan Nutrisi Berikut!

March 23, 2021 | Muhammad Hanif S. | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Seiring bertambahnya usia, fungsi beberapa organ akan mengalami penurunan. Pada orang lanjut usia (lansia), nutrisi tambahan diperlukan agar mekanisme di dalam tubuh tetap berjalan optimal. Multivitamin untuk lansia kerap dipilih untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tersebut.

Lantas, apa saja nutrisi yang seharusnya ada pada multivitamin untuk lansia? Apa saja manfaatnya pada kesehatan? Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Kandungan terbaik multivitamin untuk lansia

Multivitamin untuk lansia sebaiknya mengandung nutrisi yang beragam. Bukan hanya vitamin, tetapi juga zat gizi lain yang dapat mendukung kesehatan lansia. Berikut beberapa kandungan pada multivitamin untuk lansia yang perlu diperhatikan sebelum membelinya:

Vitamin A

Dalam memilih multivitamin untuk lansia, usahakan cari yang mengandung vitamin A. Kandungan vitamin A sangat baik untuk kesehatan mata, bisa mencegah penyakit akibat faktor usia seperti degenerasi makula.

Tak hanya itu, vitamin A juga dapat memacu respons imun dalam melawan infeksi zat asing. Belum lagi, vitamin ini cukup aktif dalam meredakan peradangan yang rentan dialami oleh lansia.

Dikutip dari Mayo Clinic, rekomendasi asupan harian vitamin A untuk pria dewasa adalah 900 mkg. Sedangkan untuk wanita, 700 mkg dalam sehari.

Vitamin B

Vitamin B adalah salah satu nutrisi terbaik yang dibutuhkan lansia. Menurut sebuah penelitian yang terbit di Journal of Neuropsychiatry and Clinical Neurosciences, defisiensi vitamin B saat ini telah memengaruhi tak kurang dari 40 persen lansia.

Kurangnya asupan vitamin B bisa membuat lansia rentan terkena penyakit degeneratif, misalnya Alzheimer dan demensia.

Sebuah studi yang terbit di Journal of Gerontology menjelaskan, vitamin B bekerja langsung pada sistem saraf pusat yang menjadi kendali dari seluruh aktivitas di dalam tubuh. Secara tidak langsung, ini juga akan memengaruhi kesehatan mental dan suasana hati.

Vitamin C

Vitamin C telah lama dikenal sebagai antioksidan alami yang bisa meningkatkan kekebalan. Asam askorbat, kandungan utama vitamin C, juga dapat mendukung proses regenerasi sel dan mengoptimalkan penyerapan nutrisi lain seperti vitamin E.

Orang yang kekurangan asupan vitamin C kerap dikaitkan dengan risiko terkena infeksi dan peradangan. Berdasarkan rekomendasi dari Kementerian Kesehatan, asupan harian vitamin C yang dianjurkan adalah 75 hingga 90 mg.

Vitamin D

Kandungan vitamin D pada multivitamin untuk lansia perlu diperhatikan. Nutrisi ini harus tetap terpenuhi saat usia tak lagi muda. Vitamin D berperan aktif dalam menjaga kesehatan tulang, termasuk kepadatan dan kekuatannya.

Rendahnya asupan vitamin D dapat mempercepat munculnya penyakit degeneratif seperti diabetes, osteoporosis, tekanan darah tinggi atau hipertensi, serta penurunan kemampuan kognitif.

Tak hanya itu, menurut sebuah penelitian pada 2010, defisiensi vitamin D bisa memicu penyakit serius seperti celiac, radang pankreas, hingga yang terparah adalah kegagalan fungsi organ hati. Penting untuk mencukupi asupan vitamin D, yaitu 15 hingga 20 mg dalam sehari.

Kalsium

Multivitamin untuk lansia sebaiknya mengandung kalsium. Sebab, nutrisi ini tak kalah pentingnya untuk mendukung kesehatan tulang. Semakin bertambahnya umur, kepadatan tulang bisa menurun. Jika tak dicegah sedini mungkin, osteoporosis akan rentan terjadi.

Selain itu, kalsium juga berperan dalam menjaga stabilitas tekanan darah, mengurangi risiko penyakit jantung, dan mencegah jenis kanker tertentu.

Menurut Kemenkes, orang dewasa sebaiknya mendapatkan asupan kalsium setidaknya 1.000 mg setiap hari. Jumlah itu bisa meningkat menjadi 1.200 mg jika sudah memasuki usia 50 tahun.

Baca juga: Daftar Penyakit Degeneratif pada Lansia: Mulai dari Diabetes hingga Osteoporosis

Omega-3

Tak hanya anak-anak, ternyata lansia juga membutuhkan asupan omega-3, lho. Nutrisi ini sangat penting untuk kesehatan otak. Dikutip dari Live Strong, orang yang gemar mengonsumsi Omega-3 memiliki risiko lebih rendah untuk terkena demensia dan Alzheimer.

Dampak positif jangka panjangnya, Omega-3 bisa mempertajam daya ingat, melindungi struktur otak dari kerusakan, dan menjaga fungsi kognitif agar tetap berjalan optimal.

Tak hanya itu, Omega-3 juga dapat menyeimbangkan kadar gula darah dan membantu mencegah penyakit jantung. Asupan harian Omega-3 yang dianjurkan untuk lansia di atas 50 tahun adalah 1 hingga 1,6 gram.

Protein

Kandungan terakhir yang seharusnya ada dalam multivitamin untuk lansia adalah protein. American Association of Retired Persons memaparkan, memasuki usia 70 tahun, tubuh sudah sulit untuk membangun massa otot. Protein bisa membantu mengatasi masalah tersebut.

Berdasarkan anjuran Kemenkes, kebutuhan harian protein untuk lansia di atas 50 tahun adalah 60 hingga 65 gram.

Nah, itulah beberapa kandungan yang perlu diperhatikan dalam memilih multivitamin untuk lansia. Selain dengan suplemen, terapkan juga pola makan bergizi dan aktivitas menyehatkan agar tubuh tetap bugar, ya!

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

  1. Live Strong, diakses 10 Maret 2021, The Best Multivitamins for Seniors.
  2. American Association of Retired Persons, diakses 10 Maret 2021, Supplements to Take in Your 50s, 60s and 70s.
  3. Mayo Clinic, diakses 10 Maret 2021, Vitamin A.
  4. Oxford Academic, diakses 10 Maret 2021, B Vitamins, Cognition, and Aging: A Review.
  5. National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses 10 Maret 2021, Vitamin D Deficiency in Adults: When to Test and How to Treat.
  6. BMJ Journals, diakses 10 Maret 2021, Dietary micronutrients in the wake of COVID-19: an appraisal of evidence with a focus on high-risk groups and preventative healthcare.
  7. Kementerian Kesehatan, diakses 10 Maret 2021, ANGKA KECUKUPAN GIZI YANG DIANJURKAN UNTUK MASYARAKAT INDONESIA.

    register-docotr