Info Sehat

Hati-hati Sering Disepelekan, Ini Ciri-Ciri Gendang Telinga Pecah!

March 23, 2021 | Arianti Khairina | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Pecahnya gendang telinga terkadang dialami beberapa orang tanpa disadari. Apabila tidak segera mendapatkan penanganan yang tepat, kemampuan pendengaran bisa hilang.

Oleh sebab itu, kenali yuk ciri-ciri gendang telinga pecah dan cara mengatasinya!

Mengenal bagian gendang telinga

Membran timpani atau umumnya dikenal sebagai gendang telinga adalah lapisan tipis kulit yang diregangkan, seperti gendang, di telinga. Gendang telinga memisahkan telinga luar dari telinga tengah, dan bergetar sebagai respons terhadap gelombang suara.

Melansir laman Mayo Clinic, gendang telinga pecah (perforasi membran timpani) adalah lubang atau robekan pada jaringan tipis yang memisahkan saluran telinga dari telinga tengah.

Gendang telinga yang pecah dapat menyebabkan gangguan pendengaran. Itu juga dapat membuat telinga tengah rentan terhadap infeksi.

Gendang telinga yang pecah biasanya sembuh dalam beberapa pekan tanpa pengobatan. Tapi terkadang itu membutuhkan pengobatan, termasuk operasi untuk menyembuhkannya.

Baca juga: Bahaya Memakai Earphone saat Berolahraga, Ini Alasan dan Fakta Pentingnya!

Ciri-ciri gendang telinga pecah 

Nyeri adalah gejala utama pecahnya gendang telinga. Bagi beberapa orang, rasa sakitnya mungkin bisa sangat parah. Kondisi tersebut bisa tetap stabil sepanjang hari, bahkan meningkat atau menurun intensitasnya.

Pada titik ini, gendang telinga mungkin pecah. Cairan berair, berdarah, atau berisi nanah dapat mengalir dari telinga yang terkena. 

Pecahnya infeksi telinga tengah biasanya menyebabkan pendarahan. Infeksi telinga ini lebih mungkin terjadi pada anak kecil, penderita pilek atau flu, atau di daerah dengan kualitas udara yang buruk.

Kamu mungkin mengalami gangguan pendengaran sementara atau penurunan pendengaran di telinga yang terpengaruh. Tak hanya itu saja, kamu juga bisa mengalami tinnitus, telinga berdenging atau berdengung terus-menerus, atau pusing.

Berikut ini beberapa ciri-ciri ketika kamu mengalami gendang telinga pecah: 

  • Sakit telinga yang bisa mereda dengan cepat
  • Keluar cairan seperti lendir, berisi nanah, atau berdarah dari telinga
  • Kehilangan pendengaran
  • Dering di telinga atau tinnitus
  • Sensasi berputar alias vertigo
  • Mual atau muntah

Penyebab pecahnya gendang telinga

Berikut beberapa faktor penyebab gendang telinga pecah yang bisa terjadi:

Infeksi

Infeksi telinga adalah penyebab umum pecahnya gendang telinga, terutama pada anak-anak. Selama infeksi telinga, cairan menumpuk di belakang gendang telinga. Tekanan dari penumpukan cairan dapat menyebabkan membran timpani pecah.

Perubahan tekanan

Aktivitas lain dapat menyebabkan perubahan tekanan di telinga dan menyebabkan gendang telinga berlubang. Ini dikenal sebagai barotrauma, yang sering terjadi ketika tekanan di luar telinga sangat berbeda dari tekanan di dalam telinga.

Aktivitas yang dapat menyebabkan barotrauma antara lain: 

  • Selam scuba
  • Naik pesawat terbang
  • Mengemudi di ketinggian
  • Gelombang kejut

Cedera atau trauma

Cedera juga bisa merusak gendang telinga. Setiap trauma pada telinga atau sisi kepala dapat menyebabkan robekan. Berikut ini diketahui menyebabkan pecahnya gendang telinga:

  • Terbentur di telinga
  • Mengalami cedera saat berolahraga
  • Kecelakaan mobil
  • Memasukkan benda apapun, seperti kapas, kuku, atau pena, terlalu jauh ke dalam telinga dapat merusak gendang telinga juga
  • Trauma akustik, atau kerusakan pada telinga akibat suara yang sangat keras, dapat merusak gendang telinga. Namun, kasus ini tidak begitu umum.

Pengobatan untuk pecahnya gendang telinga

Perawatan untuk gendang telinga yang pecah umumnya dirancang untuk menghilangkan rasa sakit dan menghilangkan atau mencegah infeksi. Berikut ini beberapa cara mengatasinya seperti dilansir laman Healthline

Menambal

Jika telinga tidak kunjung sembuh dengan sendirinya, dokter biasanya kan melakukan tindakan untuk menambal gendang telinga.

Penambalan melibatkan penempatan tambalan kertas obat di atas robekan pada membran. Tambalan tersebut akan mendorong membran untuk tumbuh kembali bersama.

Antibiotik

Antibiotik dapat membersihkan infeksi yang mungkin menyebabkan pecahnya gendang telinga. Obat ini juga melindungi dari bahaya perkembangan infeksi baru dari perforasi.

Dokter akan meresepkan antibiotik oral atau obat tetes telinga. Selain itu kamu juga diminta untuk menggunakan kedua bentuk pengobatan tersebut.

Operasi 

Dalam kasus yang jarang terjadi, operasi atau pembedahan pada telinga mungkin diperlukan untuk menambal lubang di gendang telinga. Perbaikan bedah gendang telinga yang berlubang disebut timpanoplasti.

Selama timpanoplasti, ahli bedah mengambil jaringan dari area lain di tubuh dan mencangkokkannya ke lubang di gendang telinga.

Pengobatan alami 

Di rumah, kamu bisa meredakan nyeri gendang telinga yang pecah dengan obat penghilang rasa sakit. Menempatkan kompres hangat dan kering di telinga baian luar beberapa kali sehari juga dapat membantu.

Hindari kegiatan yang membuat tekanan yang meningkat pada telinga. Karna, bisa menyakitkan dan memperlambat penyembuhan gendang telinga.

Jangan gunakan obat tetes telinga yang dijual bebas kecuali dokter menganjurkannya. Jika gendang telinga pecah, cairan dari obat tetes ini bisa masuk jauh ke dalam telinga. Kondisi ini dapat menyebabkan masalah lebih lanjut pada gendang telinga.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Mayoclinic.org (2019) diakses pada 22 Maret 2021. Ruptured eardrum (perforated eardrum)
  2. Healthline.com (2019) diakses pada 22 Maret 2021. Eardrum Rupture  
  3. Verywellhealth.com (2021) diakses pada 22 Maret 2021. Anatomy of the Eardrum
    register-docotr