Info Sehat

7 Makanan yang Tidak Boleh Dipanaskan Kembali: Bisa Picu Penyakit & Keracunan

November 15, 2020 | Muhammad Hanif S. | dr. Raja Friska Yulanda
no-image

Memanaskan kembali makanan untuk disantap di waktu lain bisa memudahkanmu agar tidak memasak sajian baru. Namun, tahukah kamu bahwa ada beberapa makanan yang tidak boleh dipanaskan kembali?

Ada alasan khusus mengapa makanan tertentu sebaiknya tidak dipanaskan ulang. Apa saja daftar makanan tersebut? Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Daftar makanan yang tidak boleh dipanaskan

Memanaskan kembali makanan tertentu bukanlah ide yang baik. Sebab, hal ini dapat mengubah komposisi gizi yang terkandung hingga menciptakan senyawa baru berbahaya yang dapat memicu kanker dan keracunan. Berikut tujuh makanan yang tidak boleh dipanaskan kembali:

1. Daging ayam

Pernahkah kamu memanaskan kembali daging ayam yang telah dimasak? Jika sering, ada baiknya segera hentikan kebiasaan itu.

Memanaskan kembali daging ayam bisa menyebabkan perubahan pada kandungan proteinnya. Akibatnya, daging akan sulit diproses tubuh, kemudian memicu masalah pencernaan.

Tak hanya itu, daging ayam yang dibiarkan dingin juga bisa membuat bakteri menyebar dengan cepat, salah satunya adalah Salmonella.

2. Sayuran berdaun hijau

Sayuran berdaun hijau memiliki banyak kandungan gizi yang tinggi. Ini yang membuat banyak orang menjadikannya menu rutin tiap hari agar mendapat khasiatnya. Sayangnya, sayuran berdaun hijau masuk dalam golongan makanan yang tidak boleh dipanaskan.

Menurut sebuah publikasi di Perpustakaan Kedokteran Nasional Amerika Serikat, zat nitrat alami pada sayuran seperti bayam akan berubah menjadi nitrosamin ketika dipanaskan kembali. Kandungan tersebut bersifat karsinogenik, dapat menyebabkan kanker.

Baca juga: Hati-hati, Ini Deretan Makanan Pemicu Kanker!

3. Kentang

Daftar makanan yang tidak boleh dipanaskan berikutnya adalah kentang. Kentang menahan bakteri setelah dimasak pertama kali. Saat dipanaskan kembali, bakteri bisa berkembang lagi.

Pada beberapa kasus, bakteri C. botulinum dapat menyebabkan botulisme, yaitu kondisi keracunan yang bisa mengancam nyawa.

4. Daging olahan

Daging olahan merupakan salah satu makanan yang tidak boleh dipanaskan kembali. Ini tak lepas dari kandungan pengawet yang terdapat di dalamnya. Daging olahan biasanya digunakan pada burger, sandwich, dan hot dog.

Menurut sebuah studi yang terbit di Journal of Agriculture and Food Chemistry, radiasi gelombang mikro dari suhu panas bisa menyebabkan senyawa pada daging membentuk kolesterol teroksidasi. Hal ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan gangguan kesehatan lainnya.

5. Nasi

Jarang diketahui banyak orang, ternyata nasi adalah salah satu makanan yang tidak boleh dipanaskan kembali, lho. Menurut Food Standards Agency, nasi yang dipanaskan kembali setelah dingin bisa membahayakan kesehatan. Bagaimana bisa?

Sebuah studi yang terbit pada International Journal of Food Microbiology menjelaskan, ketika nasi telah dingin (suhu ruang), bakteri Bacillus cereus bisa berkembang. Saat dipanaskan kembali, bakteri tersebut mungkin akan mati. Namun, ada spora beracun yang dihasilkan.

Sejumlah pakar di Cambridge University memaparkan, spora yang dihasilkan dari bakteri Bacillus cereus dapat menyebabkan keracunan jika kamu memakannya. Gejala pertama yang akan muncul adalah diare, mual, dan muntah.

Cara terbaik untuk menghindari kondisi ini adalah tetap menyimpan nasi dalam suhu hangat pada alat penanak. Sehingga, nasi tidak akan menjadi dingin dan mencegah perkembangan bakteri.

Baca juga: Wajib Dicoba, Menu Diet Tanpa Nasi yang Mudah dan Bergizi

6. Telur

Siapa sangka, memanaskan kembali telur yang telah dimasak ternyata bisa memengaruhi kondisi tubuh, lho. Memanaskan kembali telur yang telah matang bisa menghancurkan nutrisi di dalamnya. Artinya, telur tersebut tidak lagi mempunyai nilai gizi.

Selain itu, kandungan kimiawi pada telur matang bisa menjadi racun jika terkena paparan suhu panas lagi.

7. Jamur

Dilansir dari Insider, memanaskan kembali jamur yang telah matang adalah sebuah kesalahan besar. Jamur mengandung protein yang dapat dirusak oleh enzim tertentu dan bakteri, jika tidak disimpan dengan baik. Misalnya, dibiarkan terlalu lama pada suhu kamar.

Memanaskan kembali lalu mengonsumsinya sama saja dengan memakan jamur yang telah rusak. Hal ini dapat menyebabkan berbagai masalah pada sistem pencernaan, misalnya sakit perut.

Nah, itulah beberapa makanan yang tidak boleh dipanaskan ulang dan dampak yang bisa ditimbulkan. Selain rasa dan kandungan gizi yang berubah, makanan tersebut dapat mengganggu kesehatan dan memicu banyak penyakit.

Punya pertanyaan lebih lanjut seputar info sehat lainnya? Silakan chat langsung dengan dokter kami untuk konsultasi. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

  1. Insider, diakses 3 November 2020, 10 foods you should avoid reheating.
  2. The Healthy, diakses 3 November 2020, 10 Foods That You Shouldn’t Reheat.
  3. Cambridge University Press, diakses 3 November 2020, The survival and growth of Bacillus cereus in boiled and fried rice in relation to outbreaks of food poisoning.
  4. Science Direct, diakses 3 November 2020, Production of Bacillus cereus emetic toxin (cereulide) in various foods.
  5. Food Standards Agency, diakses 3 November 2020, Cooking.
  6. ACS Publications, diakses 3 November 2020, Cholesterol Oxidation in Meat Products and Its Regulation by Supplementation of Sodium Nitrite and Apple Polyphenol before Processing.
  7. National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses 3 November 2020, Carcinogenic risk from nitrite, nitrate and N-nitrosamines in food.

    Berita Terkait
    register-docotr