Info Sehat

Wajib Tahu! Ini 5 Makanan yang Dapat Mempercepat Penyembuhan Batuk

February 1, 2021 | Dewi Nurfitriyana | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Batuk bisa membuat aktivitas sehari-hari menjadi sangat terganggu. Untuk mengatasinya, kamu bisa mengonsumsi makanan yang mempercepat penyembuhan batuk berikut ini.

Selain itu, ada beberapa jenis makanan yang justru sebaiknya kamu jauhi karena bisa membuat batuk jadi semakin parah. Apa saja? Simak ulasannya!

Baca juga: Pilihan Obat Batuk Alami yang Aman dan Efektif, Yuk Dicoba!

Makanan yang mempercepat penyembuhan batuk

Berikut adalah beberapa jenis makanan yang bisa membantu mempercepat proses penyembuhan batuk secara alami:

1. Madu

Dilansir Research Gate, madu merupakan makanan fungsional yang memiliki berbagai khasiat obat, termasuk mengatasi batuk.

Menurut sebuah studi, mengonsumsi madu lebih efektif meredakan batuk, daripada obat batuk yang mengandung dekstrometorfan di pasaran.

Cara makannya pun mudah sekali, kamu bisa mengonsumsinya dengan sendok secara langsung atau mengoleskannya di atas roti untuk camilan.

2. Probiotik

Probiotik adalah mikroorganisme yang dapat memberikan banyak manfaat bagi kesehatan. Meski tidak meredakan batuk secara langsung, namun ini bisa menyeimbangkan flora di dalam saluran pencernaan.

Keseimbangan ini penting untuk mendukung fungsi sistem kekebalan di seluruh tubuh.

Sebuah studi tahun 2015 menunjukkan adanya penurunan jumlah orang yang tertular infeksi saluran pernapasan atas, setelah diberi berbagai jenis probiotik.

Cara paling alami untuk mendapatkan probiotik adalah melalui makanan fermentasi, antara lain:

  1. Sup kedelai Jepang
  2. Kol parut
  3. Yoghurt
  4. Kefir
  5. Kombucha
  6. Tahu
  7. Tempe
  8. Kimchi

3. Jahe

Jahe dapat meredakan batuk kering atau asma, karena memiliki sifat anti-inflamasi.

Satu penelitian menunjukkan bahwa beberapa senyawa anti-inflamasi dalam jahe dapat mengendurkan membran di saluran udara, sehingga bisa membantu mengurangi gejala batuk.

Untuk mengobati batuk menggunakan jahe, kamu bisa membuat teh jahe. Caranya masukkan 20-40 gram irisan jahe segar ke dalam secangkir air panas. Diamkan selama beberapa menit, lalu minum sampai habis.

4. Nanas

Enzim bromelain yang ada di dalam nanas tidak hanya bisa membantu meredakan peradangan di tenggorokan, tapi juga memiliki sifat mukolitik. Ini berarti nanas bisa membantu memecah lendir dan mengeluarkannya dari tubuh.

Saat batuk, kamu bisa mencoba memakan buah nanas secara langsung, atau membeli suplemen bromelain yang banyak tersedia di apotek.

Tapi perlu diingat bahwa pada beberapa kasus, senyawa ini bisa menimbulkan reaksi alergi, efek samping, dan berinteraksi dengan obat-obatan.

Jadi tanyakan terlebih dulu pada dokter sebelum memutuskan memakai cara pengobatan yang satu ini.

5. Akar marshmallow

Akar marshmallow adalah tanaman herbal yang daun dan akarnya telah banyak digunakan untuk mengobati sakit tenggorokan dan meredakan batuk.

Meski sampai dengan saat ini tidak ada penelitian yang bisa mendukung klaim tersebut, tetapi ramuan akar marshmallow umumnya dianggap aman untuk kesehatan.

Saat ini, kamu bisa mendapatkan akar marshmallow sebagai teh atau dalam bentuk kapsul. Tanaman ini hanya disarankan untuk orang dewasa, dan anak-anak tidak diizinkan untuk mengonsumsinya.

Baca juga: Jangan Keliru! Begini Cara Memilih Obat Batuk yang Aman untuk Bayi

Makanan yang bisa membuat batuk semakin parah

Kira-kira apa saja makanan yang perlu kamu hindari agar tidak membuat gejala batuk menjadi semakin buruk?

1. Gula

Mengonsumsi makanan manis akan sangat berisiko membuat batuk semakin parah.

Dilansir First Post, sebuah studi tahun 2017 menyatakan bahwa peningkatan asupan gula dapat menekan sistem kekebalan tubuh, terutama saat melawan infeksi virus.

Jadi hindari dulu makanan yang mengandung gula, agar kamu bisa segera sembuh dari penyakit batuk.

2. Makanan berkafein

Saat batuk, tubuh akan membutuhkan lebih banyak cairan untuk menjaga kamu tetap terhidrasi.

Adapun makanan berkafein seperti brownies kopi atau cokelat hitam pada dasarnya bersifat diuretik. Ini berarti ia dapat meningkatkan pengeluaran air dan garam dari dalam tubuh.

Jadi jelas, mengonsumsi jenis makanan tersebut bukanlah ide yang baik ketika kamu sedang mengalami batuk.

3. Cabai

Jika kamu pernah mendengar bahwa makanan pedas bisa mengencerkan lendir dan membuatnya lebih mudah untuk dikeluarkan, ini memang benar.

Terlebih lagi, capsaicin dalam cabai juga memiliki efek mengurangi kepekaan dan membantu mengatasi peradangan.

Namun, penting untuk diketahui bahwa capsaicin juga bisa merangsang produksi dahak lebih banyak, dan pada akhirnya memperburuk batuk dalam jangka waktu yang lebih lama.

Jika kamu sudah mencoba konsumsi makanan tersebut namun batuk tak kunjung sembuh, jangan ragu segera berkonsultasi ke dokter, ya!

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference

Honey – an ancient functional food, https://www.researchgate.net/publication/318921717_Honey_-_an_ancient_functional_food diakses pada 27 Januari 2021

The Best Natural Cough Remedies, https://www.healthline.com/health/allergies/best-natural-cough-remedies#marshmallow diakses pada 27 Januari 2021

What can I do to make my cough go away?. https://www.medicalnewstoday.com/articles/322394#tips-to-help-prevent-a-cold diakses pada 27 Januari 2021

5 foods that are actually making your cough and cold worse, https://www.firstpost.com/health/5-foods-that-are-actually-making-your-cough-and-cold-worse-8037721.html diakses pada 27 Januari 2021

 

    register-docotr