Info Sehat

Jauh dari Suatu Pertanda, Ini Arti Kedutan Mata Kanan Atas dalam Dunia Medis

March 25, 2021 | Nik Nik Fadlah | dr. Ario W. Pamungkas
feature image

Kedutan mata kanan atas merupakan kondisi yang hampir pernah dialami oleh setiap orang. Banyak orang yang seringkali menganggap kedutan sebagai suatu pertanda tertentu, seperti adanya kabar baik atau buruk. Lalu, apa sih sebenarnya arti kedutan dalam dunia medis?

Kedutan merupakan suatu kondisi yang tidak dapat diprediksi, ini dapat berlangsung sebentar atau bahkan lebih lama. Meskipun sering dikaitkan dengan hal-hal tertentu, kedutan sebenarnya dapat terjadi karena beberapa penyebab.

Baca Juga: Jangan Anggap Enteng, Ini 6 Ciri-ciri Umum Penyakit Kelamin pada Wanita

Arti kedutan mata kanan atas dalam dunia medis

Kedutan mata atau lebih tepatnya kedutan kelopak mata (miokimia) merupakan kejang kelopak mata yang tidak terkendali. Kebanyakan hal ini berlangsung dalam beberapa menit. Bagi kebanyakan orang kejang ini berlangsung ringan dan terasa seperti tarikan lembut pada kelopak mata.

Akan tetapi bagi sebagian orang kejang tersebut dapat berlangsung lebih parah, dan memaksa kedua kelopak mata menutup sepenuhnya. Kondisi ini biasanya disebut dengan blepharospasm.

Dalam dunia medis, kedutan mata kanan memiliki beberapa arti. Berikut adalah arti kedutan mata kanan atas yang telah dilansir dari berbagai sumber.

Tanda alergi

Penderita hay fever dan mereka yang memiliki alergi terhadap debu dapat mengalami kedutan pada mata. Kedutan dapat hilang jika gejala lain alergi juga hilang.

Konsumsi alkohol dan kafein secara berlebihan

Ternyata kedutan mata kanan juga dapat diartikan sebagai konsumsi alkohol dan kafein secara berlebihan. Asupan kafein dan alkohol secara berlebihan dapat memengaruhi sistem saraf yang menyebabkan terjadinya kedutan.

Sebaiknya hindarilah mengonsumsi alkohol dan kafein secara berlebihan untuk menghindari terjadinya hal ini serta agar tubuh menjadi lebih rileks.

Kelelahan

Arti dari kedutan mata kanan lainnya adalah kelelahan. Biasanya kelelahan dapat terjadi karena kamu memiliki kegiatan yang padat dan membuat kamu kurang tidur.

Dilansir dari lasikplus.com, Jenepher K. Piper, praktisi perawatan primer di Mercy Medical Center, Baltimore mengatakan bahwa kelelahan dapat membuat otot tidak mendapatkan nutrisi yang cukup.

Rendahnya vitamin D atau magnesium dapat menyebabkan otot-otot seseorang menjadi kendur, sehingga menyebabkan kedutan.

Mata tegang akibat telalu lama menatap layar komputer

Menatap layar komputer terlalu lama juga dapat menjadi arti dari kedutan mata kanan atas dan ini seringkali tidak kita sadari.

Menatap layar komputer dalam waktu yang lama atau menghabiskan waktu seharian dengan menatap layar tablet atau smartphone dapat menyebabkan stres pada mata.

Sebaiknya untuk menghindari kedutan akibat hal ini, bersantailah dengan mata tertutup tiga hingga lima menit agar ketegangan pada mata dapat berkurang.

Kekurangan nutrisi

Kekurangan nutrisi seperti magnesium juga dapat menjadi arti dari kedutan mata kanan. Sebaiknya pastikanlah kamu mengonsumsi makanan yang memiliki nutrisi yang baik, khususnya untuk mata untuk menghindari hal ini.

Jika kamu ingin membeli suplemen untuk memenuhi kebutuhan nutrisimu, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahululah pada dokter sebelum memilih untuk melakukannya.

Kecemasan

Mata berkedut sebelah kanan juga bisa menjadi pertanda dari kecemasan. Peningkatan stres yang terkait dengan kecemasan dapat meningkatkan risiko mata berkedut. Perlu diketahui, saat kamu cemas maka cenderung akan kurang tidur.

Kondisi ini akan menyebabkan kelelahan di seluruh tubuh, termasuk otot di sekitar mata. Jika kamu mengalami gejala tambahan, seperti kegelisahan, kurang tidur, dan sulit berkonsentrasi maka segera bicarakan dengan dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

Stres

Stres merupakan istilah luas yang dapat mencakup peristiwa tertentu di mana bisa berlanjut dari waktu ke waktu. Dalam kasus ini, seseorang yang mengalami stres bisa menyebabkan berbagai gejala fisik termasuk mata berkedut.

Seperti halnya kecemasan, stres seringkali menyebabkan penurunan kualitas tidur yang mengakibatkan kelelahan mentah dan fisik. Kondisi tersebut bisa membuat otot-otot di sekitar mata menjadi ikut tegang.

Stres juga dapat mendorong kamu untuk meningkatkan penggunaan kafein atau alkohol. Kedua kebiasaan ini merupakan penyebab dari mata berkedut.

Untuk itu, jika memiliki kondisi stres maka segera bicarakan dengan dokter untuk mengatasi gejala fisik dan mencegah masalah kesehatan lebih lanjut.

Baca Juga: Manfaat Vitamin A, Bukan Cuma Menjaga Kesehatan Mata Lho

Arti kedutan mata kanan atas karena faktor lain

Selain faktor dan penyebab yang telah dijelaskan di atas, kedutan juga dapat disebabkan oleh faktor lainnya.

Dilansir dari Mayo Clinic, berikut adalah arti kedutan mata kanan atas lain yang perlu kamu ketahui.

  • Cahaya terang
  • Iritasi yang terjadi pada permukaan kelopak mata atau kelopak mata dalam
  • Merokok
  • Polusi angin atau udara

Kondisi lainnya yang juga dapat menyebabkan mata berkedut adalah:

  • Blefaritis
  • Abrasi kornea
  • Mata keirng
  • Sensitivitas cahaya
  • Uveitis

Jenis-jenis kedutan mata

Kedutan pada mata terbagi menjadi tiga jenis. Beberapa jenis kedutan pada mata yang dapat terjadi, antara lain sebagai berikut:

Kedutan kecil

Kedutan kecil pada kelopak mata seringkali dikaitkan dengan kegiatan sehari-hari, seperti kelelahan, stres, atau kafein.

Tak hanya itu, kamu mungkin juga bisa mengalami keduta kecil pada mata karena permukaan mata atau kornea atau selaput yang melapisi kelopak mata atau konjungtiva mengalami iritasi.

Blefarospasme esensial jinak

Untuk kedutan jenis ini, biasanya muncul pada usia dewasa pertengahan hingga akhir dan dapat memburuk dari waktu ke waktu. Perlu diketahui, wanita dua kali lebih mungkin mengalaminya daripada pria.

Kondisi ini bukan termasuk yang serius, namun jika kasus cukup parah maka dapat mengganggu kegiatan sehari-hari. Gejalanya dimulai dengan berkedip tanpa henti atau iritasi pada mata.

Ketika gejala sudah parah, biasanya kamu mungkin akan lebih sensitif terhadap cahaya, penglihatan menjadi kabur, dan kejang wajah. Kejang bisa menjadi sangat parah sehingga kelopak mata tetap tertutup selama beberapa jam.

Kejang hemifasial

Jenis kedutan satu ini lebih jarang terjadi. Namun, perlu diketahui jika kejang hemifasila melibatkan otot di sekitar mata.

Berbeda dengan dua jenis lainnya, kejang hemifasial hanya akan memengaruhi satu sisi wajah saja. Penyebab paling umum dari jenis ini adalah arteri yang menekan saraf wajah.

Komplikasi mata berkedut sebelah kanan

Beberapa orang bisa mengalami kejang mata sepanjang hari, berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan. Hal ini dapat mengganggu dan memengaruhi kualitas hidup penderitanya.

Jika kedutan tidak hilang, kamu mungkin akan mengedipkan atau menyipitkan mata sepanjang waktu serta kesulitan untuk melihat.

Beberapa komplikasi potensial akibat mata berkedut sebelah kanan adalah nyeri mata kronis, abrasi kornea atau jaringan parut, dan kehilangan penglihatan atau kebutaan.

Kedutan pada mata biasanya merupakan gejala kecil, namun bisa disebabkan oleh kondisi mendasar yang lebih signifikan sehingga berisiko menyebabkan masalah serius. Karena itu, kamu perlu segera membicarakan bersama dokter, jika:

  • Kelopak mata menutup sepenuhnya.
  • Kedutan berlangsung selama lebih dari 1 minggu.
  • Kejang pada mata melibatkan otot wajah lainnya.
  • Mengalami mata merah, bengkak, dan keluar cairan.
  • Kelopak mata atas terkulai.

Jika dokter mencurigai adanya masalah otak atau saraf, maka pemeriksaan untuk melihat tanda-tanda umum lain akan dilakukan. Dokter mungkin juga akan memberikan rujukan ke spesialis, seperti ahli saraf.

Bagaimana cara mengatasi mata berkedut sebelah kanan?

Dalam kasus ringan, dokter mungkin akan menyarankan beberapa obat-obatan seperti Clonazepam atau Klonopin, Lorazepam atau Ativan, Triheksidenidil, serta hidroklorida atau Artana, Triheksana, Tritane.

Kebanyakan kasus kedutan kecil dapat hilang dengan sendirinya. Namun, untuk jenis kedutan lainnya mungkin memerlukan perawatan yang berbeda dengan dokter spesialis, seperti berikut ini:

Blepharospasm

Tidak ada tes laboratorium khusus untuk mendiagnosis blepharospasm sehingga periksaan dengan dokter mata sesegera mungkin. Dokter biasanya akan melakukan evaluasi klinis menyeluruh dengan mempertimbangkan riwayat kesehatan penderitanya.

Jika didiagnosis menderita blepharospasm, maka ada beberapa pilihan pengobatan yang dapat dilakukan yakni sebagai berikut:

  • Injeksi botoks atau botulinum toxin. Umumnya diberikan untuk melemahkan otot yang mengontrol kelompak mata sehingga kejang dapat mereda. Efek Botox biasanya berlangsung sekitar 3 bulan sehingga perlu pengulangan suntikan.
  • Obat oral. Biasanya diberikan jika suntikan Botox tidak meredakan gejala. Obat yang diresepkan umumnya dapat membantu menghambat sinyal motorik berlebihan dari otak.
  • Pembedahan. Mungkin diperlukan jika tidak ada pengobatan lain yang berhasil. Pembedahan yang direkomendasikan adalah miektomi, yakni melibatkan pengangkatan beberapa atau semua otot yang terlibat dalam penutupan kelopak mata.

Perawatan lainnya yang sedang diselidiki disebut Stimulasi Otak Dalam. Untuk metode ini, elektroda akan ditanamkan ke otak guna membantu mengatur area motor yang rusak.

Kejang hemifasial

Jenis kedutan satu ini tidak dapat didiagnosis dengan satu tes dan memerlukan evaluasi spesialis lengkap. Perawatan untuk kejang hemifasial mirip dengan blepharospasm, dengan dua opsi paling umum, yakni:

  • Suntikan botoks. Ini merupakan metode pengobatan paling umum untuk kejang hemifasial.
  • Pembedahan. Biasanya disebut dengan dekompresi mikrovaskular di mana spons kecil akan ditanam di samping saraf mata untuk melindunginya dari pembuluh darah penyebab iritasi.

Cedera fisik atau iritasi pada kelopak mata biasanya tidak serius. Perawatan dapat dilakukan dengan melibatkan salep antibiotik dan steroid untuk mengurangi peradangan atau operasi kecil guna memperbaiki lipatan kelopak mata.

Terdapat pula perawatan alternatif yang bisa kamu lakukan, meliputi biofeedback, akunpuntur, hipnose, chiropractic, dan terapi nutrisi.

Baca Juga: Bye-Bye Ketiak Hitam, Ini Cara Memutihkannya yang Aman dan Patut Dicoba

Pencegahan terhadap kedutan mata kanan atas

Kebanyakan kedutan merupakan kondisi yang umum terjadi pada siapa saja dan tidak perlu dikhawatirkan.

Akan tetapi pada kasus yang jarang terjadi, kondisi ini juga merupakan pertanda adanya kondisi yang lebih serius misalnya saja blepharospasm (kontraksi yang tidak normal yang menyebabkan kelopak mata sering berkedip).

Meskipun demikian, kedutan mata kanan atas yang tidak berarti merupakan kondisi yang serius dapat dicegah dengan cara berikut:

  • Mengurangi konsumsi kafein
  • Tidur yang cukup
  • Hindari mata kering dengan menggunakan tetes mata
  • Berikan kompres mata hangat ketika mata mulai kedutan

Kedutan mata kanan atas memang tidak perlu dikhawatirkan dan dapat hilang dengan sendirinya. Meskipun demikian jika kedutan tidak juga hilang sebaiknya segeralah periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference

All About Vision (2020). Diakses pada 04 Juli 2020. Eye Twitching: 8 Causes and Treatments

Cleveland Clinic (2019). Diakses pada 04 Juli 2020. Why You Have That Pesky Eye Twitch – and When to Seek Help 

Healthline (2018). Diakses pada 04 Juli 2020. Eyelid Twitching

Lasik Plus. Diakses pada 04 Juli 2020. Twitching Eye: What Does It Mean?

Mayo Clinic (2019). Diakses pada 04 Juli 2020. Eye Twitching 

Health Grades (2020), diakses 25 Maret 2021. Eyelid Twitch

Webmd (2020), diakses 25 Maret 2021. Eye Twitching

Medical News Today (2017), diakses 25 Maret 2021. Everything you need to know about eyelid twitch

    register-docotr