Info Sehat

Mengenal Jenis-jenis Narkoba dan Bahaya yang Menyertainya

January 9, 2021 | Muhammad Hanif S. | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Mendengar nama narkoba, mungkin kamu akan langsung mengaitkannya dengan efek buruk yang ditimbulkan. Ya, dari jenis-jenis narkoba yang kerap disalahgunakan, tak sedikit yang bisa menyebabkan kematian.

Oleh karena itu, menjauhinya adalah sebuah keputusan tepat. Kamu bisa membentengi diri dengan mengenal apa saja jenis obat-obatan terlarang tersebut dan berbagai bahaya yang menyertainya.

Apa itu narkoba?

Narkoba merupakan singkatan dari narkotika, psikotropika, dan obat terlarang. Mengutip Badan Narkotika Nasional (BNN), narkotika adalah obat yang mampu memberikan efek halusinasi, daya rangsang, dan penurunan kesadaran.

Narkotika dapat terbuat dari secara alami dari tanaman, sintetis, dan semi-sintetis. Obat-obatan ini dapat menimbulkan rasa candu bagi pemakainya, terutama penggunaan dosis tinggi. Dampak yang ditimbulkan pun beragam, mulai dari ringan, berat hingga kematian.

Bahaya umum narkoba

Penyalahgunaan narkoba di Indonesia tak pandang usia dan jenis kelamin. Bahkan, tren pada 2019 menunjukkan, peredarannya semakin mengkhawatirkan.

Korbannya mencakup semua lini, mulai anak-anak, remaja, generasi muda, lingkungan rumah tangga, bahkan di kalangan pejabat.

Dari semua jenis narkoba di Indonesia, masing-masing memiliki efek samping berbeda. Hanya saja, sebagian besar dari obat-obatan tersebut mempunyai bahaya yang sama, seperti:

1. Dehidrasi

Penyalahgunaan zat terlarang bisa mengganggu keseimbangan elektrolit dalam tubuh. Akibatnya, badan kekurangan cairan, memicu berbagai gangguan kesehatan, seperti kejang, perilaku agresif, bahkan penurunan fungsi otak.

2. Menurunnya kesadaran

Hampir semua narkotika dapat membuat tubuh kehilangan kesadaran dan rasionalitas. Artinya, saat seseorang mengonsumsi obat terlarang, ia tidak bisa berpikir jernih, terjadi perubahan orientasi yang menyebabkan bingung, bahkan hingga pingsan.

3. Kematian

Semua jenis narkotika dapat menyebabkan kematian, terutama saat overdosis. Kokain dan sabu-sabu misalnya, bisa memunculkan gejala serius seperti kejang yang berujung pada hilangnya nyawa. Oleh karena itu, sayangi nyawamu dengan tidak menjadi pemakai narkoba.

Baca juga: Penyakit Jantung: Kenali Penyebab dan Cara Pencegahannya

Penggolongan narkoba di Indonesia

Di Indonesia, jenis-jenis narkoba dibedakan menjadi tiga golongan, sesuai dengan risiko ketergantungan, dampak buruk, dan sifat yang melekat pada obat tersebut.

  • Narkotika golongan 1, yaitu narkotika yang dapat menyebabkan candu berat, seperti ganja dan kokain.
  • Narkotika golongan 2, obat yang dapat dimanfaatkan sebagai penanganan medis dengan resep dokter, misalnya morfin dan 85 jenis lain. Golongan ini juga bisa memicu ketergantungan.
  • Narkotika golongan 3, obat-obatan yang memiliki risiko ketergantungan ringan, umumnya digunakan untuk pengobatan dan terapi.

Karakteristik beserta contoh gambar narkoba

jenis-jenis narkoba dari bentuknya
Berbagai bentuk narkoba, yaitu tablet, serbuk, dan cairan yang disuntikkan. Sumber foto: www.stellaartoissensorium.com

Mengutip Australian Government Department of Health, narkotika yang beredar di seluruh dunia memiliki sifat yang berbeda. Narkoba dibagi menjadi tiga berdasarkan karakteristiknya, yaitu depresan, halusinogen, dan stimulan. Satu jenis narkotika bisa masuk ke beberapa kategori sifat sekaligus.

1. Depresan

Narkotika kategori depresan memperlambat pesan atau impuls antara otak dengan anggota tubuh. Obat-obatan ini mampu membuat tubuh dan perasaan menjadi rileks, tenang, dan nyaman.

Obat ini biasanya digunakan oleh orang-orang yang sedang mengalami tekanan mental, seperti stres dan depresi.

2. Halusinogen

Sama seperti namanya, obat-obatan terlarang yang masuk kategori ini dapat membuat pemakainya mengalami halusinasi. Obat yang dikonsumsi memengaruhi indra penglihatan, pendengaran, penciuman, dan peraba.

Halusinasi adalah kondisi saat seseorang menganggap sesuatu yang tidak ada menjadi seolah-olah nyata. Overdosis dari narkotika yang memiliki sifat ini bisa menyebabkan kebingungan, disorientasi, dan cemas berlebih.

3. Stimulan

Stimulan adalah istilah yang mengacu pada perangsangan otak untuk memicu efek tertentu pada tubuh. Pada narkotika, stimulan bekerja untuk membuat otak mengeluarkan dopamin, sehingga menimbulkan efek euforia, kesenangan, dan tubuh lebih bersemangat.

Jenis-jenis narkoba

Setelah memahami penggolongan dan karakteristiknya, sekarang kamu perlu tahu apa saja jenis-jenis narkoba, efek yang diberikan, dan bahaya yang menyertainya. Ini dia jenis-jenis narkoba yang marak disalahgunakan di Indonesia.

1. Sabu-sabu

Bentuk sabu-sabu. Sumber foto: www.restorecenterla.com

Narkoba sabu adalah jenis narkotika yang cukup populer di Indonesia. Dengan melibat gambar narkoba satu ini, pasti bisa dengan mudah kamu kenali.

Ya, metamfetamin yang merupakan sebutan lain dari sabu-sabu, adalah bubuk putih yang penggunaannya bisa diisap, dihirup, atau melalui suntikan.

Dengan sifatnya yang stimulan dan halusinogen, metamfetamin dapat merangsang otak untuk menciptakan euforia, imajinasi, dan khayalan tingkat tinggi.

Efek dari narkoba sabu relatif singkat, sehingga membuat pemakainya cenderung mengonsumsi secara berulang dalam rentang waktu berdekatan.

Bahaya yang dapat ditimbulkan meliputi sesak napas, detak jantung semakin cepat, meningkatnya tekanan darah, dan suhu tubuh meninggi. Tidak hanya itu, penggunaan jangka panjang juga bisa menyebabkan:

  • Penurunan berat badan ekstrem
  • Masalah gigi dan kulit
  • Berbagai gangguan mental seperti depresi, cemas berlebih, delusi, halusinasi, dan kebingungan
  • Bayi lahir cacat dan risiko keguguran pada ibu hamil
  • Risiko penularan penyakit aids dari penggunaan bersama jarum suntik

2. Kokain

Bentuk kokain. (sumber foto: shutterstock.com)

Selain narkoba sabu, kokain adalah salah satu jenis narkotika yang paling populer di Indonesia dan termasuk narkoba golongan 1. Terbuat dari tanaman koka, kokain memiliki efek stimulan yang sangat adiktif.

Ia memengaruhi otak untuk melepaskan dopamin, hormon yang bisa memunculkan rasa senang dan gembira. Oleh karena itu, narkotika ini biasanya digunakan oleh orang-orang yang sedang depresi untuk memperbaiki suasana hatinya.

Penggunaannya bisa melalui suntikan atau dihirup melalui hidung. Kristal yang ada padanya akan terserap ke dalam aliran darah, lalu dibawa menuju paru-paru dan ke otak. Narkoba golongan 1 ini memiliki efek samping yang sangat membahayakan tubuh, seperti:

  • Membuat detak jantung semakin kencang
  • Kerusakan organ jantung
  • Mual dan nyeri perut
  • Kerusakan saraf pada indra penciuman dan pengecap
  • Bayi lahir cacat dan risiko keguguran pada ibu hamil

Selain itu, dampak yang lebih serius bisa berupa stroke dan kematian. Pecandu kokain sangat rentan tertular penyakit aids dan hepatitis C dari penggunaan jarum suntik bersama.

3. Heroin

Heroin, atau yang juga populer dengan sebutan putaw, adalah narkotika yang terbuat dari poppy, bunga liar yang biasa tumbuh di area pegunungan. Penggunaannya dapat melalui suntikan, hirup, dan isap.

Obat terlarang ini mudah terserap ke dalam darah, lalu terbawa hingga ke otak. Heroin dapat memunculkan euforia berlebih pada pemakainya, diikuti dengan sensasi berat di kaki dan lengan, serta pikiran yang tak stabil.

Dari jenis-jenis narkoba yang ada, heroin adalah salah satu yang cukup mematikan. Penggunaannya rawan overdosis, karena terdapat sifat adiktif yang bisa menyebabkan kecanduan. Ada banyak bahaya yang mengintai dari penggunaannya, seperti:

  • Infeksi pada kulit
  • Masalah sistem pencernaan akut
  • Kerusakan ginjal
  • Kerusakan pembuluh darah, terutama vena
  • Pernapasan terganggu
  • Kerusakan otak

4. Ekstasi

Selain bersifat stimulan, narkoba jenis psikotropika satu ini juga dapat dikategorikan sebagai halusinogen. Ekstasi merupakan narkoba sintetis, alias buatan manusia dan bukan dari tanaman. Dibuat dari tiga campuran zat, yaitu katinon, pentilon, dan cannabinoid sintetis.

Ekstasi berbentuk pil, tablet, dan cairan yang disuntikkan ke pembuluh darah, bekerja dengan meningkatkan senyawa kimia yang ada di otak, seperti serotonin dan neropinefrin.

Peningkatan hormon tersebut dapat mengubah suasana hati, mood, dan emosi. Pemakai narkoba jenis psikotropika ini akan merasakan euforia berlebih dari dorongan energi yang bertambah. Tapi saat efeknya habis, penggunanya akan merasa kebingungan, cemas, dan sulit tidur.

Bahaya yang dapat ditimbulkan dari penggunaan narkoba jenis psikotropika seperti ekstasi, meliputi:

  • Detak jantung semakin kencang
  • Otot-otot menegang
  • Gangguan penglihatan
  • Mual dan nyeri di perut
  • Pusing
  • Keringat dingin

5. Ganja

jenis-jenis narkoba
Daun ganja. Sumber foto: www.irishtimes.com

Dari jenis-jenis narkoba yang beredar di Indonesia, ganja merupakan salah satu yang banyak disalahgunakan.

Seperti sabu, gambar narkoba satu ini sudah pasti bisa dengan mudah dikenali. Ganja terbuat dari tanaman Cannabis sativa. Penggunaan yang paling populer dari narkoba golongan 1 ini adalah dengan cara diisap seperti sedang merokok.

Ganja dapat digolongkan sebagai stimulan, depresan, dan halusinogen sekaligus. Seseorang menggunakannya untuk mendapat sensasi terbang atau fly, menenangkan pikiran, dan mengubah suasana hati.

Padahal, ganja sangatlah merusak, dapat memengaruhi perkembangan otak, dan mengganggu saraf kognitif. Tidak hanya itu, beberapa bahaya lain yang bisa muncul adalah:

  • Masalah pernapasan
  • Gangguan kecemasan
  • Depresi
  • Risiko serangan jantung yang bisa berujung pada kematian
  • Penyakit mental seperti skizofrenia

Baca juga: Skizofrenia: Penyebab, Gejala dan Cara Pencegahannya

6. LSD

LSD merupakan kepanjangan dari asam lisergat dietilamida, populer sejak 1960 hingga sekarang. LSD bersifat halusinogen, terbuat dari asam pada jamur yang tumbuh pada biji-bijian dan tanaman gandum.

Sesuai dengan sifatnya, LSD digunakan untuk menciptakan halusinasi tingkat tinggi. Tidak main-main, efek yang ditimbulkan bisa berlangsung hingga 12 jam. Dalam kurun waktu tersebut, pengguna akan mendengar, melihat, dan merasakan sesuatu yang tidak real menjadi seolah-olah nyata.

LSD mampu memicu bahaya yang serius, seperti peningkatan detak jantung dan  tekanan darah tidak stabil. Sedangkan, untuk efek samping ringannya berupa tubuh gemetar, mulut kering, dan keringat berlebih.

7. Morfin

Morfin merupakan narkotika yang bersifat analgesik. Berasal dari kata morphous yang memiliki makna ‘dewa mimpi’, morfin adalah alkaloid yang dapat ditemukan pada tanaman opium.

Sesuai dengan sifatnya, morfin mampu meredakan nyeri atau rasa sakit yang ada pada anggota tubuh. Beberapa obat-obatan umum juga masih ada yang mengandung zat ini, tapi dalam dosis ketat sesuai saran kesehatan.

Morfin dikategorikan sebagai narkotika karena banyak yang menyalahgunakannya, membawa bahaya yang cukup serius, seperti:

  • Jantung berdebar
  • Kesadaran menurun
  • Kejang
  • Penurunan produksi urine
  • Impotensi pada pria
  • Gangguan siklus menstruasi pada wanita
  • Pingsan

8. Flakka

Bentuk flakka. (sumber foto: shutterstock.com)

Flakka merupakan salah satu jenis narkotika baru dan belum terlalu marak di Indonesia. Menurut BNN, obat ini ditengarai sudah masuk ke Tanah Air sebelum 2017.

Harga jual flakka diklaim lebih murah dari jenis narkotika lain. Tapi, efeknya bisa mencapai 10 kali lipat dari kokain. Efek yang sangat kuat bisa membuat pemakainya seolah-olah merasa bukan manusia, alias hilang rasionalitas.

Flakka berbentuk serbuk kristal, memiliki bahaya yang tidak boleh diremehkan. Salah satunya adalah gejala perilaku was-was atau waspada berlebihan.

Efek sampingnya mirip dengan kokain dan amfetamin, yaitu detak jantung semakin cepat, tekanan darah tinggi, hingga membuat tubuh lemah.

9. Amfetamin

Sebenarnya, secara farmalogi, amfetamin masuk dalam narkoba jenis psikotropika. Hanya saja, sering disalahgunakan sebagai stimulan. Obat ini kemudian diklasifikasikan sebagai obat-obatan terlarang, karena banyaknya kasus penyalahgunaan tersebut.

Amfetamin mampu merangsang otak untuk mengubah suasana hati, meningkatkan mood, dan membangkitkan euforia. Ini tak lepas dari produksi dopamin di otak yang terus dipacu. Tak jarang, amfetamin kerap disalahgunakan oleh orang-orang yang sedang depresi dan stres.

Efek samping dari penggunaan narkoba jenis psikotropika satu ini, meliputi:

  • Gangguan jantung
  • Kerusakan pembuluh darah
  • Berkurangnya urine
  • Menghambat penyerapan sejumlah nutrisi
  • Penurunan berat badan
  • Sakit kepala
  • Hilang nafsu makan
  • Rentan perdarahan, terutama pada hidung
  • Mudah gugup dan gelisah
  • Penurunan gairah seksual
  • Kaku otot
  • Gangguan penglihatan
  • Muncul ruam pada kulit
  • Badan gemetar

Baca juga: Mengenal Tramadol, Obat Pereda Nyeri yang Kerap Disalahgunakan sebagai Narkotika

10. Kodein

Kodein merupakan bagian dari obat-obatan opioid dan termasuk narkoba golongan 3. Mengutip Australian Alcohol and Drug Foundation, risiko penggunaan narkoba golongan 3 seperti kodein dapat memunculkan rasa kepuasan, kesenangan, relaksasi, hingga pereda nyeri pada anggota tubuh.

Penggunaan narkotika apapun jenis selalu terdapat risiko dan bahaya yang mengintai, termasuk kodein. Efek samping yang dapat ditimbulkan narkoba golongan 3 satu ini adalah:

  • Mudah gelisah
  • Pusing atau sakit kepala tidak biasa
  • Kebingungan
  • Kaku otot di sejumlah bagian tubuh
  • Penglihatan kabur
  • Muncul ruam pada kulit
  • Sulit buang air kecil

Sedangkan efek yang lebih buruk bisa saja terjadi jika mengalami overdosis, berupa:

  • Kejang
  • Gangguan emosi
  • Mati rasa
  • Halusinasi tinggi
  • Penurunan fungsi otak yang dapat menyebabkan koma hingga kematian

Nah, itulah ulasan lengkap tentang jenis-jenis beserta gambar narkoba, efek samping, penggolongan, hingga bahaya yang menyertainya. Buang rasa penasaranmu untuk memakai narkoba. Sebab, obat-obatan tersebut bersifat candu yang dapat mengakibatkan ketagihan.

Jangan pernah ragu untuk konsultasikan masalah kesehatanmu bersama dokter terpercaya di Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

  1. Australian Government Department of Health, diakses 16 Juni 2020, Types of drugs.
  2. Badan Narkotika Nasional (BNN), diakses 16 Juni 2020, Pengertian Narkoba Dan Bahaya Narkoba Bagi Kesehatan.
  3. WebMD, diakses 16 Juni 2020, Street Drugs: Know the Facts and Risks.
  4. Yayasan Untuk Dunia Bebas Narkoba, diakses 16 Juni 2020, Fakta-fakta Narkoba.
  5. Australian Alcohol and Drug Foundation, diakses 16 Juni 2020, What is codeine?
  6. Kementerian Sosial, diakses 16 Juni 2020, Apa itu narkoba?

    register-docotr