Info Sehat

Jangan Disepelekan, Komplikasi Akibat GERD Bisa Berakibat Fatal!

February 10, 2021 | Arianti Khairina | dr. Debby Deriyanthi
no-image

Saat ini tengah ramai diperbincangkan seputar penyakit GERD atau  gastroesophageal reflux disease. Ini merupakan kondisi di mana asam lambung naik.

Disebut-sebut bahwa penyakit ini bisa memicu komplikasi yang berakibat fatal. Simak penjelasannya yuk!

Apa itu GERD?

Melansir laman Healthline, penyakit asam lambung atau yang biasa disebut GERD adalah kondisi yang menyebabkan asam lambung naik kembali ke kerongkongan. Hal tersebut, memicu sensasi terbakar di dada yang terasa mengganggu. 

Gejala yang dialami bagi penderita GERD sering dianggap sebagai serangan jantung karena sama-sama memicu nyeri di sekitar dada. 

Baca juga: Perbedaan Maag dengan GERD: Ketahui Penyebab, Gejala dan Cara Mengatasinya

Komplikasi apa yang disebabkan oleh GERD?

Dalam beberapa kasus, GERD dapat menyebabkan komplikasi. Beberapa di antaranya bisa menjadi serius, terutama jika tidak segera ditangani. Berikut ini beberapa komplikasi yang terjadi pada penderita GERD seperti dilansir laman Healthline:

Esofagitis

Refluks asam yang sering memicu peradangan di kerongkongan, dikenal sebagai esofagitis. Esofagitis membuat sulit menelan dan terkadang menyakitkan. Gejala lain esofagitis yaitu:

  • Sakit tenggorokan
  • Suara parau
  • Maag

Perlu kamu ketahui bahwa esofagitis kronis yang tidak diobati dapat menyebabkan tukak dan striktur esofagus. Ini juga membuat kamu berisiko terkena kanker esofagus.

Ulkus esofagus

Asam lambung dapat merusak lapisan esofagus, menyebabkan tukak sakit. Jenis ulkus peptikum ini dikenal dengan nama tukak esofagus. Apabila kamu mengalami kondisi ini, umumnya akan menimbulkan gejala, seperti:

  • Sensasi terbakar di area dada 
  • Gangguan pencernaan
  • Nyeri saat menelan
  • Mual
  • Maag
  • Tinja berdarah

Jika tidak diobati, tukak esofagus dapat menyebabkan komplikasi yang lebih serius, seperti perforasi esofagus (lubang di esofagus) atau tukak berdarah.

Striktur esofagus

Tak hanya itu saja, apabila kamu memiliki GERD yang tidak diobati hal itu juga dapat memicu peradangan, jaringan parut, atau pertumbuhan jaringan abnormal (neoplasia) di kerongkongan. Akibatnya, kerongkongan bisa menjadi lebih sempit dan kencang.

Kondisi ini dikenal sebagai striktur esofagus, seringkali membuat menelan sulit atau menyakitkan.

Kemudian juga dapat mempersulit makanan dan cairan untuk mengalir dari kerongkongan ke perut, dan pernapasan bisa terasa sesak.

Dalam beberapa kasus, makanan padat bisa tersangkut di kerongkongan dan meningkatkan risiko tersedak.

Selain itu, apabila kamu mengalami kesulitan untuk menelan makanan dan cairan, ini dapat menyebabkan malnutrisi dan dehidrasi pada tubuh. 

Pneumonia aspirasi

Asam lambung yang naik ke tenggorokan atau mulut bisa terhirup ke paru-paru. Kondisi seperti itu dapat menyebabkan pneumonia aspirasi, yaitu infeksi paru-paru. Beberapa gejalanya yakni: 

  • Demam
  • Batuk 
  • Sakit dada
  • Sesak napas
  • Kelelahan
  • Perubahan warna biru pada kulit
  • Kematian

Pneumonia aspirasi dapat menjadi serius dan bahkan fatal jika tidak ditangani. Perawatan biasanya melibatkan antibiotik dan dalam kasus yang lebih parah mungkin perlu rawat inap.

Esofagus Barrett

Kerusakan yang berkelanjutan pada esofagus yang disebabkan oleh asam lambung dapat memicu perubahan sel pada lapisan esofagus.

Dengan esofagus Barrett, sel skuamosa yang melapisi esofagus bagian bawah digantikan oleh sel kelenjar. Sel-sel ini mirip dengan sel yang melapisi usus. Esofagus barrett berkembang sekitar 10 hingga 15 persen orang yang menderita GERD. 

Kondisi ini cenderung mempengaruhi pria hampir dua kali lebih sering daripada wanita. Ada sedikit risiko bahwa sel kelenjar ini bisa menjadi kanker dan menyebabkan kanker esofagus.

Kanker esofagus

Orang yang menderita GERD berisiko sedikit lebih tinggi terkena jenis kanker esofagus tertentu yang dikenal sebagai adenokarsinoma esofagus. Kanker ini menyerang bagian bawah kerongkongan, dan menyebabkan gejala seperti:

  • Kesulitan menelan 
  • Penurunan berat badan
  • Sakit dada
  • Batuk
  • Gangguan pencernaan yang parah
  • Mulas yang parah

Kanker esofagus seringkali tidak menimbulkan gejala pada tahap awal. Orang biasanya hanya memperhatikan gejala setelah kanker telah mencapai tahap yang lebih lanjut. 

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Healthline.com (2020) diakses pada 9 Februari 2021. Can Acid Reflux Cause Life Threatening Complications?
  2. Webmd.com (2019) diakses pada 9 Februari 2021. Understanding the Basics of GERD
  3. Webmd.com (2020) diakses pada 9 Februari 2021. Complications of Heartburn and GERD 
    Berita Terkait
    register-docotr