Info Sehat

Ini Deretan Tanda dari Tubuh, Kamu Harus Berhenti Konsumsi Makanan Pedas!

April 29, 2021 | Arianti Khairina | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Umumnya orang Indonesia lebih menyukai makanan pedas. Bahkan beberapa di antaranya ada yang menilai bahwa makanan pedas bisa meningkatkan nafsu makan seseorang. 

Namun, jika dikonsumsi berlebihan makanan pedas juga bisa menimbulkan gangguan kesehatan. Apakah ada tanda khusus yang diberikan tubuh agar berhenti mengonsumsi makanan pedas? 

Tanda-tanda seseorang harus berhenti mengonsumsi makanan pedas

Melansir penjelasan dari laman Insider, meskipun semakin populer makanan pedas memiliki sisi negatif yang dapat menyebabkan masalah kesehatan, terutama jika terlalu banyak.

Berikut ini beberapa tanda yang diberikan tubuh agar kamu berhenti mengonsumsi makanan pedas: 

Alami heartburn

Heartburn atau rasa mulas pada perut terjadi ketika asam lambung mengalir kembali ke pipa makanan, dan menyebabkan rasa terbakar di dada.

Paprika pedas, kari pedas, dan makanan pedas lainnya bisa memicu refluks cairan lambung ke esofagus, yang menyebabkan mulas atau heartburn.

Ditambah lagi, banyak makanan pedas mengandung senyawa capsaicin yang memperlambat laju pencernaan. Oleh karena itu, makanan akan bertahan lebih lama di perut, dan meningkatkan risiko mulas.

Timbul jerawat

Makanan pedas memang dapat menyebabkan iritasi kulit yang serius dan juga dapat menyebabkan peradangan pada kondisi kulit yang sudah ada.

Secara khusus, efek samping yang mungkin kamu alami dari makan makanan pedas dapat meningkatkan kemungkinan munculnya jerawat. Usai menyantap makanan pedas, suhu tubuh naik dan menghasilkan keringat yang memicu pelepasan minyak di kulit. 

Kotoran dan bakteri terperangkap oleh minyak tersebut, memperburuk kondisi kulit seperti jerawat.

Ketika makanan pedas menciptakan peradangan di usus, mulai dari sakit perut, refluks asam, atau gejala lainnya terkadang peradangan ini juga terlihat pada kulit dengan kemerahan, jerawat, atau bahkan eksim. 

Diare 

Diare bisa disebabkan oleh makanan yang mengandung minyak, stimulan, dan rempah-rempah. Faktanya, bumbu pedas adalah salah satu sumber diare akibat makanan yang paling umum.

Capsaicin dalam beberapa makanan pedas dapat mengiritasi lapisan lambung atau usus, yang mungkin memiliki efek pencahar pada beberapa orang karena makanan tersebut masuk melalui sistem pencernaan mereka.

Bau mulut 

Salah satu contoh yang paling jelas adalah bawang putih menjadi penyebab bau mulut, tetapi tanpa disadari makanan pedas juga bisa menjadi sumbernya karena masalah pencernaan yang ditimbulkan oleh hidangan ini.

Ketika mengalami mulas, isi perut akan naik kembali ke kerongkongan dan dapat menyebabkan gas berbau tidak sedap keluar dari mulut. 

Baca juga: Mengenal Sleep Hygiene: Metode Ampuh Mengatasi Masalah Insomnia

Alami insomnia

Akibat makanan pedas umumnya banyak orang mengalami rasa mulas, kondisi ini bisa bertambah parah ketika mencoba untuk tidur.

Berbaring memudahkan asam di perut mengalir kembali, dan membakar lapisan esofagus. Karena itu, rasa tidak nyaman akibat mulas bisa membuat kamu kesulitan tidur.

Untuk menghindarinya, usahakan untuk tidak mengonsumsi makanan pedas terlalu larut malam, dan jangan duduk terlalu lama setelahnya. 

Sakit tenggorokan atau kehilangan suara

Makan makanan pedas dapat menyebabkan pita suara terangsang, membuat kamu bersuara parau. Selain mengiritasi tenggorokan, makanan pedas bahkan bisa lebih merusak karena dapat memicu refluks asam.

Memiliki tanda-tanda gastritis akut

Gastritis terjadi ketika lapisan perut meradang dan bisa disebabkan oleh konsumsi makanan pedas. Kebanyakan orang mengalami gastritis akut, datangnya tiba-tiba dan bersifat sementara.

Gejala yang akan kamu rasakan seperti mual, muntah, dan perasaan kenyang di perut bagian atas setelah makan. Untuk menghindari kerusakan pada perut, cobalah untuk mengurangi jumlah makanan pedas yang kamu konsumsi.

Produksi keringat lebih banyak dari biasanya

Berkeringat setelah konsumsi makanan pedas adalah respons yang wajar, jadi jangan khawatir. Bagaimanapun, ini adalah cara tubuh untuk mencoba mendinginkan suhu. Setelah capsaicin dalam makanan pedas mengirimkan sinyal ke otak untuk mengatakan bahwa tubuh kepanasan.

Jika ingin melawan atau mengurangi efek capsaicin, kamu bisa mencoba minum susu. Faktanya, minum atau makan produk susu apa pun bersama dengan makanan pedas bisa menenangkan dan mendinginkan.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Insider.com (2018) diakses pada 28 April 2021. 9 signs you may need to lay off the spicy food
  2. Ncbi.nlm.nih.gov (2015) diakses pada 28 April 2021. Consumption of spicy foods and total and cause specific mortality: population based cohort study
  3. Healthyeating.sfgate.com (2018) diakses pada 28 April 2021. Can Eating Extremely Spicy Food Be Harmful to Your Health? 
    register-docotr