Info Sehat

Ilmuwan Jepang Temukan Cara Tumbuhkan Kembali Gigi yang Patah!

April 7, 2021 | Arianti Khairina | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Ketika sudah dewasa, saat gigi patah atau copot biasanya tidak akan bisa tumbuh lagi. Namun saat ini ditemukan sebuah penelitian baru bahwa ada cara untuk menstimulasi gigi yang patah atau copot. Berikut penjelasannya. 

Penelitian tentang stimulasi pertumbuhan gigi yang patah atau copot 

Melansir penjelasan dari laman Kyoto University, sebuah studi baru oleh para ilmuwan di Universitas Kyoto dan Universitas Fukui, melaporkan bahwa antibodi untuk gen-1 terkait sensitisasi uterus-1 atau USAG-1 dapat merangsang pertumbuhan gigi pada tikus yang menderita agenesis gigi.

Meskipun mulut orang dewasa normal memiliki 32 gigi, sekitar 1 persen populasi memiliki lebih banyak atau lebih sedikit gigi karena kondisi bawaan.

Para ilmuwan telah menyelidiki penyebab genetik dari kasus-kasus yang memiliki terlalu banyak gigi sebagai petunjuk untuk meregenerasi gigi pada orang dewasa.

Menurut Katsu Takahashi, salah satu penulis utama studi dan dosen senior di Sekolah Pascasarjana Kedokteran Universitas Kyoto, molekul fundamental yang bertanggung jawab untuk perkembangan gigi telah diidentifikasi.

Menurut pernyataannya diketahui bahwa morfogenesis gigi individu bergantung pada interaksi beberapa molekul termasuk BMP, atau protein morfogenetik tulang, dan pensinyalan Wnt.

BMP dan Wnt terlibat lebih dari sekedar perkembangan gigi. Mereka memodulasi pertumbuhan banyak organ dan jaringan jauh sebelum tubuh manusia seukuran kismis.

Akibatnya, obat-obatan yang secara langsung memengaruhi aktivitasnya biasanya dihindari, karena efek sampingnya dapat memengaruhi seluruh tubuh.

Baca juga: 6 Cara Mengatasi Gigi Patah dan Detail Prosedur Medisnya

Faktor lain yang menstimulasi pertumbuhan gigi patah

Selain beberapa hal yang disebutkan di atas, penelitian tersebut juga menjelaskan bahwa menargetkan faktor-faktor yang berlawanan dengan BMP dan Wnt secara khusus dalam perkembangan gigi bisa lebih aman, tim tersebut mempertimbangkan gen USAG-1.

Seperti dilansir dari laman Kyoto University, USAG-1 bermanfaat bagi pertumbuhan gigi. Namun ada hal yang masih belum diketahui yaitu, apakah USAG-1 itu cukup untuk mendorong pertumbuhan kembali gigi permanen. 

Oleh karena itu, para ilmuwan menyelidiki efek dari beberapa antibodi monoklonal untuk USAG-1. Antibodi monoklonal biasanya digunakan untuk mengobati kanker, artritis, dan pengembangan vaksin.

USAG-1 berinteraksi dengan BMP dan Wnt. Akibatnya, beberapa antibodi menyebabkan tingkat kelahiran dan kelangsungan hidup tikus yang buruk, menegaskan pentingnya BMP dan Wnt pada pertumbuhan seluruh tubuh.

Namun, satu antibodi yang menjanjikan mengganggu interaksi USAG-1 dengan BMP saja.

Eksperimen dengan antibodi ini mengungkapkan bahwa pensinyalan BMP sangat penting untuk menentukan jumlah gigi pada tikus.

Selain itu, satu kali pemberian sudah cukup untuk menghasilkan satu gigi utuh. Eksperimen selanjutnya menunjukkan manfaat yang sama pada musang.

Apa yang terjadi jika mengabaikan gigi yang patah atau copot?

Jika kehilangan satu atau lebih gigi di bagian belakang mulut, kamu mungkin berpikir itu bukan masalah besar karena tidak memengaruhi senyum atau penampilan. 

Namun, di depan atau belakang, jika kamu memilih untuk menunda atau menghindari untuk segara mengatasinya, hal ini dapat menyebabkan masalah kesehatan mulut yang lebih serius, dan justru mengakibatkan perawatan yang lebih ekstensif dan mahal.

Kerusakan gigi dan penyakit gusi

Jika gigi mulai bergeser karena adanya celah, kamu mungkin tidak dapat menjangkau semua permukaan gigi saat menyikat dan membersihkan gigi dengan benang. Hal itu dapat menyebabkan pembentukan plak atau bakteri. 

Tidak hanya membahayakan kesehatan mulut , tetapi juga dapat membahayakan kesehatan tubuh secara keseluruhan, dengan penyakit gusi yang terkait dengan kondisi kesehatan yang lebih serius termasuk penyakit jantung dan diabetes.

Gigi tidak sejajar

Gigi secara alami mendukung satu sama lain, jadi jika salah satu gigi hilang, hal itu dapat menyebabkan gigi yang berdekatan bersandar dan bergeser ke celah.

Pergeseran ini dapat menyebabkan efek domino pada sisa gigi, yang pada akhirnya menyebabkan semua gigi di sekitarnya mulai condong ke ruang tersebut.

Seiring waktu, hal ini dapat menyebabkan senyum bengkok, masalah gigitan, nyeri sendi, dan sakit kepala. Gigi menjadi tidak sejajar, sehingga lebih sulit untuk dibersihkan di antaranya, yang dapat menyebabkan kerusakan gigi yang parah.

Keropos tulang

Kamu mungkin tidak mengetahui hal ini, tetapi gigi membantu menopang tulang rahang dengan merangsang pertumbuhan tulang.

Ketika satu atau lebih gigi tanggal, tulang di area tersebut tidak lagi mendapat rangsangan yang dibutuhkan untuk tumbuh, yang mengakibatkan pengeroposan tulang.

Seiring waktu, pengeroposan tulang ini dapat menyebabkan rahang menyusut, sehingga kurang stabil untuk menopang gigi yang tersisa dan pada akhirnya mengubah bentuk wajah dan senyuman. 

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Kyoto-u.ac.jp (2021) dakses pada 6 April 2021. Antibody for USAG-1 shown to stimulate tooth growth
  2. Tandaradental.com.au (2019) diakses pada 6 April 2021. What Happens When You Lose a Tooth?
  3. Dentalchoice.ca (2021) diakses pada 6 April 2021. What to Do If Your Permanent Tooth Is Loose 
    register-docotr