Info Sehat

Moms, Berikut Jenis Ikan yang Mengandung Merkuri Lho! Yuk Cegah Efek Buruknya

March 6, 2021 | Ajeng Dwiri Banyu | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Ikan merupakan bagian penting dari makanan sehat. Namun ikan yang mengandung merkuri tanpa sadar dikonsumsi padahal sangat berbahaya untuk kesehatan tubuh. Sayangnya hampir semua ikan mengandung jejak merkuri.

Bagi kebanyakan orang, jumlah merkuri yang sedikit biasanya tidak menimbulkan masalah kesehatan. Namun, beberapa ikan mengandung merkuri dalam jumlah tinggi dapat menyebabkan kerusakan, misalnya pada janin.

Karena itu, konsumsi ikan harus diperhatikan sebelum menyebabkan masalah kesehatan serius akibat merkuri. Nah, untuk mengetahui beberapa ikan yang mengandung merkuri lebih lanjut yuk simak penjelasan berikut.

Baca juga: Jamur Tumbuh di Selangkangan? Yuk, Kenali Penyebab, Ciri Serta Cara Mengatasinya

Apa saja ikan yang mengandung merkuri?

Terdapat tiga jenis merkuri, yakni organik, anorganik, dan unsur atau logam. Kadar merkuri juga dapat meningkat secara bertahap pada orang dewasa yang akhirnya membahayakan kesehatan.

Beberapa ikan yang mengandung merkuri sesuai levelnya, antara lain sebagai berikut:

Ikan yang mengandung merkuri rendah

Menurut U.S Food & Drug Administration atau FDA, ada banyak jenis ikan yang cenderung memiliki kadar merkuri rendah. Karena itu, kamu dapat dengan aman makan dua hingga tiga porsi ikan dalam seminggu.

Namun, wanita hamil dan menyusui serta anak kecil tidak boleh makan lebih dari 12 ons atau dua porsi dalam seminggu.

Beberapa ikan rendah merkuri, seperti teri, ikan lele, kerang, kepiting, udang karang, croaker atau atlantik, haddock, ikan herring, makarel, tiram, sarden, udang, dan cumi-cumi.

Ikan yang mengandung merkuri sedang

Ikan dengan merkuri sedang juga aman untuk dikonsumsi, namun harus dengan porsi tepat. Biasanya, kamu bisa mengonsumsi ikan dengan kandungan merkuri sedang sekitar enam porsi atau kurang per bulan.

Namun, wanita hamil dan menyusui serta anak kecil harus menghindari beberapa ikan seperti ikan kod (alaska), lobster, mahi-mahi, tuna, kakap, serta sejenis ikan pecak. Pastikan untuk mengetahui jenis ikan sebelum mengonsumsinya, terutama dalam jumlah banyak.

Ikan dengan merkuri tinggi

Beberapa ikan yang lebih besar mengandung tingkat merkuri lebih tinggi. Ikan jenis ini dapat berkontribusi pada tingkat merkuri yang berpotensi berbahaya dalam tubuh jika dikonsumsi secara berlebihan.

Dianjurkan untuk makan hanya tiga porsi atau kurang dari jenis ikan dengan merkuri tinggi per bulan.

Wanita hamil dan menyusui serta anak kecil harus menghindari sepenuhnya beberapa ikan yang mengandung merkuri tinggi, seperti bluefish, kerapu, makarel, sablefish, dan ikan sirip kuning.

Menurut Natural Resources Defense Council atau NRDC, ada beberapa ikan yang sangat tinggi dengan merkuri dan harus dihindari sama sekali terutama bluefish dan kerapu.

Selain itu, FDA merekomendasikan bahwa orang dewasa dan anak-anak harus menghindari makan ikan besar. Beberapa ikan besar yang dimaksud, yakni king mackerel, marlin, orange roughy, hiu, ikan todak, tilefish atau dari Teluk Meksiko, dan tuna (bigeye, ahi).

Jika tidak sengaja mengonsumsi ikan bermerkuri, maka perlu mengetahui cara mencegah efek buruknya.

Bagaimana cara mencegah efek buruk akibat merkuri?

Cara terbaik untuk mencegah keracunan merkuri dalam makanan adalah dengan memerhatikan jumlah dan jenis ikan yang dikonsumsi. Beberapa tips mencegah efek buruk akibat mengonsumsi ikan dengan merkuri, antara lain sebagai berikut:

  • Konsumsi ikan yang lebih besar cukup sesekali saja.
  • Hindari ikan yang mengandung merkuri tingkat tinggi jika sedang hamil.
  • Ikuti pedoman penyajian ikan dan makanan laut untuk anak-anak, yakni anak-anak di bawah 3 tahun dapat makan 1 ons dan usia 4 hingga 7 tahun sekitar 2 ons ikan.
  • Pilihlah sushi yang menggunakan ikan bermerkuri rendah.
  • Waspadai peringatan ikan di daerah, terutama jika sering memancing makanan laut sendiri.
  • Lakukan tes merkuri darah atau urine sebelum hamil.
  • Cuci tangan segera jika merasa telah terpapar merkuri dalam bentuk lain.

Perlu diketahui, tidak ada obat untuk keracunan merkuri. Cara terbaik untuk mengatasi keracunan adalah dengan mengurangi konsumsi makan laut yang mengandung merkuri. Jika kadar merkuri sudah mencapai titik tertentu, dokter akan meminta untuk melakukan terapi kelasi.

Baca juga: 6 Makanan Penyebab Bau Badan: Bawang hingga Daging Merah

Pastikan untuk mengecek kesehatan kamu dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  1. Webmd, diakses 26 Februari 2021. What You Need to Know about Mercury in Fish and Shellfish
  2. Very Well Fit (2021), diakses 26 Februari 2021. Know Mercury Levels to Choose Safer Seafood
  3. Healthline (2018), diakses 26 Februari 2021. Understanding Mercury Poisoning
  4. FDA, diakses 26 Februari 2021. Mercury Levels in Commercial Fish and Shellfish (1990-2012)
    register-docotr