Info Sehat

Hati-hati Alat Makan Berbahan Melamin Bisa Picu Penyakit Serius Lho

January 5, 2021 | Muhammad Hanif S. | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Dari banyak jenis peralatan makan, perkakas yang terbuat dari melamin masih diminati oleh sebagian orang, terutama ibu rumah tangga. Tapi, tahukah kamu bahwa ada bahaya yang bisa mengintai kesehatan dari penggunaan alat makan tersebut?

Nah, untuk mengetahui lebih dalam tentang apa saja dampak melamin pada tubuh, simak ulasan lengkapnya berikut ini, yuk!

Sekilas tentang peralatan makan melamin

Melamin adalah senyawa berbahan dasar nitrogen yang digunakan oleh banyak produsen dalam produksi sejumlah produk, terutama peralatan makan dengan komponen utama plastik.

Mengutip Centre for Food Safety, peralatan makan berbahan melamin sering dipilih masyarakat karena lebih ekonomis, memiliki daya tahan lama, dan tidak mudah pecah. Melamin sendiri juga sering dipakai sebagai peralatan makan anak-anak.

Baca juga: 7 Makanan yang Tidak Boleh Dipanaskan Kembali: Bisa Picu Penyakit & Keracunan

Amankah peralatan makan berbahan melamin?

Hal yang ditakutkan dari penggunaan peralatan makan berbahan melamin adalah ketika tercampur pada makanan. Senyawa melamin dikhawatirkan dapat mengontaminasi makanan ketika terpapar suhu panas. Akibatnya, tanpa disadari, kandungan tersebut ikut tertelan ke dalam tubuh.

Selain itu, berdasarkan pengujian yang dilakukan oleh Food and Drug Administration (FDA), makanan bersifat asam seperti jeruk dan tomat cenderung memiliki tingkat migrasi melamin yang lebih tinggi.

FDA menyatakan, jika digunakan sebagai wadah makanan biasa yang tidak memenuhi dua unsur di atas (bersuhu tinggi dan bersifat asam), peralatan berbahan melamin masih aman untuk dipakai.

Melamin akan berbahaya jika terpapar suhu di atas 120°C seperti pada oven. Menurut FDA, wadah plastik memang tidak disarankan untuk dipakai memanggang atau memanaskan makanan di microwave.

Bahaya dan risiko kesehatan

Bocornya senyawa melamin ke dalam makanan adalah satu hal yang harus diperhatikan. Sebab, itu dapat membawa dampak negatif pada tubuh dan kesehatan.

Mengonsumsi makanan yang sudah terkontaminasi dengan kadar melamin tinggi bisa meningkatkan risiko gangguan ginjal, terutama pembentukan kristal yang sering disebut batu ginjal.

Menurut International Agency for Research on Cancer (IARC) yang telah meneliti potensi kandungan karsinogenik (pemicu kanker) pada tujuh senyawa kimia, melamin merupakan salah satu zat yang bisa menyebabkan tumor.

Ciri-ciri ‘keracunan’ melamin

Istilah keracunan digunakan pada kondisi ketika seseorang menelan melamin yang telah mengontaminasi makanan. Dari sebagian besar penelitian dengan objek hewan, seperti dikutip dari Healthline, ada beberapa tanda keracunan melamin yang bisa diamati, di antaranya:

  • Darah dalam urine
  • Nyeri di area panggul
  • Tekanan darah tinggi
  • Mudah marah
  • Pengurangan produksi urine
  • Tidak bisa menahan buang air kecil

Jika muncul lebih dari satu tanda gejala di atas, maka segera cari pertolongan medis untuk penanganan yang tepat.

Tips aman menggunakan peralatan makan bermelamin

Ada beberapa tips yang bisa diterapkan saat menggunakan peralatan makan berbahan dasar melamin agar tak mengalami keracunan, yaitu:

  • Gunakan peralatan sesuai dengan instruksi produk.
  • Jangan gunakan alat makan yang pecah atau rusak pada permukaannya.
  • Hindari memasak atau memanaskan makanan dengan peralatan yang terbuat dari melamin, termasuk pada oven.
  • Jangan pakai peralatan berbahan melamin untuk menampung minyak panas, makanan yang digoreng, serta yang bersifat sangat asam.
  • Saat mencucinya, hindari memakai sabun atau deterjen bersifat abrasif atau bahan kimia yang kuat, karena dapat merusak permukaan alat makan tersebut.

Alternatif alat makan lainnya

Meski FDA telah menyatakan bahwa penggunaan normal masih aman, namun kamu perlu mempertimbangkan sejumlah opsi alternatif. Sebab, sebagian besar kasus keracunan melamin terjadi dari kontaminasi yang tak disadari.

Alih-alih menggunakan alat makan berbahan melamin, kamu dapat memilih dan memakai:

  • Peralatan makan yang terbuat dari bahan keramik
  • Wadah kaca
  • Piring enamel
  • Peralatan makan dari bambu (tidak tahan oven)
  • Piring baja tahan karat (tidak tahan oven)
  • Panci dan wajan logam antilengket

Biasanya, produsen memberi label pada sejumlah produk di atas dengan tulisan “bebas melamin atau plastik”.

Nah, itulah ulasan tentang peralatan makan dari melamin dan risiko yang bisa ditimbulkan pada tubuh. Untuk meminimalkan kondisi serius yang merugikan kesehatan, ada baiknya gunakan beberapa alternatif seperti yang telah disebutkan, ya!

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

  1. Healthline, diakses 4 Januari 2021, What Is Melamine and Is It Safe to Use in Dishware?
  2. Centre for Food Safety, diakses 4 Januari 2021, Melamine-ware and Food Safety.
  3. Food and Drug Administration (FDA), diakses 4 Januari 2021, Melamine in Tableware Questions and Answers.
  4. Springer Link, diakses 4 Januari 2021, The effects of pH on the migration of melamine from children’s bowls.
  5. National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses 4 Januari 2021, Some chemicals that cause tumours of the urinary tract in rodents.

    register-docotr