Info Sehat

Digigit Anjing Liar Bikin Panik? Kenali Dulu Gejala Rabies pada Manusia Berikut Ini!

September 25, 2020 | Richaldo Hariandja | dr. Raja Friska Yulanda
no-image

Gejala rabies pada manusia terkadang tidak langsung muncul dalam waktu dekat setelah kamu digigit anjing yang menderita penyakit ini. Gejala dan tanda dari penyakit ini bisa datang dalam hitungan hari ataupun tahunan, lho.

Penyakit rabies ini sendiri merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus yang bisa dicegah dengan menggunakan vaksin.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), infeksi rabies menyebabkan kematian ribuan orang setiap tahunnya. Kebanyakan terjadi di Asia dan Afrika.

Penyebab penyakit rabies

Munculnya gejala dan penyakit rabies pada manusia umumnya disebabkan oleh gigitan dari anjing atau hewan lain yang sudah terlebih dahulu menderita penyakit ini. Dan sebanyak 99 persen penyebaran rabies disebabkan oleh gigitan anjing.

WHO mencatat sekitar 40 persen orang yang digigit oleh binatang yang mengidap penyakit ini adalah anak-anak di bawah 15 tahun. Untuk itu, penting agar kamu melakukan vaksinasi terhadap hewan peliharaan, terutama anjing dan mencegah gigitan mereka.

Gejala rabies pada manusia

Masa inkubasi rabies biasanya berlangsung selama 2-3 bulan namun dapat berlangsung lebih lebih cepat atau bahkan lebih lama, mulai dari 1 minggu hingga satu tahun. Itu sebabnya munculnya gejala rabies pada manusia ini bervariasi.

Faktor-faktor yang menyebabkan masa inkubasi ini berbeda-beda adalah lokasi masuknya virus serta berapa banyak virus yang masuk pada saat tergigit.

Gejala awal rabies pada manusia adalah sensasi geli, gatal atau seperti tertusuk-tusuk di lokasi gigitan. Kamu pun akan akan merasakan gejala seperti flu di tahap awal perkembangan penyakit ini.

Gejala awal

Di tahap awal perkembangan penyakit ini, setidaknya di masa 10 hari virus berkembang, kamu akan merasakan hal-hal berikut ini:

  • Tubuh menjadi lemah, demam, sakit kepala dan mudah merasa marah atau terganggu
  • Kehilangan nafsu makan, mual-mual dan muntah
  • Nyeri, mati rasa, atau sensasi terbakar atau kesemutan dari tempat gigitan yang perlahan menyebar ke area lain
  • Gatal-gatal yang berlebihan di lokasi gigitan hewan yang mengidap rabies

Gejala lanjutan

Saat penyakit rabies berkembang, ia bisa juga menyerang otak sehingga menyebabkan gejala lanjutan sebagai berikut:

  • Kebingungan atau insomnia
  • Pusing, pandangan menjadi ganda atau berhalusinasi melihat sesuatu yang sebenarnya tidak ada
  • Gelisah, resah, dan hiperaktivitas yang meningkat karena kehausan, ketakutan melihat cahaya atau mendengar sesuatu yang bising
  • Kejang atau berkedut
  • Bicara cadel, mengeluarkan air liur, memiliki masalah untuk menelan dan takut air
  • Kelelahan, kram otot atau kesulitan bergerak
  • Salah satu sisi tubuh atau wajah menjadi lemah

Beberapa orang yang terkena rabies bisa menghasilkan banyak air liur dan otot di tenggorokannya bisa mengejang sehingga mereka kesulitan untuk menelan. Kondisi ini dapat menimbulkan buih di mulut, suatu kondisi yang selama ini sering dikaitkan dengan penyakit ini.

Saat virus berlanjut menyerang tubuh, ada dua kemungkinan kondisi yang dapat berkembang yaitu:

Furious rabies

Gejala hiperaktivitas yang sudah dijelaskan di atas adalah tanda penyakit furious rabies pada manusia. Perilaku kamu akan berubah menjadi bersemangat, hydrophobia atau takut air dan terkadang bisa aerophobia atau takut terhadap udara segar.

Kondisi ini dapat menyebabkan kematian dalam beberapa hari karena berhentinya kardio dan pernapasan.

Paralytic rabies

WHO mencatat tipe rabies ini terjadi pada 30 persen kasus rabies yang terjadi pada manusia. Tipe rabies ini tidak sedramatis dan biasanya terjadi lebih lama daripada tipe furious rabies.

Koma juga dapat terjadi karena rabies tipe ini, lalu akan berujung pada kematian.

Cara tepat menangani rabies

Tujuan utama penanganan penyakit ini adalah mencegah penyebaran virus di dalam tubuh. Semakin cepat penyakit ini ditangani, maka dapat mencegah perkembangan penyakit ini dan meninggikan peluang kamu untuk sembuh.

Beberapa cara untuk mengatasi penyakit ini antara lain:

  • Bersihkan luka gigitan
  • Kamu mungkin membutuhkan vaksin rabies
  • Kamu bisa menggunakan obat rabies immune globulin untuk menyerang virus yang masuk

Demikianlah gejala dari penyakit rabies ini. Penyakit ini jangan dibiarkan, karena bisa berujung pada kematian.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. WHO (2020) Diakses 23 September 2020. Rabies
  2. Kidshealth (2019) Diakses 23 September 2020. Rabies
  3. Healthline (2018) Diakses 23 September 2020. Rabies
  4. Drugs.com (2020) Diakses 23 September 2020.  Rabies
    Berita Terkait
    register-docotr