Info Sehat

Sering Salah Diagnosis, Ini Gejala Malaria yang Perlu Kamu Waspadai!

December 3, 2020 | Richaldo Hariandja | dr. Raja Friska Yulanda
no-image

Mencari pertolongan medis sesegera mungkin saat kamu mengalami gejala malaria adalah hal yang penting. Apalagi jika kamu baru saja bepergian dari wilayah yang memiliki kejadian penyakit ini.

Gejala malaria terkadang timbul dengan sangat ringan dan sulit diidentifikasi. Lantaran beberapa di antaranya mirip dengan infeksi bakteri lain dan seperti gejala penyakit flu.

Baca Juga: Malaria

Apa penyebab malaria?

Malaria merupakan penyakit yang bisa merenggut nyawa dan disebabkan oleh parasit yang disebarkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina. 

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut 2 dari 5 parasit yang menyebabkan malaria pada manusia, yaitu Plasmodium falciparum dan Plasmodium vivax merupakan yang paling berbahaya.

Situs kesehatan Mayoclinic menyebut jenis malaria yang menyebabkan komplikasi serius umumnya ditemukan di negara-negara benua Afrika yang berada di sebelah selatan Gurun Sahara, anak benua Asia, Papua Nugini, Republik Dominika dan Haiti.

Gejala malaria

Gejala malaria dibagi menjadi dua kategori, yaitu:

Malaria sederhana

Diagnosis gejala malaria ini diberikan dokter ketika gejala yang timbul tidak menunjukkan adanya infeksi yang berat atau disfungsi organ vital. Tipe ini akan menjadi malaria berat kalau tidak ditangani atau kalau kamu tidak memiliki imunitas yang baik.

Gejala malaria sederhana ini biasanya berlangsung selama 6 hingga 10 jam dan berulang setiap dua hari. Tapi beberapa parasit ada yang memiliki siklus lebih panjang dan menyebabkan gejala yang lebih beragam.

Biasanya gejala ini tidak terdiagnosis bahkan salah diagnosis sebagai malaria karena gejalanya mirip dengan penyakit flu. Pada tipe ini, gejala yang timbul akan berkembang sebagai berikut:

  • Sensasi kedinginan hingga menggigil
  • Demam, sakit kepala dan muntah-muntah
  • Beberapa orang mengalami kejang-kejang
  • Berkeringat dan suhu badan nantinya akan kembali menjadi normal
  • Letih dan lelah.

Malaria berat

Pada malaria berat, bukti klinis dan laboratorium menunjukkan tanda-tanda adanya disfungsi organ vital. WHO mendefinisikan malaria berat ini sebagai sebuah kondisi yang memiliki tingkat kematian yang tinggi.

Gejala klinis dari penyakit ini adalah sebagai berikut:

  • Durasi penyakit pada orang dewasa mencapai 5-7 hari sedangkan anak-anak hanya 1-2 hari saja
  • Kesulitan bernapas
  • Kejang
  • Posturing atau adanya pergerakan di tangan dan kaki yang tidak normal karena cedera di otak. Kondisi ini umum terjadi pada pasien anak
  • Kelelahan secara fisik dan mental
  • Adanya masalah neurologis setelah terkena malaria serebral, biasanya terjadi pada pasien anak
  • Sakit kuning, umumnya terjadi pada pasien dewasa
  • Hipoglikemia atau gula darah rendah pada pasien anak
  • Asidosis metabolik
  • Gagal ginjal
  • Perdarahan atau masalah pada pembekuan darah
  • Adanya infeksi bakteri lain, kondisi ini normal dialami pasien anak
  • Pada kondisi langka, bisa terjadi edema paru.

Sedangkan untuk gejala laboratorium adalah:

  • Anemia berat
  • Hipoglikemia
  • Asidosis
  • Kadar asam laktat dalam darah yang tinggi
  • Gangguan ginjal
  • Kepadatan parasit yang tinggi dalam darah (hiperparasitemia).

Baca Juga: Waspada! Ini 3 Penyakit yang Paling Sering Muncul Akibat Banjir

Pencegahan dan penanganan malaria

Malaria merupakan penyakit yang bisa dicegah dan ditangani. Diagnosis dini dan penanganan malaria dapat mengurangi penyakit ini dan potensi kematiannya, selain itu, langkah tersebut juga berkontribusi terhadap pengurangan penyebaran penyakit ini.

Penanganan yang paling baik, terutama untuk malaria Plasmodium falciparum adalah dengan menggunakan kombinasi terapi artemisinin (ACT). obat-obat antimalaria juga bisa digunakan untuk mencegah penyakit ini.

Jika ingin bepergian ke wilayah yang membuat kamu berpotensi tertular penyakit ini, maka kamu bisa mencegahnya dengan menggunakan chemoprophylaxis. Gunakan juga pakaian yang dapat melindungi kulit dari potensi gigitan nyamuk.

Kamu pun bisa gunakan losion antiserangga di kulit dan pakaian sebagai langkah pencegahan. Jangan lupa untuk tidur di bawah jaring yang dapat melindungi kamu dari potensi paparan nyamuk.

Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter kami melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. WHO, diakses 22 November 2020. Severe Malaria
  2. WHO, diakses 22 November 2020. Malaria
  3. Severe Malaria Observatory, diakses 22 November 2020. Severe malaria symptoms
  4. MedicalNewsToday, diakses 22 November 2020. What to know about malaria
  5. National Health Service, diakses 22 November 2020. Symptoms Malaria
  6. Mayoclinic, diakses 22 November 2020. Malaria
    Berita Terkait
    register-docotr