Info Sehat

Tak Hanya Demam Tinggi, Ini Deretan Gejala Chikungunya yang Melumpuhkan!

January 22, 2021 | Arianti Khairina | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Virus chikungunya menginfeksi manusia melalui gigitan nyamuk. Ini menyebabkan demam dan nyeri sendi. Walaupun jarang berakibat fatal, tetapi gejala chikungunya bertahan lama, dan melumpuhkan.

Apa itu virus chikungunya?

Dilansir dari Mayo Clinic, chikungunya adalah penyakit virus yang ditularkan oleh nyamuk yang menyebabkan demam secara tiba-tiba dan nyeri pada bagian sendi dengan tingkat yang parah. 

Tidak ada vaksin untuk mencegah demam chikungunya, dan tidak ada pengobatan antivirus yang efektif. Namun, penyakit ini jarang menyebabkan komplikasi serius. 

Perawatan yang ada biasanya hanya untuk meredakan gejala dengan cara istirahat, konsumsi banyak cairan. Tak ketinggalan juga mengonsumsi beberapa obat-obatan seperti, asetaminofen dan ibuprofen untuk meredakan nyeri sendi serta demam.

Dahulu, penyakit virus chikungunya ini dianggap sebagai penyakit di daerah tropis saja. Namun saat ini kasus-kasusnya juga bisa menyerang lebih dari seperempat negara di dunia. 

Virus chikungunya sebagian besar ditularkan melalui gigitan nyamuk betina yang terinfeksi. Secara umum, itu tidak dianggap menular. Namun, dalam kasus yang jarang terjadi, virus dapat ditularkan melalui kontak dengan darah individu yang terinfeksi.

Gejala chikungunya

Kebanyakan orang yang terinfeksi virus chikungunya akan mengalami beberapa gejala. Gejala chikungunya biasanya mulai timbul saat 3–7 hari setelah digigit nyamuk yang terinfeksi.

Virus ini menyebabkan demam yang berlangsung beberapa hari dan nyeri sendi yang bisa berlangsung berminggu-minggu atau berbulan-bulan.

Gejala virus chikungunya mirip dengan gejala penyakit lain seperti demam berdarah. Seperti dilansir dari Medical News Today, gejala yang paling umum terjadi adalah:

  • Demam (kadang-kadang setinggi 104 ° F)
  • Nyeri sendi
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Ruam
  • Bengkak di sekitar persendian.

Penyakit chikungunya umumnya, tidak sampai mengakibatkan kematian, tetapi gejalanya bisa parah dan melumpuhkan. Kebanyakan pasien merasa lebih baik dalam waktu seminggu. 

Orang yang berisiko terkena penyakit ini dengan gejala yang lebih parah yaitu bayi baru lahir, orang dewasa yang berumur ≥65 tahun, dan orang dengan kondisi medis seperti tekanan darah tinggi, diabetes, atau penyakit jantung. 

Namun perlu juga kamu ketahui, bahwa setelah seseorang terinfeksi, kemungkinan besar akan terlindungi dari infeksi di masa mendatang.

Diagnosis

Hanya tes darah yang dapat mendiagnosis chikungunya secara pasti karena gejalanya tidak selalu mudah dibedakan dari kondisi lain.

Penting untuk segera menyembuhkan demam berdarah secepat mungkin karena tingkat kematiannya lebih tinggi hingga 50 persen jika tidak diobati, dibandingkan dengan 0,1 persen untuk chikungunya.

Jika seseorang dengan gejala yang diuraikan di atas baru-baru ini mengunjungi daerah di mana salah satu dari penyakit ini umum terjadi, mereka harus mengunjungi dokter secepat mungkin untuk segera mendapatkan pengobatan yang tepat. 

Pengobatan

Kebanyakan pasien sembuh dari demam dalam seminggu, tetapi nyeri sendi telah diketahui berlangsung selama berbulan-bulan.

Bahkan setelah 1 tahun, 20 persen pasien yang telah mengalami penyakit virus chikungunya ini melaporkan terus merasakan nyeri sendi berulang.

Dilansir dari CDC, tidak ada vaksin untuk mencegah atau obat untuk mengobati virus chikungunya. Jadi kamu dapat mengatasi beberapa gejalanya dengan melakukan:

  • Beristirahatlah yang banyak
  • Minumlah cairan untuk mencegah dehidrasi
  • Minum obat seperti acetaminophen (Tylenol) atau parasetamol untuk menurunkan demam dan nyeri
  • Jangan mengonsumsi aspirin dan obat antiinflamasi nonsteroid lainnya (OAINS sampai demam berdarah dapat disangkal untuk mengurangi risiko perdarahan).
  • Jika kamu minum obat untuk kondisi medis lain, bicarakan dengan dokter sebelum minum obat tambahan
  • Jika kamu mengidap chikungunya, cegah gigitan nyamuk untuk minggu pertama penyakit.

Selama minggu pertama infeksi, virus chikungunya dapat ditemukan di dalam darah dan ditularkan dari orang yang terinfeksi ke nyamuk melalui gigitan nyamuk. Nyamuk yang terinfeksi kemudian dapat menyebarkan virus ke orang lain.

Baca juga: Sering Nyeri Sendi, Waspadai Flu Tulang alias Chikungunya!

Tindakan pencegahan 

Melansir penjelasan dari Medical News Today, mengingat cara utama penularan chikungunya adalah melalui gigitan nyamuk, metode pencegahan terbaik adalah meminimalkan kontak dengan nyamuk. Langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah chikungunya meliputi:

  • Menggunakan obat nyamuk yang mengandung picaridin pada kulit dan pakaian.
  • Mengenakan pakaian yang menutupi seluruh tubuh.
  • Sebisa mungkin tetap berada di dalam ruangan, terutama saat pagi dan sore hari.
  • Menghindari bepergian ke daerah yang mengalami wabah.
  • Menggunakan produk yang mengandung minyak lemon eucalyptus atau PMD (p-Menthane-3,8-diol), kandungan tesebut bisa efektif.
  • Menggunakan AC guna mencegah nyamuk memasuki kamar.
  • Menggunakan obat nyamuk bakar dan alat penguap insektisida.

Meski chikungunya sangat jarang berakibat fatal, gejalanya menyusahkan dan bisa berumur panjang. Jadi beberapa tindakan pencegahan di atas bisa sangat membantu.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Medicalnewstoday.com (2017) diakses pada 13 Januari 2021. Chikungunya: What you need to know
  2. Mayoclinic.org (2020) diakses pada 13 Januari 2021. What is chikungunya fever, and should I be worried?
  3. Cdc.gov (2018) diakses pada 13 Januari 2021. Symptoms, Diagnosis, & Treatment 
    register-docotr