Info Sehat

Muncul Garis Hitam di Mata, Normal atau Berbahaya?

May 12, 2021 | Nik Nik Fadlah | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Garis hitam di mata (eye floaters) adalah bintik kecil yang menghalangi bidang penglihatan. Pada penglihatan, floaters akan tampak seperti melayang. Bentuknya dapat berupa titik hitam, garis, atau bahkan tampak seperti benang.   

Garis hitam di mata biasanya muncul ketika kamu menatap permukaan polos yang terang, seperti langit, objek reflektif, atau kertas kosong. Floaters dapat terjadi di salah satu mata atau kedua mata.

Lalu, apa penyebab dari kondisi ini? Bagaimana pengobatannya? Yuk, simak selengkapnya di bawah ini.

Baca juga: Dampak Menonton TV Terlalu Dekat, Benarkah Dapat Merusak Mata si Kecil?

Apa penyebab garis hitam di mata?

Perlu kamu ketahui bahwa garis hitam di mata dapat terjadi akibat proses pertambahan usia atau kondisi medis tertentu. Nah, agar kamu lebih memahaminya, berikut ini adalah beberapa penyebab dari garis hitam di mata.  

1. Usia

Seiring dengan pertambahan usia, vitreous atau zat bening seperti gel yang terdapat di dalam rongga bola mata mengalami perubahan. Seiring dengan waktu, sebagian vitreous mencair, yang mana menyebabkannya menarik diri dari permukaan dalam bola mata.

Ketika vitreous menyusut dan mengendur, vitreous akan bertambah padat dan menjadi berserabut. Kemudian, sisa-sisa dari vitreous yang menggumpal dapat menghalangi sebagian cahaya yang melewati mata. Akibatnya, hal tersebut menghasilkan bayangan kecil pada retina.  

2. Peradangan

Selain faktor usia, garis hitam di mata juga bisa terjadi akibat peradangan di bagian belakang mata. Posterior uveitis adalah peradangan pada lapisan uvea yang terdapat di belakang mata. Kondisi ini dapat disebabkan oleh infeksi, penyakit peradangan, atau bahkan penyebab lainnya.

3. Perdarahan pada mata

Perdarahan pada vitreous dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti diabetes, hipertensi, penyumbatan pada pembuluh darah, atau trauma pada mata. Sel darah yang muncul akibat perdarahan dapat terlihat sebagai floaters.

4. Robekan pada retina

Robekan pada retina dapat terjadi ketika vitreous yang mengendur menarik retina. Kondisi ini perlu segera diobati.

Sebab, jika tidak segera diobati robekan retina bisa menyebabkan akumulasi cairan di belakang retina yang menyebabkan retina terlepas dari bagian belakang mata. Hal tersebut dapat berisiko menyebabkan kehilangan penglihatan.

Baca juga: Retina Terlepas? Simak, Begini Penyebab dan Gejala Awal yang Bisa Dideteksi!

5. Operasi dan pengobatan mata

Obat-obatan tertentu yang disuntikkan ke dalam vitreous dapat menyebabkan gelembung udara terbentuk. Gelembung ini dapat terlihat seperti bayangan hingga mata menyerap pengobatan tersebut.

Tak hanya itu, operasi vitreoretinal tertentu menambahkan gelembung minyak silikon ke dalam vitreous yang mana dapat terlihat seperti floaters.

Apakah garis hitam di mata berbahaya?

Dikutip dari eb MD, garis hitam di mata dapat datang dan pergi dan biasanya tidaklah berbahaya. Namun, kondisi ini dapat mengganggu penglihatan.

Akan tetapi, eye floaters juga dapat menjadi pertanda dari masalah yang mendasari, seperti kerusakan pada retina dan ini harus diwaspadai. sebaiknya, segeralah hubungi dokter apabila:

  • Floaters tidak kunjung hilang
  • Ada lebih banyak floaters dibandingkan dengan biasanya
  • Terdapat kilatan cahaya
  • Terdapat bayangan gelap di bagian peripheral atau sisi penglihatan
  • Mata terasa sakit

Gejala yang sudah disebutkan di atas dapat menjadi tanda dari kerusakan yang lebih serius pada retina. Kondisi ini harus mendapatkan penanganan medis dengan segera.

Cara menghilangkan garis hitam di mata

Pada kebanyakan kasus, kondisi ini tidak memerlukan pengobatan yang spesifik. Akan tetapi, pada kasus eye floaters yang disebabkan oleh kondisi medis mendasari, seperti perdarahan atau peradangan pada mata, ini memerlukan penanganan tepat.

Adapun beberapa pilihan pengobatan dari kondisi ini dapat termasuk:

1. Operasi

Dalam kasus yang jarang terjadi floaters dapat berbentuk sangat padat dan berpotensi mengganggu penglihatan. Pada kasus ini, prosedur virektomi diperlukan.

Pada prosedur virektomi, pengangkatan gel vitreous akan dilakukan. Kemudian, gel vitreous akan diganti dengan larutan untuk membantu mata mempertahankan bentuknya. Namun, prosedur ini memiliki beberapa risiko yang perlu diperhatikan, seperti perdarahan dan robekan pada retina.

2. Perawatan laser

Dilansir laman Mayo Clinic, pada prosedur ini laser khusus akan diarahkan pada floaters dalam vitreous, yang mana dapat membuatnya menjadi memudar.

Sama halnya seperti operasi, perawatan laser pun memiliki risikonya tersendiri, ini dapat termasuk kerusakan pada retina jika laser tidak diarahkan dengan tepat. Perawatan laser untuk menangani floaters biasanya jarang dilakukan.

Itulah beberapa informasi mengenai penyebab garis hitam di mata dan pengobatannya. Jika kamu memiliki pertanyaan lebih lanjut terkait kondisi ini, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter, ya.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Healthline (2019). Diakses pada 04 April 2021. What Are Eye Floaters? 

Mayo Clinic (2020). Diakses pada 04 April 2021. Eye floaters 

Medical News Today (2020). Diakses pada 04 April 2021. What to know about eye floaters 

Webmd (2020). Diakses pada 04 April 2021. Do I Need to Call My Doctor About Floaters? 

    register-docotr