Share This Article
Euforia Tim Nasional (Timnas) Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 boleh selesai, tapi ada satu moment khas yang masih terngiang di kepala. Yakni pelatih Squad Garuda, John Herdman yang sepanjang pertandingan mulutnya enggak berhenti bergerak. Tenang, Herdman enggak sedang komat-kamit baca mantra kemenangan kok, melainkan sedang mengunyah permen karet!
Kebiasaan mengunyah permen karet di kalangan pelatih sepak bola dunia memang bukan hal baru. Ex pelatih legendaris Manchester United (MU), Sir Alex Ferguson juga punya kebiasaan yang sama sepanjang jalannya pertandingan. Ternyata mengunyah permen karet memiliki manfaat yang menyehatkan lho.
Jadi kalau kamu mengunyah permen karet dan bisa meniupnya jadi balon itu cuma bonus ya. Paling penting yang mungkin belum kamu sadari ternyata banyak manfaat kesehatan yang bisa diperoleh dari kebiasaan rutin ini.
Yuk teruskan membaca artikel ini untuk mendapatkan informasi apa saja manfaat kesehatan dari kebiasaan mengunyah permen karet.
Mengunyah Erat Kaitan dengan Kesehatan Otak dan Kemampuan Kognitifnya

Kemampuan mengunyah ternyata berkaitan erat dengan kesehatan otak yang akhirnya memengaruhi kemampuan kognitif (proses belajar, mengolah informasi, dan kemampuan daya ingat) seseorang.
Untuk mengunyah dengan baik, seseorang setidaknya membutuhkan 20 gigi yang masih berfungsi dengan baik. Semakin kuat dan banyak seseorang mengunyah, akan semakin banyak darah dan oksigen yang mengalir ke otak. Ini artinya akan banyak aktivitas terjadi di otak yang berkaitan dengan proses pembelajaran dan daya ingat.
Sebaliknya, jika aktivitas mengunyah berkurang karena penyakit gusi atau banyak gigi yang sudah tanggal, ini dikaitkan dengan penurunan kognitif yang lebih cepat dan risiko terkena demensia.
Mengunyah juga merupakan cara efektif untuk mengatasi stres. Mengunyah saat stres terbukti mengurangi produksi kortikosteron dan katekolamin plasma yang disebabkan oleh stres. Penelitian oleh Tanaka M (1999) pada hewan pengerat menemukan, perilaku mengunyah atau menggigit batang kayu selama terpapar stresor mengurangi risiko terjadinya tukak lambung akibat stres dan mengurangi kecemasan.
Temuan yang sama juga terjadi pada manusia. Penelitian oleh Zibell S (2009) menemukan, individu yang mengunyah permen karet berkurang tingkat stresnya dan sebaliknya mengalami peningkatan kinerja.
Catat, Tidak Semua Permen Karet Menyehatkan saat Dikunyah
Secara umum sejumlah produk permen karet mempromosikan dapat membuat nafas lebih segar, namun pastikan hanya permen karet bebas gula yang dikunyah agar tidak menyebabkan gangguan kesehatan mulut dan gigi.
Ada dua ketegori permen karet, yakni:
- Permen karet dengan kandungan gula. Gula merupakan makanan bagi bakteri di mulut yang akan memproduksi lebih banyak asam yang pada akhirnya mengikis enamel gigi dan menyebabkan gigi menjadi berlubang.
- Permen karet bebas gula. Meski bebas gula permen karet ini tetap manis karena mengandung pemanis alternatif seperti xylitol, sorbitol, atau aspartame yang tidak menyebabkan kerusakan gigi. Xylitol adalah pemanis alami yang justru secara aktif mengurangi bakteri berbahaya di mulut.
Manfaat Kesehatan dari Kebiasaan Mengunyah Permen Karet
Tidak hanya mendapatkan napas yang segar, mengunyah permen karet bebas gula memberikan dampak kesehatan seperti:
1.Mengurangi kecemasan dan meningkatkan fokus
Penelitian oleh Jing Luo, dkk (2022) yang melibatkan 400 orang dewasa menemukan kelompok yang mengunyah permen karet lebih sering, mengalami penurunan kecemasan yang signifikan ketimbang kelmpok yang tidak pernah mengunyah permen karet.
Sebuah meta analisis oleh Sophie Miquel, dkk (2019) terhadap delapan studi intervensi juga menemukan adanya peningkatan kemampuan memusatkan perhatian atau fokus pada kelompok yang mengunyah permen karet.
2.Mengurangi rasa sakit setelah operasi
Penelitian oleh Patrick Lim dkk (2013) membagi 161 pasien yang selesai operasi kolorektal menjadi dua kelompok. Kelompok yang mengunyah permen karet empat kali sehari, dan kelompok yang tidak mengunyah permen karet. Hasilnya kelompok yang mengunyah permen karet mengalami rasa sakit yang lebih rendah di hari kedua hingga hari kelima setelah operasi ketimbang kelompok tanpa permen karet.
3.Mengurangi rasa cemas dan sakit saat persalinan
Penelitian oleh Farideh Mohsenzadeh‐Ledari dkk (2025) menemukan mengunyah permen karet selama 20 menit pada fase aktif (kontraksi) secara signifikan mengurangi rasa sakit dan kecemasan.
4.Merangsang produksi air liur
Air liur adalah garda terdepan di mulut untuk mencegah kerusakan gigi, membersihkan sisa makanan, mencegah bakteri menempel di gigi yang bisa menyebabkan penumpukan plak. Selain itu air liur juga membantu menetralkan asam yang jika dibiarkan dapat membuat gigi berlubang.
Mengunyah permen karet tanpa gula juga membantu mengatasi mulut kering akibat dehidrasi, pengobatan, atau penyakit tertentu. Mulut yang kering merupakan tempat ideal bakteri berkembang biak.
5.Mencegah gigi berlubang
Kandungan xylitol dalam permen karet bebas gula membantu mengurangi jumlah bakteri penyebab gigi berlubang di mulut. Penelitian oleh George K Stookey (2008) menemukan mengunyah permen karet bebas gula selama sekitar 20 menit setelah makan dapat menurunkan risiko gigi berlubang.
6.Menyegarkan napas
Ini adalah alasan paling umum mengapa orang memilih mengunyah permen karet untuk menyegarkan napas, khususnya setelah minum kopi, makan bawang putih atau bawang merah. Mengunyah permen karet adalah cara instan ketika waktu dan tempat tidak memungkinkan untuk menggosok gigi.
7. Membantu pergerakan usus kembali normal setelah operasi
Mengunyah permen karet membantu sistem pencernaan kembali bekerja. Saat mengunyah permen karet, tubuh menghasilkan air liur (ludah) yang dapat membantu memulai sistem pencernaan dan pergerakan usus.
Apa Efek Sampingnya?
Kuncinya jangan berlebihan, karena meski memiliki banyak manfaat kesehatan, kebiasaan mengunyah permen karet secara berlebihan juga memiliki efek samping yang tidak bisa diremehkan, seperti:
- Membuat otot rahang lelah, sehingga menimbulkan bunyi klik ketika rahang digerakkan
- Sakit kepala
- Semakin menekan sendi khususnya pada individu dengan nyeri sendi temporomandibular (TMJ)
- Kandungan xylitol yang terlalu banyak masuk ke tubuh (sistem pencernaan) dapat memicu kram perut, kembung, atau bahkan diare.
Aturan praktis yang baik adalah mengunyah permen karet tanpa gula hanya dalam waktu singkat setiap hari yakni jika dimungkin 30 menit setiap kali.
Referensi:
- https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov, The Effects of Chewing Gum on Reducing Anxiety and Stress: A Meta-Analysis of Randomized Controlled Trials . Diakses 12 Oktober 2026.
https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/35140905/#full-view-affiliation-2
- https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov, A systematic review and meta-analysis of the effects of mastication on sustained attention in healthy adults. Diakses 12 Oktober 2026.
https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/30611764/#full-view-affiliation-2
3. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov, Sham feeding with chewing gum after elective colorectal resectional surgery: a randomized clinical trial . Diakses 12 Oktober 2026.
https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/23470575
4. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov, The Effect of Chewing Gum on Anxiety and Labor Pain: A Systematic Review and Meta‐Analysis. Diakses 12 Oktober 2026.
https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC12598193
5. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov, Mastication as a Stress-Coping Behavior. Diakses 12 Oktober 2026.
6. https://www.ada.org, Chewing Gum. Diakses 12 Oktober 2026.
https://www.ada.org/resources/ada-library/oral-health-topics/chewing-gum
7. https://www.dentistbridgevillepa.com , Sugar-Free Gum: A Tasty Way to Protect Your Teeth. Diakses 12 Oktober 2026.
8. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov, The effect of saliva on dental caries . Diakses 12 Oktober 2026.
https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/18595200
9. https://www.mskcc.org, Chewing Gum After Your Surgery. Diakses 12 Oktober 2026.
https://www.mskcc.org/pdf/cancer-care/patient-education/chewing-gum-after-your-surgery
10. https://www.health.harvard.edu, Is constant gum-chewing a bad idea? Diakses 12 Oktober 2026.
https://www.health.harvard.edu/healthy-aging-and-longevity/is-constant-gum-chewing-a-bad-idea
