Info Sehat

Sering Diabaikan! Ini 6 Ciri-Ciri Kekurangan Vitamin D pada Tubuh

August 29, 2020 | Muhammad Hanif S. | dr. Debby Deriyanthi
no-image

Vitamin D merupakan salah satu nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh untuk proses metabolisme. Ketika asupannya tak terpenuhi, beberapa ciri-ciri kekurangan vitamin D akan muncul secara bergantian.

Seperti apa sih ciri-ciri kekurangan vitamin D? Apa yang akan terjadi pada tubuh? Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Baca juga: Dibalik Ragam Manfaat Vitamin D, Bisakah Menurunkan Risiko Infeksi dan Mencegah COVID-19?

Kebutuhan harian vitamin D

Ragam makanan sumber vitamin D. Sumber foto: www.poughkeepsiejournal.com

Berbeda dengan vitamin lain, vitamin D berperan seperti hormon, di mana setiap sel di dalam tubuh mempunyai reseptor untuk menerimanya. Oleh karena itu, asupan hariannya harus benar-benar terpenuhi.

Menurut Kementerian Kesehatan, kebutuhan harian vitamin D dibedakan berdasarkan usia, yaitu:

  • Bayi 0-12 bulan: 5 mg
  • Anak usia 1-17 tahun: 15 mg
  • Dewasa 18-64 tahun: 15 mg
  • Lansia di atas 64 tahun: 20 mg

Cara termudah untuk mendapat vitamin D adalah dengan berjemur di bawah sinar matahari pagi. Sinar matahari yang diserap kulit akan diolah tubuh menjadi vitamin yang bermanfaat untuk proses metabolisme.

Selain itu, kamu juga bisa mendapatkannya dari banyak makanan, seperti salmon, tuna, susu sapi, jeruk, oatmeal, keju, dan masih banyak lagi.

Ciri-ciri kekurangan vitamin D

Kasus kekurangan vitamin D adalah hal yang sangat umum. Bahkan, menurut sebuah riset yang terbit pada Oxford Journal of Age and Ageing, lebih dari satu miliar orang di dunia tidak memenuhi asupan harian vitamin tersebut.

Kurangnya asupan vitamin D dalam sehari atau dua hari mungkin tidak terlalu berdampak pada kesehatan. Tapi jika kadarnya selalu berada di bawah total kebutuhan harian, bersiaplah untuk mengalami beberapa hal seperti:

1. Kulit pucat

Kulit yang pucat bisa menjadi ciri-ciri kekurangan vitamin D. Kondisi ini disebabkan oleh ketidakmampuan melanin dalam mencerahkan kulit. Melanin adalah zat pigmen yang bertugas memberi warna pada kulit.

Itulah alasan mengapa kamu sebaiknya rajin berjemur di bawah sinar matahari. Selain menyehatkan tulang, sinar matahari juga berdampak positif pada melanin. Tapi, jangan berjemur di atas jam 10 pagi, ya. Semakin siang, kandungan ultraviolet pada sinar matahari akan meningkat.

Selain membuat kulitmu lebih gelap, paparan ultraviolet juga bisa meningkatkan risiko beberapa gangguan kesehatan, misalnya kanker kulit.

2. Gangguan pada kulit

Bukan hanya pucat, kekurangan vitamin D juga dapat menimbulkan beberapa gangguan pada kulit, misalnya dermatitis atopik dan eksim. Kondisi ini akan memburuk saat kulit jarang mendapat paparan sinar matahari.

Gejala yang biasanya muncul adalah ruam kemerahan, gatal-gatal, hingga benjolan yang berisi cairan. Tidak hanya itu, kulit juga menjadi kering dan bersisik saat digaruk. Jika dibiarkan, kulit bisa retak dan mengelupas.

3. Penyembuhan luka yang lama

Jika kamu memiliki luka yang sulit sembuh, bisa jadi itu adalah ciri-ciri kekurangan vitamin D. Menurut sebuah publikasi di Perpustakaan Kedokteran Nasional Amerika Serikat, vitamin D punya andil besar dalam proses penyembuhan luka.

Vitamin D bekerja dengan membantu pembentukan jaringan baru, yang memungkinkan luka segera tertutup. Ketika kadar vitamin D di dalam tubuh sangat rendah, jaringan-jaringan itu akan sulit dibentuk. Akibatnya, luka terbuka akan bertahan lebih lama.

Penelitian lain juga menyebutkan bahwa orang-orang yang kekurangan vitamin D akan rentan mengalami luka atau infeksi di kaki.

4. Mudah lelah

Ciri-ciri kekurangan vitamin D berikutnya adalah mudah lelah. Mengutip Medical News Today, kelelahan akibat kekurangan vitamin D disebabkan oleh kekuatan tulang dan sendi yang menurun.

Vitamin D dibutuhkan tubuh agar penyerapan nutrisi lain berjalan optimal, misalnya kalsium. Seperti diketahui, kalsium merupakan salah satu nutrisi penting untuk kesehatan tulang dan sendi.

Sebuah penelitian pada 2014 menjelaskan, konsumsi vitamin D secara rutin selama lima minggu bisa membuat tubuh lebih ‘tahan banting’ dalam melakukan aktivitas berat.

5. Sering nyeri otot

Selain mudah capek, kamu juga akan sering merasakan nyeri otot jika kekurangan vitamin D. Menurut sebuah riset di Amerika Serikat, kadar vitamin D sangat berpengaruh pada sensitivitas otot dalam melakukan sesuatu.

Dengan kata lain, ketika sensitivitas otot berkurang, maka rasa nyeri akan mudah muncul. Jika dibiarkan, tentu saja ini bisa mengganggu rutinitas harian.

Mengutip Healthline, konsumsi suplemen vitamin D berdosis tinggi mungkin bisa membantu mengatasi masalah ini hingga 57 persen. Yang perlu diingat, anjuran tersebut hanya berlaku untuk orang-orang yang kekurangan vitamin D.

Baca juga: Awas! 5 Penyebab Sakit Pinggang Belakang Ini Bisa Hambat Aktivitasmu

6. Rambut rontok

Jika kamu sering mengalami rambut rontok, bisa jadi itu adalah ciri-ciri kekurangan vitamin D. Mengutip Health, tanpa bantuan vitamin D, folikel di bawah kulit kepala akan menjadi rapuh. Akibatnya, rambut akan mudah lepas dari akarnya.

Bukan hanya rambut di kepala, kekurangan vitamin D juga bisa menyebabkan kerontokan pada rambut di area tubuh lainnya, misalnya ketiak dan sekitar kemaluan. Pada kondisi yang parah, seseorang bisa saja terkena alopecia areata, yaitu penyakit autoimun yang menyerang folikel.

Nah, itulah enam ciri-ciri kekurangan vitamin D pada tubuh yang mudah dikenali. Pastikan asupan hariannya terpenuhi agar kamu tak mengalami beberapa kondisi di atas. Tetap jaga kesehatan, ya!

Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference

  1. Healthline, diakses 23 Agustus 2020, 8 Signs and Symptoms of Vitamin D Deficiency.
  2. Health, diakses 23 Agustus 2020, 26 Side Effects of Low Vitamin D You Need to Know About.
  3. Medical News Today, diakses 23 Agustus 2020, What are the symptoms of a vitamin D deficiency?
  4. Kementerian Kesehatan, diakses 23 Agustus 2020, Angka Kecukupan Gizi Yang Dianjurkan Untuk Masyarakat Indonesia.
  5. Scielo, diakses 23 Agustus 2020, Vitamin D and skin repair: a prospective, double-blind and placebo controlled study in the healing of leg ulcers.
  6. National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses 23 Agustus 2020, Understanding vitamin D deficiency.
  7. National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses 23 Agustus 2020, Synergistic effect of vitamin D and low concentration of transforming growth factor beta 1, a potential role in dermal wound healing.
  8. National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses 23 Agustus 2020, Vitamin D deficiency promotes skeletal muscle hypersensitivity and sensory hyperinnervation.
  9. National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses 23 Agustus 2020, Correction of Low Vitamin D Improves Fatigue: Effect of Correction of Low Vitamin D in Fatigue Study (EViDiF Study).

    Berita Terkait
    register-docotr