Info Sehat

Cara Mencegah Batu Ginjal: Atur Pola Makan hingga Jaga Hidrasi Tubuh

December 9, 2020 | Dani Kosasih
no-image

Cara mencegah batu ginjal dan kencing batu bisa dilakukan dengan mengonsumsi banyak air setiap hari. Ini akan membuat kamu lebih sering buang air kecil, dan membantu menghindari penumpukan kalsium atau asam urat.

Pastikan kamu selalu terhidrasi dengan baik. Terutama saat melakukan olahraga atau aktivitas yang menyebabkan kamu banyak berkeringat.

Minumlah 2 hingga 3 liter atau 8 hingga 12 gelas air per hari, jika kamu melakukan aktivitas yang menyebabkan kamu berkeringat untuk menghasilkan jumlah urine yang baik.

Apa itu batu ginjal dan kencing batu?

Dilansir dari Healthline, batu ginjal terbentuk dari kumpulan pengerasan garam dan mineral yang terdiri dari kalsium atau asam urat di dalam urine.

Ini terbentuk di dalam ginjal, dan dapat melakukan perjalanan ke organ tubuh yang lain melalui saluran kemih. Jika kamu tidak terhidrasi dengan baik, urine akan menjadi lebih terkonsentrasi sehingga membentuk batu ginjal.

Sementara kencing batu terjadi saat batu saluran kemih mulai terbentuk di ginjal dan membesar di ureter atau kandung kemih. Bergantung pada di mana batu berada, itu bisa disebut batu ginjal, batu ureter, atau batu kandung kemih.

Proses pembentukan batunya sendiri ada yang disebut urolitiasis, litiasis ginjal, atau nefrolitiasis.

Gejala batu ginjal

Batu ginjal biasanya tidak akan menimbulkan gejala yang jelas sampai batu tersebut bergerak di dalam ginjal atau masuk ke ureter. Ini merupakan saluran yang menghubungkan ginjal dan kandung kemih.

Jika tersangkut di ureter, batu dapat menghalangi aliran air kencing dan menyebabkan ginjal membengkak. Pada saat itu, kamu mungkin mengalami tanda dan gejala batu ginjal berikut:

  1. Sakit pada bagian samping dan punggung, tepatnya di bawah tulang rusuk
  2. Nyeri yang menjalar ke perut bagian bawah dan selangkangan
  3. Frekuensi rasa sakit di bagian tubuh tersebut di atas yang datang secara bergelombang dan intensitasnya berfluktuasi
  4. Muncul sensasi terbakar saat buang air kecil

Keempat tanda di atas juga bisa saja disertai gejala batu ginjal lain meliputi:

  1. Urine berwarna merah muda, merah atau kecokelatan
  2. Air kencing keruh atau berbau tidak sedap
  3. Ingin terus menerus untuk buang air kecil, buang air kecil lebih sering dari biasanya, atau buang air kecil dalam jumlah kecil
  4. Mual dan muntah
  5. Demam dan menggigil jika ada infeksi

Lokasi dan rasa sakit yang disebabkan oleh batu ginjal dapat berubah-ubah. Misalnya, di satu waktu kamu merasa sakit di perut bawah, beberapa saat kemudian sakitnya berpindah ke lokasi lain.

Jenis batu ginjal

Batu ginjal seringkali menyerang pria dengan rentang usia 30 hingga 50 tahun. Risikonya sendiri akan mampu meningkat dua kali lipat jika memiliki riwayat keluarga dengan penyakit ginjal.

Melansir dari laman yankes.kemkes.go.id, ada beberapa jenis batu ginjal yang bisa menyerang penderitanya.

Batu ginjal yang paling sering terjadi adalah batu kalsium sebanyak 80 persen yang terdiri dari batu kalsium oksalat dan kalsium fosfat. Sisanya adalah batu asam urat sebanyak 5 hingga 10 persen, batu struvit sebanyak 5 hingga 10 persen dan batu sistin sebanyak 1 persen.

Batu kalsium bisa terjadi akibat kadar kalsium dalam urine yang tinggi yang salah satu penyebabnya adalah konsumsi vitamin D yang berlebihan. Batu asam urat cenderung terjadi jika kadar asam urat dalam darah meningkat.

Cara mencegah batu ginjal

Kebiasan atau pola makan yang tidak sehat secara berlebih biasanya dapat meningkatkan risiko terbentuknya batu.

Cara mencegah batu ginjal bisa dilakukan dengan cara sederhana, yaitu mengatur kembali pola makan dengan program diet yang kaya akan gizi.

Pengelolaan gizi yang baik dipercaya sebagai cara mencegah batu ginjal. Dokter akan melakukan pengelolaan gizi sesuai kebutuhan tubuh kamu.

Dengan mengonsumsi makanan yang tepat, mengonsumsi banyak air, dan obat yang tepat kamu dapat mengurangi risiko terkena batu ginjal.

Beberapa cara mencegah batu ginjal yang bisa kamu lakukan adalah:

Kontrol berat badan

Orang dengan obesitas atau kondisi kelebihan berat badan dianggap cenderung lebih berisiko mengalami terbentuknya batu ginjal.

Orang dengan obesitas akan cenderung mengeluarkan oksalat dan asam urat yang lebih tinggi serta sitrat yang lebih rendah ke dalam urine yang mempermudah terbentuknya batu.

Oleh karena itu orang dengan obesitas harus mendapatkan perhatian dan pemahaman tentang pentingnya menjaga pola makan dan pengelolaan gizi yang baik sesuai kebutuhannya untuk mengurangi risiko terbentuknya batu ginjal.

Penuhi kecukupan cairan

Selalu pastikan bahwa tubuh selalu terhidrasi. Semua jenis minuman berkontribusi terhadap produksi urine, akan tetapi yang lebih dianjurkan adalah minuman rendah gula dan rendah kalori.

Bagi tubuh dalam keadaan biasa yang tidak sedang berolahraga atau melakukan aktivitas yang mengeluarkan keringat, dianjurkan untuk membagi volume minum menjadi tiga bagian. Misalnya 1 liter di pagi sampai siang hari, 1 liter di sore hari, dan 0,5 liter di malam hari.

Selain itu disarankan untuk menggunakan tempat minum tersendiri dengan ukuran volume yang terlihat, sehingga lebih mudah untuk menghitung jumlah cairan yang diminum.

Konsumsi makanan yang banyak mengandung sitrat dan kalium

Asam sitrat merupakan asam yang ditemukan dalam buah sitrus seperti lemon. Bila dikonsumsi, sitrat dalam urine mampu menjadi penghambat terbentuknya batu kalsium oksalat dan kalsium fosfat.

Penanganan batu ginjal

Batu ginjal dapat diatasi dengan beberapa cara, baik yang melibatkan obat-obatan, maupun tindakan operasi. Jika tingkat keparahannya belum tinggi, biasanya dokter akan memberikan obat-obatan tertentu.

Akan tetapi apabila batu ginjal sudah terlalu besar untuk dikeluarkan dengan sendirinya, ini harus ditangani dengan prosedur khusus seperti operasi.

Begitu pula dengan batu ginjal yang menyebabkan perdarahan, kerusakan ginjal, atau infeksi saluran kemih. Umumnya ini juga diatasi dengan prosedur pembedahan.

Obat herbal batu ginjal

Batu ginjal dapat menyebabkan rasa sakit yang luar biasa. Pengobatannya secara umum adalah menggunakan obat-obatan berbahan kimia, yang dapat menyebabkan sejumlah efek samping.

Oleh sebab itu, beberapa orang ada yang memilih pengobatan alternatif menggunakan obat herbal batu ginjal.

Dilansir jurnal penelitian yang diterbitkan di NCBI, 3 jenis tanaman berikut adalah tanaman yang paling sering diresepkan untuk mengobati batu ginjal.

  1. Alhagi maurorum (51,58 persen)
  2. Tribulus terrestris (51,58 persen)
  3. Nigella sativa (48,14 persen)

Adapun bagian tanaman yang paling sering digunakan adalah bagian aerial (38 persen), daun (33 persen) dan buah-buahan (17 persen). Sementara itu, metode pengolahan terbanyak yang dipakai adalah dengan rebusan (68 persen).

Operasi batu ginjal

Operasi batu ginjal merupakan tindakan pembedahan yang dilakukan untuk mengangkat batu yang sangat besar di dalam ginjal.

Kurang lebih prosedur yang disebut perkutaneous nephrolithotomy ini, melibatkan pembedahan untuk mengangkat batu ginjal menggunakan teleskop kecil.

Selain itu operasi batu ginjal juga menggunakan alat khusus yang dimasukkan melalui sayatan kecil di punggung.

Selama operasi, kamu akan menerima anastesi umum dan berada di rumah sakit selama satu hingga dua hari sampai benar-benar pulih.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

1. auanet.org. Diakses 6 Juli 2020. https://www.auanet.org/guidelines/kidney-stones-medical-mangement-guideline

2. urologyhealth.org. Diakses 6 Juli 2020. https://www.urologyhealth.org/educational-materials/kidney-stones-prevention

3. kidney.org. Diakses 6 Juli 2020. https://www.kidney.org/atoz/content/diet

4. webmd.com. Diakses 6 Juli 2020. https://www.webmd.com/kidney-stones/understanding-kidney-stones-prevention#1

5. yankes.kemkes.go.id (2019). Diakses 6 Juli 2020. http://www.yankes.kemkes.go.id/read-pengelolaan-gizi-untuk-mencegah-batu-ginjal-6330.html

6. niddk.nih.gov. Diakses 6 Juli 2020. https://www.niddk.nih.gov/health-information/urologic-diseases/kidney-stones/eating-diet-nutrition

Kidney stones, https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/kidney-stones/diagnosis-treatment/ diakses pada 7 Desember 2020

8 Signs and Symptoms of Kidney Stones, https://www.healthline.com/health/symptoms-of-kidney-stones diakses pada 7 Desember 2020

Kidney stones, https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/kidney-stones/symptoms-causes/syc-20355755 diakses pada 7 Desember 2020

Identification of medicinal plants for the treatment of kidney and urinary stones, https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5039998/ diakses pada 7 Desember 2020

 

    Berita Terkait
    register-docotr