Info Sehat

Jenis-jenis Cairan Pembersih Telinga dan Cara Tepat Menggunakannya

September 6, 2020 | Dewi Nurfitriyana | dr. Raja Friska Yulanda
no-image

Telinga yang dipenuhi kotoran tentu akan membuat kamu merasa tidak nyaman. Untuk mengatasinya, kamu bisa memakai cairan pembersih telinga.

Memiliki jenis yang bermacam-macam, kenali manfaat dan cara menggunakan cairan pembersih yang paling tepat untuk kondisi kamu!

Apa itu cairan pembersih telinga?

Dikutip dari National Center for Biotechnology Information (NCBI), kotoran telinga sebenarnya memiliki fungsi yang baik untuk kesehatan. Misalnya melumasi dan melindungi saluran pendengaran yang terdapat pada permukaan telinga.

Namun jika kotoran sudah menumpuk terlalu banyak, keberadaanya bisa mengganggu fungsi pendengaran dan membuat kamu tidak percaya diri.

Sebenarnya membersihkan telinga yang paling aman hanya bisa dilakukan oleh dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan (THT). Tapi jika kamu belum sempat, kamu bisa memakai cairan pembersih telinga dulu.

Baca juga: Manfaat Buah Plum untuk Kesehatan, Atasi Sembelit sampai Cegah Osteoporosis

Apa kandungan cairan pembersih telinga yang aman?

Membersihkan telinga tanpa bantuan dokter rentan menyebabkan terjadinya infeksi. Jadi meski ada banyak cairan pembersih yang bisa dibeli bebas, kamu tetap perlu memerhatikan keamanan kandungannya.

Adapun menurut BPOM, kandungan yang aman digunakan di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Hidrogen peroksida (H2O2 3%)

Hidrogen peroksida merupakan komponen utama dalam berbagai produk cairan pembersih telinga. Fungsinya adalah untuk membantu melembutkan atau mengeluarkan kotoran yang menyumbat telinga. Dilansir Healthline, cara pemakaian cairan ini adalah:

  1. Berbaringlah ke sisi kanan atau kiri
  2. Teteskan sejumlah cairan pembersih ke dalam saluran telinga sesuai dengan instruksi yang tertera dalam kemasan
  3. Diamkan selama 5 menit
  4. Setelah itu duduk dan tepuk telinga dari luar dengan tisu untuk menyerap cairan yang keluar
  5. Kamu juga bisa masukkan cotton bud ke dalam campuran larutan tersebut, kemudian gunakan untuk membersihkan serumen

Sedikit catatan, kamu juga bisa memanfaatkan bahan ini secara rumahan. Caranya hanya tinggal mencampurkannya dan larutan air hangat dengan perbandingan 1:1. Tapi ada baiknya diskusikan terlebih dahulu dengan dokter jika ingin menggunakan ini.

Baca juga: Benarkah Manfaat Garam Himalaya Lebih Baik dari Garam Biasa?

2. Natrium dokusat

Senyawa ini banyak terdapat di berbagai produk cairan pembersih telinga, misalnya waxsol. Fungsinya untuk menghilangkan kotoran telinga pada orang dewasa dan lanjut usia.

Ingat, pemakaian untuk anak di bawah usia 12 tahun hanya boleh dilakukan setelah mendapat persetujuan dokter.

Selain bisa mengencerkan kotoran telinga yang mengeras, natrium dokusat juga mengandung pengemulsi ringan yang menembus dan membantu menyebarkan kotoran telinga.

Jangan gunakan natrium dokusat jika telinga kamu sedang radang atau mengalami perforated eardrum (terdapat lubang pada gendang telinga). Adapun cara pemakaiannya adalah:

  1. Isi pipet dari botol
  2. Miringkan kepala ke satu sisi
  3. Teteskan cairan dengan lembut ke telinga yang tersumbat sampai penuh
  4. Pasang sumbat kapas di telinga
  5. Waktu terbaik untuk melakukannya adalah sebelum tidur

Efek samping penggunaan cairan pembersih telinga yang tak tepat

Seperti yang tercantum di Healthline, pemakaian cairan pembersih telinga sembarangan dan tak tepat dapat menyebabkan beberapa dampak yang tidak diinginkan. Beberapa di antaranya adalah:

Infeksi

Otitis externa atau peradangan di permukaan luar saluran telinga merupakan kasus komplikasi yang paling sering terjadi. Selain itu, bisa juga terjadi otitis media atau peradangan di bagian dalam telinga yang cukup berbahaya.

Gendang telinga berlubang

Pemakaian cairan pembersih telinga secara berlebihan juga berisiko bisa membuat gendang telinga berlubang. Kondisi ini sangat mungkin menjadi media pertumbuhan bakteri yang menyebabkan gangguan telinga.

Gangguan kesehatan ini juga bisa dipicu akibat kotoran yang sangat keras dan ada di dalam. Hal ini menyebabkan gendang telinga semakin tertekan dan meningkatkan risiko terjadi lubang di dalamnya.

Demikian informasi tentang jenis-jenis cairan pembersih telinga. Jika kamu ingin menggunakannya, pastikan untuk menyesuaikan dengan kondisi dan konsultasi terlebih dulu ke dokter, ya.


Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Using Hydrogen Peroxide to Remove Earwax, https://www.healthline.com/health/ear-wax-removal-hydrogen-peroxide#outlook diakses pada 3 Agustus 2020

Waxsol Ear Drops, https://www.myvmc.com/drugs/waxsol/#:~:text=The%20drops%20help%20to%20clear,base%20containing%20glycerine%20and%20water. , diakses pada 3 Agustus 2020

Ear Irrigation https://www.healthline.com/health/ear-irrigation#risks diakses pada 3 Agustus 2020

 

 

    Berita Terkait
    register-docotr