Info Sehat

Bisakah Penyintas Malaria Divaksin COVID-19? Ini Penjelasannya!

April 25, 2021 | Richaldo Hariandja | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Vaksinasi COVID-19 tidak bisa dilakukan ke sembarang orang, ada kriteria yang sudah ditentukan pemerintah terkait hal ini. Bagaimana dengan orang yang sudah sembuh dari malaria?

Beberapa wilayah Indonesia memang merupakan endemis malaria, khususnya di bagian timur, yaitu Nusa Tenggara Timur, Maluku dan Papua. Sayangnya daerah-daerah ini tidak absen dari penyebaran COVID-19 dan juga menjadi sasaran dari vaksinasi nasional.

Baca juga: Cek Fakta tentang Vaksinasi COVID-19 bisa Membatalkan Puasa atau Tidak

Seperti apa penyakit malaria itu?

Malaria merupakan penyakit yang mematikan dan disebabkan oleh parasit Plasmodium yang menyebar ke manusia melalui gigitan nyamuk Anopheles betina. Meskipun demikian, penyakit ini bisa dicegah dan disembuhkan.

Malaria merupakan penyakit demam yang akut. Jika kamu tidak imun terhadap malaria, gejala akan timbul dalam waktu 10-15 hari setelah gigitan nyamuk. Gejala awal berupa demam, sakit kepala dan menggigil akan terlihat ringan dan tidak disadari bahwa itu adalah malaria.

Jika tidak ditangani dalam waktu 24 jam, malaria dapat menjadi sangat parah dan bisa berujung pada kematian. Saat ini, penanganan yang terbaik untuk malaria adalah menggunakan terapi kombinasi berbasis artemisinin (ACT).

Bisakah mantan penderita malaria menerima vaksin COVID-19?

Malaria bisa disembuhkan, untuk itu menurut Kementerian Kesehatan, para penyintas atau orang yang sudah sembuh dari penyakit malaria bisa menerima vaksin COVID-19. 

Hanya saja, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kemenkes, Didik Budijanto menyebut ada satu kondisi yang harus dipenuhi.

“Sejauh yang saya pahami tentu saja penderita malaria yang sudah sembuh dan tidak ada parasit lagi di dalam darah dan memenuhi kriteria untuk divaksin COVID-19 maka bisa divaksin,” kata dia.

Kenapa harus sembuh terlebih dahulu?

Sama seperti penyakit lainnya, penderita malaria tidak boleh divaksin sebelum benar-benar sembuh. Kementerian Kesehatan memang memberikan kriteria khusus bahwa orang yang sedang sakit tidak boleh menjalani vaksinasi COVID-19.

Bagi setiap orang yang sedang sakit, Kemenkes mengimbau agar peserta vaksinasi COVID-19 harus sembuh terlebih dahulu sebelum divaksin.

Selain mereka yang sakit, orang-orang dengan penyakit penyerta yang tidak terkontrol seperti diabetes atau hipertensi pun disarankan tidak menerima vaksin COVID-19. Itu sebabnya dalam pelaksanaan vaksinasi setiap orang akan melewati tahap pemeriksaan kesehatan.

Baca Juga: Malaria

Bagaimana penanganan COVID-19 di wilayah endemik malaria?

COVID-19 bisa menyerang siapa saja. Oleh karena itu, serangkaian upaya dikedepankan untuk melindungi petugas layanan malaria dan masyarakat dari penularan COVID-19. 

Dalam hal ini Kementerian Kesehatan mewajibkan para petugas yang melakukan layanan malaria untuk menggunakan alat pelindung diri (APD) yang seusai dengan standar protokol pencegahan COVID-19.

Sementara untuk masyarakat diminta mengutamakan jaga jarak, memakai masker, cuci tangan dengan sabun dan menghindari kerumunan lebih dari 5 orang dan tidak lupa menggunakan kelambu untuk menghindari gigitan nyamuk.

Pemeriksaan diagnosis malaria saat pandemi COVID-19 dilakukan dengan tes cepat (RDT). Pasien dapat segera diberikan pengobatan bila hasil pemeriksaan RDT positif. 

Belajar dari COVID-19 dalam mengatasi malaria

Dr Damaris Matoke-Muhia, seorang research scientist dari Kenya Medical Research Institute menyebut penanganan malaria harus belajar dari COVID-19. Pasalnya, penyakit malaria lebih mematikan.

Satu hal yang pasti, menurut dia, adalah mencurahkan tenaga dan memangku kepentingan sebagaimana yang ditunjukkan dalam penanganan COVID-19 terhadap penanganan malaria.

“Pandemi mengajarkan bagaimana kesehatan bukan sebuah hadiah dari sebuah perkembangan, tapi menjadi prasyarat dari perkembangan itu sendiri,” kata Damaris.

Di dalam negeri, pemerintah sendiri menargetkan ada 405 Kabupaten/Kota yang dapat mencapai eliminasi malaria pada 2024. Kementerian Kesehatan menyebut tahun 2020-2024 sebagai periode penting dalam upaya mencapai Indonesia bebas malaria 2030.

Demikianlah berbagai penjelasan tentang mantan penderita malaria yang bisa mendapat suntikan vaksin COVID-19. Selalu jaga diri kamu ketika berkunjung ke wilayah endemik malaria, ya!

Pastikan untuk mengecek kesehatan kamu dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference

nces:

  1. WHO, diakses 24 April 2021. Malaria Fact Sheet
  2. DetikHealth, diakses 24 April 2021. Pernah Kena Malaria, Bisakah Disuntik Vaksin Corona?
  3. Kementerian Kesehatan, diakses 24 April 2021. FREQUENTLY ASKED QUESTION(FAQ) SEPUTAR PELAKSANAAN VAKSINASI COVID- 19
  4. Kementerian Kesehatan, diakses 24 April 2021. Waspadai Malaria di Tengah Pandemi Covid-19 – Sehat Negeriku
  5. Scidev.net, diakses 24 April 2021. Learning from COVID-19 to accelerate malaria vaccines development – Sub-Saharan Africa
    register-docotr