Info Sehat

Bahaya Vape dengan Rokok Biasa yang Jarang Diketahui, Simak Ulasannya!

August 13, 2020 | Richaldo Hariandja | dr. Debby Deriyanthi
no-image

Kerap dijadikan alternatif, tapi ternyata ada bahaya vape dengan rokok biasa yang tidak bisa dikesampingkan, lho. Nikotin yang sangat tinggi di rokok elektrik ini dapat mengganggu pertumbuhan otak.

Vape atau rokok elektrik merupakan perangkat elektronik yang memanaskan liquid atau cairan bernikotin untuk memproduksi aerosol, atau campuran partikel-partikel kecil di udara. Perangkat ini diyakini sebagai alternatif dari rokok yang berbahaya bagi kesehatan.

Namun demikian, menurut heart.org, peningkatan pengguna rokok elektrik ini terutama di kalangan anak-anak muda merupakan ancaman serius bagi kesehatan publik.

Bahaya Vape vs Rokok

Untuk itu, kenali dulu bahaya vape dengan rokok biasa berikut ini:

Dobel pemakaian

Promosi vape selalu ditekankan pada alat yang bisa membuat kamu berhenti merokok. Akan tetapi, klaim ini harus dibuktikan lebih lanjut apakah metode menggunakan vape dapat secara efektif membuat kamu berhenti merokok.

Faktanya, tidak jarang ditemukan jika perokok yang menggunakan vape justru tetap merokok sehingga ada dobel pemakaian. Maka bahaya vape versus rokok biasa adalah adanya potensi kamu mendapatkan racun yang lebih banyak melalui dobel pemakaian ini.

Terpapar nikotin berlebihan

Meskipun aerosol yang dihasilkan rokok elektrik tidak mengandung kontaminan seperti pada asap, tetap saja ada bahaya vape dibanding dengan rokok biasa. Salah satunya adalah potensi kerusakan otak karena kandungan nikotinnya.

Zat unggulan dari vape adalah nikotin yang sangat membuat ketagihan. Namun demikian, zat ini justru berbahaya untuk pertumbuhan otak dari remaja, anak-anak hingga janin jika ibu hamil aktif menggunakan vape di masa kehamilan.

Centers for Disease Control and Prevention di Amerika Serikat bahkan mencatat jika nikotin dapat yang dikonsumsi oleh remaja dapat merusak bagian otak yang mengontrol kemampuan memerhatikan, belajar, mood, dan bereaksi.

Sebuah laporan dari National Academies Press pada 2018 mencatat bukti yang signifikan jika nikotin pada vape dapat meningkatkan detak jantung dan juga tekanan darah. Kondisi ini berbahaya bagi kesehatan dalam jangka panjang.

Merusak paru-paru

Salah satu bahaya vape dengan rokok biasa adalah sama-sama menimbulkan kerusakan pada paru-paru. Hal ini berdasarkan sebuah studi terhadap fungsi paru-paru yang dilakukan pada 2018.

Kajian tersebut melibatkan 10 orang partisipan yang tidak pernah merokok. Para peneliti berkesimpulan jika penggunaan vape terhadap para responden, baik itu dengan atau tanpa nikotin mengganggu fungsi paru-paru mereka.

Meskipun demikian, sama seperti rokok biasa, efek terhadap paru-paru tidak akan terlihat untuk 20 sampai 30 tahun ke depan. Itulah sebabnya, penelitian dalam jangka panjang perlu dilakukan karena efek racun vape mungkin tidak akan terlihat sampai 3 dekade mendatang.

Merusak kesehatan gigi dan mulut

Ada beberapa bahaya vape dengan rokok biasa terhadap kesehatan gigi dan mulut kamu. Salah satunya, permukaan gigi jadi lebih mudah terserang bakteri, sebagaimana dilaporkan dalam sebuah jurnal yang diterbitkan pada 2018.

Kajian lain pada 2016 di Amerika Serikat pun menemukan hal yang sama. Para peneliti menyatakan jika penggunaan vape dikaitkan dengan pembengkakan gusi. Kondisi ini merupakan faktor utama dari perkembangan penyakit di gigi dan mulut.

National Academies Press pun menemukan bahaya vape bagi kesehatan gigi dan mulut. Laporan mereka menulis vape yang menggunakan atau tanpa nikotin dapat merusak sel dan jaringan oral pada pengguna yang tidak pernah merokok.

Kandungan zat berbahaya

Bahaya vape dengan rokok biasa dapat dilihat pada kandungan di dalamnya. Selain nikotin, rokok elektrik ini juga mengandung substansi yang berpotensi merusak kesehatan seperti diacetyl yang merupakan zat kimia yang sering dikaitkan dengan penyakit di paru-paru.

Selain itu, vape juga mengandung zat kimia yang dapat menyebabkan kanker, volatile organic compounds (VOC) dan logam berat seperti nikel, tin serta timbal. Kamu berpotensi merusak kesehatan diri sendiri dan orang lain yang berada di dekatmu jika menghirup zat-zat tersebut.

Heart.org mencatat jika salah satu bahaya vape dengan rokok biasa yang terbesar adalah potensi normalisasi kebiasaan merokok. Hal ini dikarenakan peningkatan popularitas vape dari tahun ke tahun, padahal angka perokok sedang mengalami penurunan.

Hentikan semua kebiasaan yang berpotensi buruk bagi kesehatan, termasuk merokok. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter di Good Doctor, ya! Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Heart.org (2018) diakses 11 Agustus 2020. Is Vaping Better Than Smoking?
  2. Cdc.gov (2020) diakses 11 Agustus 2020. Quick Facts on the Risks of E-cigarettes for Kids, Teens, and Young Adults
  3. Healthline.com (2020) diakses 11 Agustus 2020. Is Vaping Bad for You? And 12 Others FAQs
  4. Respiratory-research.biomedcentral.com (2018) diakses 11 Agustus 2020. Altered lung biology of healthy never smokers following acute inhalation of E-cigarettes
  5. Journals.plos.org (2018) diakses 11 Agustus 2020. Cariogenic potential of sweet flavors in electronic-cigarette liquids
  6. Oncotarget.com (2016) diakses 11 Agustus 2020. E-cigarettes and flavorings induce inflammatory and pro-senescence responses in oral epithelial cells and periodontal fibroblasts
  7. Nap.edu (2018) diakses 11 Agustus 2020. PUBLIC HEALTH CONSEQUENCES OF E-CIGARETTES
    Berita Terkait
    register-docotr