Info Sehat

6 Bahaya Minyak Jelantah untuk Kesehatan yang Jarang Diketahui

April 24, 2021 | Muhammad Hanif S. | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Penggunaan minyak jelantah masih marak dilakukan oleh sebagian masyarakat di Indonesia. Beberapa orang memilih menggunakan minyak tersebut karena ingin berhemat. Padahal, ada banyak bahaya minyak jelantah untuk kesehatan yang bisa membahayakan tubuh.

Lantas, apa sih sebenarnya minyak jelantah itu? Bolehkah dipakai untuk menggoreng atau memasak makanan? Apa saja bahaya yang bisa ditimbulkan pada tubuh? Yuk, temukan jawabannya dengan ulasan berikut ini!

Apa itu minyak jelantah?

Minyak jelantah adalah limbah sisa penggorengan dari minyak kelapa sawit yang telah digunakan lebih dari satu kali. Minyak jelantah telah mengalami dekomposisi senyawa, sehingga kandungan atau zat yang dimiliki menjadi rusak.

Hal tersebut kemudian memengaruhi mutu dan nilai gizi suatu makanan yang digoreng. Karena sifatnya yang mudah teroksidasi (terpapar oksigen), minyak goreng yang telah digunakan berulang akan mengalami penguraian banyak molekul.

Titik asamnya turun drastis, dan tentu saja ini akan memengaruhi bau, warna, dan teksturnya. Menurut sebuah publikasi, minyak jelantah mempunyai warna cokelat kekuningan, berbau tengik, dan terdapat endapan dari sisa proses penggorengan sebelumnya.

Baca juga: Minyak Goreng Harian Kamu Apakah Sudah Sehat? Cek Jenis yang Direkomendasikan dan yang Tidak

Berbagai bahaya minyak jelantah untuk tubuh

Perlu kamu tahu, saat proses penggorengan berlangsung, minyak akan terserap ke dalam makanan dan mengisi ruang atau rongga kosong di dalamnya.

Berikut beberapa bahaya minyak jelantah yang perlu diwaspadai:

1. Kerusakan jaringan usus halus

Bahaya minyak jelantah yang pertama adalah risiko kerusakan jaringan di usus halus. Usus halus sendiri berperan penting dalam penyerapan nutrisi dari makanan sebelum diedarkan ke seluruh tubuh melalui darah.

Kerusakan jaringan dipicu oleh perubahan asam lemak bebas pada minyak goreng yang digunakan secara berulang. Pada mulanya, sel di jaringan usus halus akan terkena dampak lebih dulu, kemudian memicu respons inflamasi hingga menyebabkan kerusakan.

2. Kerusakan pembuluh darah

Bahaya minyak jelantah berikutnya adalah risiko kerusakan pembuluh darah. Menurut sebuah studi yang terbit di Medical Journal of Lampung University, penumpukan lemak yang berasal dari minyak jelantah dapat menyumbat lumen (saluran atau rongga kecil) di pembuluh darah.

Akibatnya, stres oksidatif tak bisa dihindari. Lama-kelamaan, hal tersebut dapat memicu kerusakan pada sel endotel pada pembuluh darah.

3. Penyakit jantung

Masih berhubungan dengan poin sebelumnya, pembuluh darah yang menyempit bisa menghambat aliran darah menuju jantung. Tentu saja, hal itu akan mengganggu organ jantung dalam menjalankan fungsinya.

Selain itu, penyempitan pembuluh darah juga bisa meningkatkan tekanan di dalamnya. Jantung akan dipaksa bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Jika hal itu berlangsung dalam waktu cukup lama, kinerja jantung bisa semakin menurun.

Penggunaan minyak jelantah yang terlalu sering dapat memicu gangguan jantung lebih serius. Hingga saat ini, penyakit jantung masih menjadi penyebab kematian yang tinggi di Indonesia, menurut Kementerian Kesehatan.

4. Penyakit kanker

Penggunaan minyak goreng secara berulang bisa memicu pembentukan radikal bebas, yaitu molekul atau zat yang dapat merusak sel sehat di dalam tubuh. Jika sel sehat telah rusak, maka sel abnormal bisa berkembang dan berpotensi berubah menjadi kanker.

Baca juga: 3 Jenis Kanker yang Rentan Menyerang Wanita Muda, Apa Saja?

5. Kerusakan organ hati

Radikal bebas yang terbentuk pada minyak jelantah tak hanya bisa meningkatkan risiko kanker, tapi juga kerusakan hati. Senyawa tersebut dapat memicu pembengkakan organ hati yang diawali dengan rusaknya membran sel dan retikulum endoplasma.

Dalam jangka waktu yang panjang, radikal bebas itu bisa menyebabkan degenerasi lemak hingga memicu nekrosis (kematian dini sel) pada organ hati.

6. Keracunan

Terlalu sering mengonsumsi makanan yang digoreng menggunakan minyak jelantah bisa meningkatkan risiko keracunan, lho. Bahaya minyak jelantah yang satu ini disebabkan oleh infeksi bakteri yang tumbuh pada minyak tersebut. Salah satunya adalah Clostridium botulinum.

Bakteri itu dapat membuat seseorang mengalami botulisme, yaitu keracunan makanan yang bisa berdampak fatal.

Nah, itulah ulasan beberapa bahaya minyak jelantah pada tubuh yang perlu kamu tahu. Untuk mencegah semua risiko kesehatan yang bisa ditimbulkan, ada baiknya selalu gunakan minyak goreng yang masih baru setiap kali akan memasak makanan, ya!

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

  1. Live Strong, diakses 14 April 2021, The Hazards of Reusing Cooking Oil.
  2. Universitas Islam Negeri Alauddin, diakses 14 April 2021, STUDI KUALITAS FISIS MINYAK JELANTAH DAN EFEK BAGI KESEHATAN TUBUH DI KECAMATAN BONTONOMPO.
  3. Universitas Lampung, diakses 14 April 2021, KONSUMSI MINYAK JELANTAH DAN PENGARUHNYA TERHADAP KESEHATAN.
  4. Kementerian Kesehatan, diakses 14 April 2021, Penyakit Jantung Penyebab Kematian Tertinggi, Kemenkes Ingatkan CERDIK.

    register-docotr