Info Sehat

Bahaya Karbon Monoksida: Bisa Sebabkan Kerusakan Otak hingga Kematian

October 3, 2020 | Ajeng Dwiri Banyu | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Bahaya karbon monoksida yang terhirup bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan, lho! Ya, perlu diketahui bahwa karbon monoksida merupakan gas yang tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa.

Menghirup gas karbon monoksida bisa membuat tubuh merasa tidak enak hingga mematikan jika terkena level tinggi. Nah, untuk mengetahui lebih lanjut, yuk, simak berikut beberapa bahaya karbon monoksida yang perlu diketahui.

Baca juga: Suka Mencabut Rambut? Yuk, Ketahui Dampak untuk Kesehatan dan Cara Pencegahan

Apa saja sumber karbon monoksida?

Karbon monoksida atau CO dikenal juga sebagai pembunuh diam-diam karena sulit dideteksi bahkan tidak bisa dicium dan dirasakan. Keracunan karbon monoksida dapat terjadi kapan saja di rumah ataupun ruang tertutup lainnya.

Perlu diketahui, menjalankan mobil dan asap rokok juga bisa menjadi sumber karbon monoksida. Dilansir dari Mayo Clinic, karbon monoksida dapat dihasilkan dari pembakaran bensin, kayu, propana, arang, atau bahan bakar lain.

Gas ini diproduksi ketika bahan bakar tersebut tidak terbakar sepenuhnya. Minyak, batu bara, dan kayu merupakan sumber bahan bakar yang digunakan pada beberapa peralatan rumah tangga, termasuk boiler, sistem pemanas sentral, pemanas air, dan kompor.

Peralatan rumah tangga yang tidak terpasang dengan benar, mendapatkan perawatan kurang baik, dan berventilasi buruk menjadi penyebab paling umum paparan gas secara tidak sengaja.

Risiko paparan karbon monoksida dari perangkat portable mungkin juga lebih tinggi di karavan, perahu, dan rumah mobil.

Bahaya karbon monoksida sering tidak disadari sehingga perlu antisipasi tepat untuk menghindarinya. Nah, beberapa penyebab lain seseorang bisa keracunan karbon monoksida, meliputi:

  • Cerobong asap tersumbat. Hal ini dapat menghentikan keluarnya karbon monoksida sehingga memungkinkan peningkatan yang berbahaya
  • Membakar bahan bakar di ruangan tertutup. Biasanya dengan menjalankan mobil, generator bertenaga bensin, atau ketel rusak di dapur tertutup.
  • Asap cat. Beberapa cairan pembersih dan penghilang cat mengandung metilen klorida atau diklorometana, yakni zat yang dipecah tubuh menjadi karbon monoksida.
  • Pipa shisha. Membakar arang dan tembakau dapat menyebabkan penumpukan karbon monoksida di ruangan tertutup atau tidak berventilasi.

Bahaya karbon monoksida untuk tubuh

Bahaya karbon monoksida jika terhirup dalam level ringan bisa menyebabkan beberapa gejala umum. Beberapa efek keracunan karbon monoksida yang umumnya akan dirasakan, antara lain sesak napas, nyeri dada, kejang, dan hilang kesadaran.

Sekitar 10 hingga 15 persen orang yang mengalami keracunan karbon monoksida parah akan mengalami komplikasi jangka panjang. Bahaya karbon monoksida jika terpapar dengan level tinggi, antara lain sebagai berikut:

Kerusakan otak

Paparan gas karbon monoksida dalam waktu lama dapat menyebabkan masalah memori dan kesulitan untuk berkonsentrasi. Selain itu, hal ini juga bisa mengakibatkan kehilangan penglihatan dan gangguan pendengaran.

Dalam kasus yang jarang terjadi, keracunan karbon monoksida yang parah bisa menimbulkan Parkinsonisme dimana akan ditandai dengan gemetar, kaku, dan gerakan lambat. Parkinsonisme tidak sama dengan penyakit Parkinson yang merupakan kondisi neurologis degeneratif terkait penuaan. 

Penyakit jantung

Bahaya karbon monoksida jangka panjang juga bisa berkembang menjadi penyakit jantung koroner. Penyakit jantung koroner terjadi ketika suplai darah jantung tersumbat atau terganggu oleh penumpukan zat lemak atau ateroma di arteri koroner.

Jika suplai darah dibatasi maka bisa menyebabkan angina atau nyeri pada dada. Ketika arteri koroner tersumbat sepenuhnya, maka hal ini bisa menyebabkan serangan jantung sehingga merujuk pada kematian.

Berbahaya untuk bayi dalam kandungan

Paparan gas karbon monoksida dalam jangka panjang bisa merusak janin dalam kandungan.

Bayi yang terpapar karbon monoksida selama kehamilan akan berisiko mengalami berat badan lahir rendah, kematian perinatal atau lahir mati, kematian yang terjadi dalam 4 minggu pertama kelahiran, dan masalah perilaku.

Kematian

Bahaya karbon monoksida yang masuk terlalu banyak ke dalam tubuh bisa menyebabkan masalah serius, termasuk kematian. Gas yang masuk ini akan mengganggu fungsi organ tubuh sehingga menyebabkan kerusakan parah. 

Jika kamu keracunan karbon monoksida, segera hirup udara segar dan hubungi bantuan medis darurat.

Baca juga: 5 Gerakan Olahraga untuk Mengecilkan Lengan, Mau Coba?

Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  1. NHS (2019), diakses 2 Oktober 2020. Carbon monoxide poisoning
  2. Mayo Clinic (2019), diakses 2 Oktober 2020. Carbon monoxide poisoning
  3. Honeywell, diakses 2 Oktober 2020. Carbon Monoxide Poisoning
    register-docotr