Info Sehat

6 Tanda Gigi Kamu Butuh Pemasangan Behel

March 7, 2021 | Dewi Nurfitriyana | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Kawat gigi biasanya digunakan untuk meluruskan gigi yang tidak sejajar. Meski proses pemasangannya terbilang mahal, tetapi metode ini bisa memberikan manfaat kesehatan mulut secara optimal.

Nah, apakah kamu perlu untuk memasang kawat gigi? Yuk, simak penjelasan berikut ini sebelum bertindak!

Baca juga: Masalah Kesehatan Ini akan Mengintamu jika Masih Malas Menyikat Gigi

Tanda kamu membutuhkan kawat gigi

Kawat gigi tidak hanya digunakan untuk alasan kecantikan. Enam kondisi gigi berikut, umumnya adalah tanda bahwa kamu membutuhkan pemasangan kawat gigi.

1. Crowding

Dilansir dari Teamorthodontics, jika tidak ada cukup ruang di mulut untuk semua gigi, berarti kamu mengalami kondisi gigi crowding. Kondisi ini bisa semakin parah dan menyebabkan area mulut menjadi sulit dibersihkan.

Pemasangan kawat gigi pada usia muda, dapat membantu mengatasi masalah ini. Tetapi pasien yang telah dipasang kawat gigi saat masih kecil pun, masih dapat mengalami masalah yang sama saat dewasa nanti.

Untuk menghindari hal tersebut, kamu bisa melakukan pemasangan kawat gigi kembali setelah menginjak usia dewasa.

2. Gapping

Gapping adalah kebalikan dari crowding atau gigi berkerumun. Mereka yang mengalami kondisi ini, bisa diakibatkan kehilangan gigi atau memiliki rahang yang besar.

Memiliki celah gigi pada sebagian orang memang bisa membuat penampilan terlihat unik. Tapi jika ini tidak terjadi pada dirimu, maka kawat gigi bisa menjadi solusi yang diandalkan untuk memperbaiki kondisi ini.

3. Overbite

Overbite terjadi ketika gigi depan atas terlalu tumpang tindih dengan gigi depan bawah. Ini tidak hanya terlihat berantakan, tetapi juga disertai banyak masalah kesehatan dan mulut.

Selain meningkatkan risiko trauma pada gigi depan, kondisi gigi overbite juga dapat menyebabkan keausan gigi yang parah dan resesi gusi. Dokter biasanya akan menyarankan pemasangan kawat gigi untuk membantu meluruskan gigi-gigi tersebut.

4. Underbite

Berlawanan dengan overbite, underbite terjadi ketika semua gigi depan atas berada di belakang gigi depan bawah.

Biasanya ini terjadi ketika seseorang memiliki ukuran rahang yang tidak proporsional. Jika kamu kesulitan mengunyah dan menggigit, kemungkinan besar kamu mengalami kondisi ini.

Pemakaian kawat gigi dalam jangka waktu tertentu, dinilai cukup efektif dalam mengatasi kondisi ini.

5. Crossbite

Apakah kamu memiliki gigi atas yang bersilangan di belakang gigi bawah yang berlawanan? Jika iya, bisa jadi kamu mengalami crossbite.

Ini adalah bentuk gigi yang tidak normal dan tidak boleh dibiarkan begitu saja.

Tanpa perawatan yang tepat, crossbite dapat menyebabkan pertumbuhan rahang yang tidak simetris, keausan gigi yang berlebihan, dan peningkatan resesi gusi pada gigi yang terkena.

Gigitan silang bisa diperbaiki dengan kawat gigi, tetapi jika kamu terlalu lama membiarkannya, mungkin penggunaan kawat gigi menjadi tidak terlalu efektif dalam memulihkan gigi yang retak atau aus.

6. Openbite

Jenis kondisi gigi abnormal lainnya adalah openbite. Tandanya yang paling umum adalah saat menutup mulut atau menggigit dan gigi kamu tidak saling bersentuhan.

Biasanya kondisi ini menyebabkan masalah bicara dan kesulitan menggigit. Salah satu penanganan awal yang direkomendasikan adalah pemakaian kawat gigi sejak dini.

Baca juga: Sering Disepelekan, Ini Penyebab Gigi Berlubang yang Wajib Kamu Ketahui

Proses pemasangan behel

Dilansir dari Orthodonticslimited, berikut adalah proses pemasangan kawat gigi secara umum:

Konsultasi

Pada tahap ini, dokter akan memeriksa gigi untuk menentukan apa yang perlu dilakukan untuk merapikannya. Selama pertemuan ini, dokter mungkin juga membuat cetakan gigi, untuk membuat tiruan braket kawat gigi.

Memasang braket gigi

Selanjutnya dokter akan melakukan pengkondisian permukaan gigi, menyediakan tempat untuk menyemen braket gigi, menyemen braket di tempatnya, dan menempatkan braket pertama.

Setelah pembersihan, pengondisian dapat berlangsung dari sepuluh hingga tiga puluh menit. Kemudian gigi disiapkan untuk semen, dan braket gigi pun dipasang berdasarkan posisi yang telah ditentukan.

Memasukkan kawat

Sekarang saatnya memasukkan kabel kawat ke dalam braket. Dokter akan memulai dengan kawat setengah lingkaran, lalu memotongnya sesuai panjang yang tepat.

Terkadang dokter akan memasukkan tekukan yang akan membantu gigi bergerak lebih cepat ke posisi yang benar.

Kawat tersebut kemudian ditempatkan ke dalam braket dan ditutup agar tetap bertahan di tempatnya.

Penyesuaian

Setelah kawat gigi dipasang, biasanya ada jangka waktu tiga hingga empat minggu sebelum penyesuaian berikutnya.

Selama penyetelan, ahli ortodontik melepas kawat, membengkokkannya lagi, atau memasukkan kawat baru dan seringkali menggunakan kawat lama sebagai panduan.

Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference

Who Needs Braces?, https://www.healthline.com/health/do-i-need-braces#signs-a-child-needs-braces diakses pada 5 Maret 2021

Six Signs You May Need Braces, https://www.teamorthodontics.com/six-signs-you-need-braces/ diakses pada 5 Maret 2021

The Process of Getting Braces, https://www.orthodonticslimited.com/braces/process-getting-braces/ diakses pada 5 Maret 2021

    register-docotr