Info Sehat

5 Manfaat Bercocok Tanam Tanaman Hias, Bisa Bantu Redakan Stres Lho!

February 16, 2021 | Muhammad Hanif S. | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Bercocok tanam adalah salah satu kegiatan yang bisa menjadi kebiasaan menyehatkan, terutama di masa pandemi COVID-19. Begitu juga dengan memiliki tanaman hias yang dapat membuat mata betah memandangnya.

Lantas, apa saja manfaat dari kegiatan bercocok tanam dan memiliki tanaman hias? Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Manfaat bercocok tanam dan memiliki tanaman hias

Memiliki tanaman hias dan kegiatan bercocok tanam bisa memberi banyak manfaat untuk tubuh, baik secara fisik maupun mental. Berikut beberapa efek positif yang mungkin dapat kamu rasakan dari bercocok tanam dan memiliki tanaman hias:

1. Melindungi tubuh dari berbagai penyakit

Jika tumbuhan bisa melakukan fotosintesis, kulitmu juga dapat menjalankan proses yang mirip saat terkena sinar matahari. Saat bercocok tanam atau gardening di area outdoor, kulit akan mengolah sinar matahari menjadi vitamin D.

Vitamin D merupakan salah satu nutrisi yang penting untuk tubuh. Selain memperkuat tulang dan sistem kekebalan, vitamin D juga dapat membantu menurunkan risiko berkembangnya sel kanker, terutama di area usus besar, prostat, dan kandung kemih.

Selain itu, kurangnya asupan vitamin D sering dikaitkan dengan risiko gangguan kulit psoriaris, sindrom metabolik pradiabetes, dan diabetes tipe 2.

2. Perkuat otot dan tingkatkan kualitas tidur

Aktivitas berkebun bisa membantu memperkuat otot, lho. Center for Disease Control and Prevention (CDC) menyatakan, kegiatan seperti menyapu, memotong rumput, menyekop, dan menggali, merupakan aktivitas yang dapat dikategorikan sebagai olahraga.

Selain untuk urusan otot, hal tersebut juga berdampak positif bagi kamu yang sering susah tidur. Ya, bercocok tanam bisa membantu meningkatkan kualitas tidur.

Menurut sebuah studi di University of Pennsylvania, orang yang rajin bercocok tanam lebih mungkin untuk tidur nyenyak selama tujuh jam di malam hari.

3. Kualitas udara sekitar menjadi lebih baik

Tanaman pinang bisa meningkatkan kualitas udara. Sumber foto: Shutterstock.

Saat masih di sekolah, kamu mungkin masih ingat penjelasan dari guru tentang fungsi tanaman yang dapat menyerap karbon dioksida dan mengeluarkan oksigen. Hal itu secara tidak langsung bisa meningkatkan kualitas udara di sekitar.

Bahkan, menurut penelitian terbaru, seperti dikutip dari Healthline, efek tersebut diklaim mampu menyamai pemurnian udara dari biofilter modern dan teknologi sejenisnya.

Jika kamu berniat membeli tanaman, ada beberapa spesies yang mungkin bisa memberi efek di atas, salah satunya adalah pinang.

4. Bantu redakan stres

Mempunyai tanaman hias, baik di luar maupun di dalam rumah, bisa membantu meredakan stres. Berdasarkan penelitian yang terbit di Journal of Physiological Anthropology, adanya tanaman hias dapat membuat orang-orang yang melihatnya merasa lebih nyaman dan tenang.

Dalam riset tersebut, didapatkan hasil bahwa sensasi alami yang menenangkan bisa berpengaruh positif pada respons tubuh terhadap stres. Efek yang sama juga bisa menstabilkan detak jantung dan tekanan darah.

Stres adalah hal yang sebaiknya tidak dibiarkan terlalu lama. Sebab, jika itu terjadi, stres dapat berubah menjadi gangguan mental lain yang lebih parah seperti depresi.

Baca juga: Sering Dianggap Sama, Ini Lho Perbedaan Stres dan Depresi

5. Mengatasi gangguan kecemasan

Selain stres, memiliki tanaman hias atau kegiatan berkebun juga dapat membantu meringankan gejala gangguan kecemasan (anxiety disorder). Menurut sebuah publikasi, tanaman bisa menjadi mood booster yang bisa memengaruhi suasana hati.

Ketika seseorang menghabiskan waktu di taman atau area hijau dengan banyak tanaman, tingkat kecemasan yang dimiliki bisa menurun dan berkurang. Sama seperti stres, jika dibiarkan, cemas berlebih dapat bertambah parah dan berubah menjadi gangguan mental berat.

Tips bercocok tanam di masa pandemi

Sebenarnya, secara teknis, bercocok tanam di masa pandemi COVID-19 tak ada bedanya dengan waktu-waktu biasa, yaitu:

  1. Memilih lokasi bercocok tanam, bisa di halaman depan atau belakang rumah
  2. Menentukan jenis tumbuhan yang akan ditanam, misalnya sayur-sayuran yang bisa dikonsumsi sendiri
  3. Memerhatikan kompos dan kesuburan tanah
  4. Menjaga kelembapan tanah agar tanaman bisa tumbuh
  5. Merawat tanaman hingga tumbuh besar
  6. Membuat pelindung agar tak ada hewan yang merusak tanaman, jika memungkinkan..

Tapi, selama pandemi berlangsung, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam kegiatan bercocok tanam, seperti:

  • Jangan mendatangi halaman atau kebun jika kamu merasa sakit
  • Gunakan masker saat mendatangi kebun atau halaman
  • Pastikan bersihkan dan cuci tangan menggunakan sabun, sebelum dan sesudah mengunjungi kebun atau halaman
  • Jika mendatangi halaman atau kebun bersama orang lain, pastikan tetap menjaga jarak.

Nah, itulah ulasan tentang manfaat memiliki tanaman hias dan kegiatan bercocok tanam yang perlu kamu tahu. Tetap terapkan tips di atas untuk meminimalkan risiko penularan COVID-19 dari aktivitas berkebun, ya!

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

  1. Healthline, diakses 15 Februari 2021, A Hobby for All Seasons: 7 Science-Backed Benefits of Indoor Plants.
  2. Healthline, diakses 15 Februari 2021, Seed, Soil, and Sun: Discovering the Many Healthful Benefits of Gardening.
  3. TANDFOnline, diakses 15 Februari 2021, Garden Counseling Groups and Self-Esteem: A Mixed Methods Study With Children With Emotional and Behavioral Problems.
  4. Centers for Disease Control and Prevention (CDC), diakses 15 Februari 2021, Physical Activity for a Healthy Weight.
  5. National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses 15 Februari 2021, Interaction with indoor plants may reduce psychological and physiological stress by suppressing autonomic nervous system activity in young adults: a randomized crossover study.
  6. National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses 15 Februari 2021, The risks and benefits of sun exposure 2016.
  7. Purdue University, diakses 15 Februari 2021, GARDENING: A Guide for Community Gardens During the COVID-19 Pandemic.
  8. KAB.org, diakses 15 Februari 2021, Gardening Tips During Covid-19.

    register-docotr