Info Sehat

5 Efek Negatif Menahan Kencing, Jangan Dibiasakan!

September 10, 2020 | Richaldo Hariandja | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Salah satu kebiasaan buruk yang mungkin tidak kamu sadari adalah menahan buang air kecil. Kamu harus belajar mengurangi kebiasaan ini supaya tidak terkena penyakit di saluran kemih yang beberapa di antaranya menyakitkan.

Kamu mungkin terlalu sibuk atau terlalu asyik dengan apa yang sedang kamu jalani sehingga lupa untuk kencing. Mulai sekarang, belajarlah untuk kencing tanpa harus menunggu kamu kebelet.

Baca Juga: Sering Kencing di Malam Hari Waspadai Tanda-Tanda Awal Diabetes

Kapasitas buli-buli

Buli-buli merupakan bagian dari sistem saluran kemih yang menampung urine sebelum dikeluarkan dari tubuh. Pada buli-buli orang dewasa yang sehat, daya tampungnya bisa mencapai 0,47 liter atau setara dengan 2 cangkir urine.

Saat setengah kapasitas buli-buli terisi dengan cairan, dia akan mengirim sinyal ke otak untuk memberi tahu sudah waktunya untuk kencing. Otak lantas memberikan desakan untuk kamu segera buang air kecil sambil memberi tahu buli-buli supaya menahan cairan tersebut.

Terkadang menahan kencing memang perlu, terutama jika kamu tidak bisa segera mengakses toilet. Ada juga yang memang menahan kencing karena sedang melatih buli-buli.

Meskipun tidak ada aturan baku seberapa lama waktu yang aman untuk kamu menahan kencing, tapi ada masalah kesehatan yang dapat muncul karena kebiasaan ini. 

Mereka yang rentan terkena efek samping menahan kencing

Menahan kencing bisa berbahaya jika kamu memiliki masalah kesehatan berikut ini:

  • Pembengkakan prostat
  • Buli-buli neurogenik
  • Kelainan ginjal
  • Kesulitan menyimpan urine.

Ibu hamil memiliki risiko tinggi terkena infeksi saluran kemih. Risikonya jadi jauh lebih tinggi kalau mereka menahan kencing saat hamil.

Dampak negatif dari sering menahan kencing

Berikut ini adalah efek samping potensial terjadi kalau kamu terlalu sering menahan buang air kecil:

1. Nyeri

Buli-buli bisa terasa nyeri jika kamu terlalu sering mengacuhkan desakan kencing dari otak, lho. Kencing kamu pun akan terasa sakit jika kamu terlalu lama menahan buang air kecil ini.

Pada saat kamu menahan kencing, maka otot akan menjadi kaku, dan akan bertahan seperti itu bahkan saat urine sudah keluar. Kondisi ini memang berlangsung beberapa saat, tapi bisa mengakibatkan kram di panggul.

2. Infeksi saluran kemih

Pada beberapa kasus, menahan kencing terlalu lama dapat menyebabkan bakteri berkembang biak. Kondisi ini bisa berujung pada infeksi saluran kemih (ISK) jika terlalu lama dan sering dilakukan.

Medicalnewstoday menyebut jika dokter banyak merekomendasikan supaya kebiasaan ini dikurangi, apalagi jika kamu memiliki riwayat penyakit ISK yang sering.

Jarang buang air kecil pun bisa terjadi kalau kamu tidak terlalu sering minum air putih. Kondisi ini membuat bakteri bisa menyebar di saluran kemih dan menyebabkan infeksi.

Beberapa gejala dari ISK adalah:

  • Sensasi terbakar dan panas saat kamu kencing
  • Nyeri di panggul atau bagian bawah abdomen
  • Dorongan yang sering untuk mengosongkan buli-buli
  • Urine yang berbau tidak sedap
  • Warna urine menjadi keruh
  • Urine yang gelap
  • Perdarahan pada urine.

3. Buli-buli menjadi melar

Menahan kencing dalam jangka panjang dapat menyebabkan buli-buli menjadi melar. Kondisi ini sulit bahkan mustahil untuk kembali bergerak dan melepaskan urine secara normal.

Kalau kamu memiliki buli-buli yang melar, maka kamu mungkin membutuhkan alat bantu seperti kateter untuk buang air kecil.

4. Otot dasar panggul menjadi rusak

Menahan buang air kecil terlalu sering dapat melukai otot dasar panggul. Salah satu otot yang bisa rusak adalah urethral sphincter yang bertanggung jawab untuk menahan uretra tetap tertutup dan menahan urine agar tidak bocor ke luar.

Ketika otot tersebut rusak, maka kamu bisa terkena penyakit urinary incontinence atau keluarnya urine tanpa kamu sadari.

Untuk mengatasinya, kamu bisa melakukan latihan gerakan Kegels yang dapat memperkuat otot tersebut dan menahan kebocoran atau memperbaiki otot yang hilang.

5. Batu ginjal

Jika kamu pernah memiliki batu ginjal atau kandungan urine kamu kaya akan mineral, menahan kencing terlalu lama bisa mengakibatkan batu ginjal terbentuk, lho. Beberapa mineral yang biasanya keluar bersama urine adalah asam uric dan calcium oxalate.

Jika batu ginjal sudah terbentuk, maka cara untuk mengangkat atau menghilangkannya adalah dengan operasi.

Baca Juga: Apa Warna Air Kencing Kamu? Yuk, Kenali Artinya Secara Medis!

Tips mencegah sering kencing

Salah satu cara supaya kamu tidak terlalu sering buang air kecil adalah melatih buli-buli agar mengurangi frekuensi kencing kamu. Latihan ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah cairan yang bisa di tampung oleh buli -buli untuk membuat kamu merasa ingin kencing. Jika latihan ini sukses maka kamu akan memiliki sedikit dorongan untuk kencing.

Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk membuat buli-buli terlatih adalah:

  • Menjaga diri tetap hangat, karena dorongan untuk buang air kecil makin terasa saat dingin
  • Mendengarkan musik atau menonton TV untuk mengalihkan pikiran
  • Biasakan otak untuk memiliki aktivitas seperti bermain game atau puzzle
  • Membaca buku atau artikel di koran
  • Tetap duduk dan berjalan-jalan hingga dorongan kencing itu menjadi berkurang
  • Mengobrol di telepon atau menulis email

Itu dia bahaya dari menahan kencing terlalu lama. Tetap penuhi kebutuhan cairan harian kamu yaitu sebanyak 2L perhari ya, jangan sampai malas kencing membuat kamu malas minum air putih.

Konsultasi kesehatan bisa ditanyakan pada dokter ahli di Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Healthline.com (2017) diakses 09 September 2020. Is It Safe to Hold Your Pee?
  2. Medicalnewstoday.com (2018) diakses 09 September 2020. Is it safe to hold your pee? Five possible complications
    register-docotr