Info Sehat

5 Bahaya Asam Lambung Rendah: Bisa Picu Heartburn hingga Gangguan Imun

October 15, 2020 | Muhammad Hanif S. | dr. Pitoyo Marbun
no-image

Asam lambung adalah zat yang dibutuhkan untuk menjalankan banyak tugas di sistem percernaan. Sehingga, rendahnya kadar asam tersebut dapat berdampak serius pada beberapa fungsi di dalam tubuh.

Jika dibiarkan dan tak segera ditangani, kondisi ini bisa menyebabkan sejumlah gangguan kesehatan serius. Apa saja bahaya itu? Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Baca juga: Hati-hati Akibat Asam Lambung Tinggi, Kamu Bisa Mengalami Masalah Ini

Kondisi asam lambung rendah

Asam lambung rendah atau hipoklorhidria adalah kondisi saat tubuh kekurangan asam klorida di perut. Asam ini bertugas untuk memecah, mencerna, dan menyerap nutrisi makanan, serta berperan dalam melindungi tubuh dari infeksi bakteri dan virus.

Kadar asam klorida yang rendah bisa berdampak besar pada semua proses di atas. Dilansir dari Healthline, untuk menentukan apakah kamu mengalami hipoklorhidria, dokter mungkin akan melakukan uji pH atau keasaman lambung. Asam lambung rendah memiliki pH pada rentang 3 hingga 5.

Beberapa faktor yang bisa menyebabkan hal ini adalah:

  • Usia: Hipoklorhidria lebih sering terjadi pada orang-orang lanjut usia. Semakin bertambahnya usia, kemampuan dan fungsi tubuh akan ikut menurun, begitu juga dengan proses sekresi di lambung.
  • Stres: Kondisi psikologis yang sedang tak stabil bisa menekan dan menurunkan produksi asam lambung.
  • Kurang vitamin: Asupan vitamin, terutama vitamin B, sangat memengaruhi tingkat keasaman lambung.
  • Efek samping obat: Mengonsumsi antasida untuk mengatasi berbagai gangguan di lambung dapat mengganggu tingkat keasaman di organ tersebut.
  • Infeksi H. pylori: Adanya infeksi bakteri pemicu tukak lambung ini dapat menyebabkan penurunan produksi asam.
  • Prosedur medis: Prosedur operasi di sekitar perut dapat mengurangi jumlah asam yang dihasilkan oleh lambung.

Bahaya asam lambung rendah

Gejala paling umum dari asam lambung rendah adalah kembung, sering bersendawa, sakit perut, mual, sering kentut, hingga diare. Jika dibiarkan, kondisi tersebut dapat menyebabkan gangguan kesehatan serius, seperti:

1. Penyakit gastritis

Gastritis adalah peradangan yang terjadi pada lapisan dinding lambung. Penyakit ini dapat muncul secara tiba-tiba, tapi membutuhkan pengobatan yang relatif panjang. Bahkan, bisa berlangsung selama bertahun-tahun.

Gastritis adalah penyakit yang bisa menyebabkan erosi lapisan dinding lambung, yang dapat berujung pada perdarahan dan muncul bisul di dalam perut.

2. Heartburn di dada

Pada kondisi yang parah, rendahnya asam lambung bisa menyebabkan heartburn, yaitu munculnya sensasi panas dan terbakar pada area kerongkongan (esofagus). Organ tersebut berada di bagian tengah dari dada.

3. Masalah pada kulit

Gangguan kulit psoriaris. Sumber foto: www.sharecare.com

Tak hanya pada lambung dan area di sekitarnya, hipoklorhidria juga dapat menyebabkan berbagai masalah kulit. Belum jelas tentang keterkaitan antara asam lambung dengan penyakit kulit. Hanya saja, proses pemecahan nutrisi yang terganggu dipercaya menjadi pemicu hal tersebut.

Beberapa penyakit kulit yang bisa terjadi adalah eksim, psoriaris, dan jerawat di wajah.

4. Gangguan imun

Rendahnya asam lambung ternyata bisa sebabkan gangguan imun, lho. Kondisi ini dipicu oleh kurangnya asupan protein yang dibuat oleh sel-sel di lapisan lambung. Padahal, protein ini dibutuhkan usus halus dalam proses penyerapan nutrisi.

Rendahnya penyerapan nutrisi dipercaya menjadi faktor utama terjadinya gangguan imun, termasuk lupus.

Baca juga: Kenali Jenis-jenis Penyakit Autoimun Umum dan Gejala Khasnya

5. Pengeroposan tulang

Tak banyak orang yang tahu bahwa asam lambung rendah bisa memicu terjadinya pengeroposan tulang atau osteoporosis. Menurut sebuah penelitian pada 2009, terganggunya proses sekresi asam lambung dapat membuat penyerapan kalsium menjadi tidak optimal.

Kalsium sendiri adalah nutrisi yang sangat diperlukan tulang untuk menjaga kekuatan dan kepadatannya.

Cara mengatasi asam lambung rendah

Dari penjelasan tentang beberapa bahaya di atas, sangat penting untuk menjaga tingkat keasaman lambung. Hal terbaik yang bisa dilakukan adalah meningkatkan sekresi dari asam lambung itu sendiri, yaitu dengan:

  • Kunyah makanan sampai lembut. Ketika makanan dikunyah di mulut, ini bisa merangsang enzim pencernaan untuk meningkatkan kadar asam lambung.
  • Hindari gula dan makanan olahan, karena dapat meningkatkan risiko peradangan di lambung dan menurunkan aktivitas asam.
  • Perbanyak probiotik. Makanan yang mengandung probiotik dapat menghambat pertumbuhan bakteri berbahaya dan membantu meningkatkan kadar asam lambung. Beberapa makanan tersebut adalah tempe, keju, yoghurt, kimchi, dan produk fermentasi lainnya.
  • Konsumsi jahe. Rempah khas Indonesia ini bisa membantu mengatasi peradangan lambung akibat asam yang rendah. Selain itu, jahe juga dapat meredakan berbagai gejala yang ditimbulkan, seperti mual dan sakit perut.
  • Antibiotik. Jika rendahnya asam lambung disebabkan oleh bakteri H. pylori, antibiotik bisa digunakan untuk mengatasi masalah ini. Tapi, mintalah saran dari dokter untuk mendapatkan antibiotik yang tepat.

Nah, itulah lima bahaya dari rendahnya asam lambung dan cara untuk mengatasinya. Jika kondisi tak kunjung membaik, tak perlu pikir panjang untuk memeriksakan diri ke dokter, ya!

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference

  1. Medical News Today, diakses 14 Oktober 2020, How can you naturally increase stomach acid?
  2. Healthline, diakses 14 Oktober 2020, What Is Hypochlorhydria?
  3. Healthline, diakses 14 Oktober 2020, How to Increase Stomach Acid at Home.
  4. Healthline, diakses 14 Oktober 2020, Gastritis.
  5. Healthline, diakses 14 Oktober 2020, Autoimmune Diseases: Types, Symptoms, Causes, and More.
  6. Tandfonline, diakses 14 Oktober 2020, Hypochlorhydric stomach: a risk condition for calcium malabsorption and osteoporosis?

    Berita Terkait
    register-docotr