Info Sehat

10 Warna Kotoran Telinga dan Artinya bagi Kesehatan

February 2, 2021 | Muhammad Hanif S. | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Mengorek telinga sudah menjadi kebiasaan bagi sebagian orang, baik untuk menghilangkan rasa gatal maupun sekadar membersihkan kotoran di dalamnya. Kotoran telinga sendiri punya banyak warna yang masing-masing memiliki arti.

Lantas, apa saja warna kotoran telinga yang masih dianggap normal dan yang harus diwaspadai? Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Sekilas tentang kotoran telinga

Kotoran telinga atau yang juga disebut dengan serumen adalah zat yang dihasilkan secara alami oleh organ pendengaran melalui kelenjar sebasea dan seruminosa. Serumen berfungsi melindungi saluran dan bagian gendang telinga dari paparan partikel asing dan kuman.

Pada umumnya, serumen berperan aktif untuk membawa kotoran dan sel kulit mati untuk keluar. Saat sudah menumpuk, serumen akan secara alami keluar dari telinga dengan sendirinya. Gerakan berbicara atau mengunyah makanan dapat membantunya untuk berpindah keluar.

Meski begitu, terkadang tubuh bisa memproduksi lebih banyak serumen di waktu-waktu tertentu, seperti ketika sedang stres dan takut.

Warna kotoran telinga dan artinya

Warna kotoran telinga. Sumber foto: Medical News Today.

Dikutip dari Healthline, ada dua jenis warna kotoran telinga yang paling umum, yaitu kuning kecoklatan (cenderung basah) dan putih keabu-abuan (kering). Namun, sering kali, seseorang bisa memiliki serumen dengan warna yang berbeda, di antaranya:

  • Putih kekuning-kuningan, yaitu serumen yang masih baru diproduksi oleh kelenjar sebasea dan seruminosa
  • Kuning oranye, yaitu serumen yang baru diproduksi oleh kelenjar di telinga namun sudah mengendap agak lama
  • Oranye gelap, yaitu serumen berumur lebih lama yang telah bercampur dengan kotoran, biasanya sedikit lengket dan bersisik
  • Oranye kecoklatan, yaitu serumen yang telah mengendap lama di liang telinga, biasanya mempunyai lapisan yang tebal
  • Oranye pucat, yaitu serumen yang telah berdiam sangat lama di liang telinga, biasanya sudah kering.

Kelima warna serumen di atas masih dianggap normal. Ada juga warna serumen yang dapat mengindikasikan adanya kondisi tertentu di dalam telinga, seperti:

  • Kuning kehijauan, yaitu serumen yang telah bercampur dengan nanah karena adanya infeksi
  • Hijau, yaitu serumen yang menandakan bahwa infeksi di telinga sudah cukup parah, biasanya disertai dengan bau tak sedap yang menyengat
  • Abu-abu, yaitu serumen yang telah bercampur dengan debu atau partikel kecil lainnya
  • Hitam, yaitu serumen yang telah bercampur dengan banyak kotoran
  • Goresan merah, yaitu serumen yang kemungkinan muncul setelah terjadi cedera, garukan, atau gigitan serangga. Jika basah dan berair, ada kemungkinan gendang telinga pecah.

Bolehkah membersihkan telinga dengan cotton bud?

Sebagian orang memilih menggunakan cotton bud untuk membersihkan kotoran telinga. Padahal, langkah tersebut bukan hal yang tepat. Memasukkan benda apapun ke dalam telinga  justru bisa memicu masalah baru.

Alih-alih mengeluarkan kotoran, memasukkan cotton bud malah bisa membuat serumen terdorong lebih dalam. Belum lagi, saat mengoreknya terlalu dalam, gendang telinga juga berisiko untuk robek.

Cara membersihkan telinga yang tepat

Sebenarnya, telinga tidak perlu dibersihkan secara khusus. Hal yang bisa kamu lakukan hanya mengelap bagian luarnya saja, bukan memasukkan sesuatu ke bagian dalam. Seperti yang telah disebutkan, serumen dapat keluar membawa kotoran dengan sendirinya.

Tapi jika kotoran sudah menumpuk dan muncul rasa gatal, obat tetes telinga komersial bisa kamu gunakan untuk melembutkan serumen. Sehari setelahnya, gunakan spuit karet (alat suntik) untuk menyemprotkan air hangat ke dalam telinga.

Sesudah itu, miringkan kepala lalu tarik telinga bagian luar ke atas dan ke belakang. Ini akan membantu air untuk keluar bersama dengan kotoran yang dibawanya.

Namun sebaiknya jika kamu tidak biasa melakukannya, konsultasi terlebih dahulu dengan dokter ya.

Baca juga: Jangan Asal, Begini Cara Membersihkan dan Merawat Telinga yang Aman

Kapan harus ke dokter?

Kamu bisa mendatangi dokter untuk mencari bantuan medis jika penumpukan serumen sudah menimbulkan beberapa gejala sebagai berikut:

  • Sakit telinga
  • Pendengaran berkurang
  • Muncul denging di telinga

Jika kamu menemukan serumen berwarna kehijauan atau kemerahan, tak perlu ragu juga untuk memeriksakannya. Sebab, dua warna itu bisa mengindikasikan adanya infeksi atau gangguan lain yang perlu mendapat penanganan.

Nah, itulah ulasan tentang warna kotoran telinga dan bagaimana cara membersihkannya. Meski bisa dilakukan di rumah, kamu dapat mendatangi dokter spesialis telinga hidung tenggorok (THT) jika tidak yakin melakukannya sendiri.

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

  1. Healthline, diakses 1 Februari 2021, What Does Your Earwax Color Mean?
  2. Medical News Today, diakses 1 Februari 2021, Earwax color chart: What to know.
  3. Hearing and Health Matters, diakses 1 Februari 2021, Earwax and Glands.

    register-docotr