Info Sehat

Rambut Rontok dan Beruban Lebih Cepat, Bisa Jadi Kamu Mengalami Stres

July 25, 2020 | Nanda Hadiyanti | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Stress adalah reaksi tubuh saat menghadapi situasi yang dianggap mengancam. Umumnya dalam kondisi stress, tubuh akan memberikan respons seperti detak jantung dan napas lebih cepat. Selain itu ada juga beberapa kondisi fisik yang mungkin muncul akibat stress pada tubuh.

Setidaknya ada 10 kondisi yang mungkin saja muncul saat seseorang mengalami stress. Dilansir dari American Institute of stress, berikut 10 kondisi umum yang timbul akibat stress pada tubuh.

10 hal yang mungkin timbul akibat stress pada tubuh

Tidak semua mengalami hal-hal berikut ini. Beberapa kondisi baru muncul, jika stres berlangsung dalam waktu lama. Yuk, simak penjelesan lebih lengkapnya di bawah ini.

1. Rambut rontok dan beruban

Yufang Lin, MD, dokter dari klini Cleveland, mengatakan bahwa stres menimbulkan kondisi yang disebut telogen effluvium. Di mana pertumbuhan folikel rambut terhenti. Ini membuat rambut lebih mudah rontok.

Namun tak perlu khawatir, karena pertumbuhan rambut akan kembali normal jika stres berakhir. Selain itu, stres kronis juga dapat menyebabkan orang kehilangan pigmen rambut. Ini memungkinkan kamu beruban di usia relatif muda.

2. Lebih sensitif pada rasa sakit

Stres dapat menyebabkan ketegangan fisik. Ini menimbulkan sakit kepala, leher dan punggung. Lebih dari itu, ternyata stress juga akan membuatmu lebih sensitif saat merespons rasa sakit.

Para ahli berpikir bahwa respons tubuh saat stress membuat hormon yang membantu orang mengatasi rasa sakit tidak berfungsi dengan efektif.

3. Stres memengaruhi kesuburan

Jika wanita mengalami gangguan siklus menstruasi, mungkin saja itu akibat stres pada tubuh. Gangguan siklus menstruasi itu juga akan memengaruhi kesuburan wanita. Wanita dapat mengalami penurunan ovulasi.

Pada pria, stress berkepanjangan dikaitkan pada jumlah sperma yang lebih rendah. Selain itu, dapat memengaruhi gerak sperma sehingga kurang efektif. Hal ini akan memengaruhi rencana untuk memiliki keturunan.

4. Lebih banyak berkeringat

Stress kronis memungkinkan seseorang lebih banyak berkeringat. Karena mereka lebih mudah merasa kepanasan. Kondisi ini akan lebih buruh pada wanita menopause yang mengalami stres.

5. Masalah saat menelan

Sharon Bergquist, MD, asisten profesor kedokteran di Emory University School of Medicine, mengatakan bahwa umumnya pasien yang mengalami stres merasakan sensasi benjolan di tenggorokan mereka. Mereka kemudian mengalami masalah menelan.

Namun nyatanya, secara fisik tidak terdapat benjolan di tenggorokan pasien. Rasa benjolan muncul lantaran otot-otot di bagian bawah mengerut karena efek cemas. Itulah yang kemudian menciptakan sensasi tidak bisa menelan.

6. Perubahan pada indera penciuman dan pendengaran

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa peningkatan hormon stres dalam tubuh menyebabkan orang lebih akurat mengidentifikasi bau. Ini karena otak bekerja lebih keras untuk mengendus adanya ancaman atau bahaya di sekitar.

Beberapa orang juga akan lebih peka dengan bunyi-bunyian di sekitar mereka. Ada juga yang mengalami tinnitus atau merasa dengung di telinga. Dengung dapat terjadi pada satu atau kedua telinga sekaligus.

7. Masalah pencernaan

Stres dapat memengaruhi komunikasi antara otak dan usus. Ini dapat mengakibatkan ketidakseimbangan pada usus, dan pada beberapa orang dapat menimbulkan kembung, diare, sembelit dan rasa tidak nyaman sebagai akibat stres pada tubuh.

8. Masalah buang air kecil

Beberapa orang mengalami keinginan buang air kecil lebih sering saat stress kronis. Ini terjadi karena pengaruh saat semua sistem tubuh meningkat untuk mengatasi stres.

9. Masalah kulit

Beberapa mengungkapkan bahwa sistem kekebalan tubuh merespons stres dan dapat mengakibatkan beberapa masalah kulit seperti eksim atau psoriasis.

Ada juga yang mengaitkan kondisi tersebut dengan fungsi usus. Saat stres orang melepas hormon kortisol yang menyebabkan usus menjadi lebih rapuh, menyebabkan bakteri dan racun dapat berada di aliran darah.

10. Gangguan imun

Saat tubuh terus-menerus merespons stres, dapat menyebabkan kerusakan pada sistem kekebalan tubuh. Karenanya, seseorang yang mengalami stres berkepanjangan akan lebih mudah terserang virus atau infeksi lainnya, karena sistem imun yang sudah rusak tidak mampu menangkalnya.

Demikian 10 kondisi yang mungkin terjadi akibat stres pada tubuh. Jika mengalami salah satu atau beberapa di antaranya, kamu bisa melakukan berbagai cara untuk mengatasi stresmu.

Namun jika kamu merasa respons stres sudah mengganggu kegiatan sehari-hari, kamu bisa melakukan konsultasi untuk memastikan kondisi kesehatanmu.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Webmd.com diakses 22 Juli 2020 The Effects of Stress on Your Body 
  2. Healthline.com diakses 22 Juli 2020 The Effects of Stress on Your Body 
  3. Stress.org diakses 22 Juli 2020 9 Weird Things That Stress Can Do To Your Body
    register-docotr