Covid-19

Waspada Jamur Hitam! Kenali Gejalanya Sesuai Lokasi Infeksi

July 28, 2021 | Arianti Khairina | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Sudah masuk ke Indonesia, kamu perlu mewaspadai penyakit jamur hitam yang rentan menyerang penyintas COVID-19. Berikut ini beberapa gejala penyakit jamur hitam yang wajib kamu ketahui. 

Apa itu infeksi jamur hitam? 

Melansir penjelasan laman Web MD,  infeksi jamur hitam ini juga disebut sebagai mucormycosis.

Penyakit ini adalah infeksi yang jarang namun berbahaya dan disebabkan oleh sekelompok jamur mucormycetes. Umumnya penyakit ini sering memengaruhi sinus, paru-paru, kulit, dan otak.

Kamu dapat menghirup spora jamur atau bersentuhan dengannya dalam hal-hal seperti tanah, produk busuk atau roti, atau tumpukan kompos.

Siapa saja yang berisiko terinfeksi jamur hitam? 

Infeksi jamur hitam dapat terjadi pada siapa saja pada usia berapa pun. Kebanyakan orang akan bersentuhan dengan jamur di beberapa titik dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Tetapi lebih mungkin jika kamu dalam kondisi sakit dan memiliki sistem kekebalan yang lemah, seperti: 

  • Diabetes, terutama bila tidak terkontrol
  • HIV/AIDS
  • Kanker
  • Transplantasi organ
  • Transplantasi sel induk
  • Neutropenia (jumlah sel darah putih rendah)
  • Penggunaan steroid jangka panjang
  • Penggunaan narkoba suntik
  • Tingginya kadar zat besi dalam tubuh (hemokromatosis)
  • Kesehatan buruk dari gizi buruk
  • Tingkat asam yang tidak merata dalam tubuh (asidosis metabolik)
  • Kelahiran prematur atau berat badan lahir rendah

Penyakit ini juga lebih mungkin terjadi jika kamu mengalami cedera kulit seperti luka bakar, terpotong, atau luka. Dan baru-baru ini juga telah dilaporkan, bahwa kasus infeksi jamur hitam banyak terjadi pada penyintas COVID-19.

Baca juga:  Kenali Reinfeksi COVID-19: Seberapa Mungkin Kondisi Ini Terjadi?

Gejala penyakit jamur hitam sesuai dengan lokasi infeksinya 

Seperti dijelaskan dalam laman Centers for Disease Control and Prevention (CDC), gejala penyakit jamur hitam ini tergantung di bagian tubuh mana jamur itu tumbuh. 

Namun umumnya infeksi ini bisa menyerang sejumlah bagian tubuh, di antaranya rhinocerebral (sinus dan otak), paru-paru, saluran pencernaan, dan kulit. Berikut ini deretan gejalanya sesuai dengan lokasi infeksi: 

1. Gejala infeksi jamur hitam di sinus dan otak 

  • Pembengkakan pada salah satu sisi wajah
  • Sakit kepala
  • Hidung atau sinus tersumbat
  • Lesi hitam di batang hidung atau bagian dalam mulut bagian atas, yang dengan cepat menjadi lebih parah
  • Demam

2. Gejala infeksi jamur hitam di paru-paru 

  • Demam
  • Batuk
  • Sakit dada
  • Sesak napas

3. Gejala infeksi jamur hitam di kulit

  • Terlihat seperti lecet atau bisul, dan area yang terinfeksi dapat berubah menjadi hitam
  • Rasa sakit
  • Kehangatan
  • Kemerahan yang berlebihan atau pembengkakan di sekitar luka

4. Gejala infeksi jamur hitam di saluran pencernaan

  • Sakit perut
  • Mual dan muntah
  • Perdarahan gastrointestinal

Apabila kamu mengalami gejala infeksi jamur hitam di atas, terutama pada penyintas COVID-19, segera konsultasikan ke dokter. Dokter biasanya mengobati infeksi ini dengan meresepkan obat antijamur atau merekomendasikan operasi pengangkatan bagian tubuh yang terinfeksi. 

Walaupun penyakit ini tidak menular, tetapi jika infeksi jamur hitam yang tidak diobati bisa berdampak fatal.

Cara mencegah penyakit jamur hitam 

Tidak ada cara untuk menghindari menghirup spora. Tetapi kamu dapat melakukan beberapa hal untuk menurunkan kemungkinan terinfeksi penyakit jamur hitam:

  • Jauhi area yang banyak debu atau tanah, seperti lokasi konstruksi atau penggalian. Jika harus berada di area tersebut, kenakan masker wajah seperti N95. 
  • Hindari air yang terinfeksi. Ini dapat mencakup air banjir atau bangunan yang rusak karena air, terutama setelah bencana alam seperti angin topan atau banjir. 
  • Jika kamu memiliki sistem kekebalan yang lemah, hindari aktivitas yang melibatkan debu dan tanah. Jika tidak bisa, lindungi kulit dengan sepatu, sarung tangan, celana panjang, dan baju lengan panjang. Cuci luka atau goresan dengan sabun dan air sesegera mungkin.

Terakhir, apabila kamu terkena mucormycosis, pastikan untuk minum obat sesuai petunjuk dokter. Jika efek samping menyebabkan masalah atau infeksi tidak membaik, segera konsultasikan dengan dokter agar mendapatkan perawatan yang tepat.

Konsultasi lengkap seputar COVID-19 di Klinik Lawan COVID-19 dengan mitra dokter kami. Yuk, klik link ini untuk download aplikasi Good Doctor!

Reference
  1. Cdc.gov (2021) diakses pada 27 Juli 2021. Symptoms of Mucormycosis
  2. Webmd.com (2021) diakses pada 27 Juli 2021. Mucormycosis: What to Know
    register-docotr