Covid-19

Wajib Tahu, Ini Aktivitas Paling Berisiko Memicu Penularan COVID-19

June 22, 2021 | Arianti Khairina | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Kasus pasien positif COVID-19 di Indonesia semakin hari terus bertambah. Demi mengatasi hal tersebut, kamu perlu menghindari beberapa aktivitas yang paling berisiko untuk terjadinya penularan virus COVID-19. 

Aktivitas paling berisiko untuk terjadinya penularan COVID-19

Menurut penjelasan Centers for Disease Control and Prevention Guidelines seperti yang dilansir dari laman Cnet, berikut ini beberapa aktivitas paling berisiko terjadinya penularan COVID-19: 

Melakukan perjalanan dengan pesawat 

Melakukan perjalanan udara adalah salah satu situasi paling berisiko untuk menempatkan diri dalam hal paparan COVID-19. Hal yang perlu dihindari yakni melakukan perjalanan udara. Setidaknya sampai sebagian besar populasi divaksinasi, atau paling tidak, sampai kamu sudah menerima dosis lengkap vaksin.

Bandara cenderung menjadi tempat dengan tingkat stres tinggi. Orang-orang selalu khawatir tentang penerbangan mereka. Ketika keadaan mengharuskan kamu untuk menggunakan pesawat, jenis fokus yang bisa dilakukan yaitu dengan social distancing, masker dan hand sanitizer.

Saat berada di bandara maupun di dalam pesawat hal paling berisiko terjadinya penularan. Alasannya, potensi tinggi untuk bertemu orang-orang dari seluruh dunia atau negara lain yang bisa jadi tempat berisiko tinggi membawa virus tanpa gejala.

Begitu berada di pesawat, hampir tidak mungkin untuk tetap berjarak enam kaki dari orang lain. Saat duduk di pesawat menunggu lepas landas, dan tidak ada pergerakan udara, kondisi itu sangat berpotensi menginfeksi seluruh penumpang di dalam pesawat. 

Makan di restoran 

Makan di dalam restoran bisa berisiko tinggi terjadinya penularan karena beberapa alasan berbeda. Pertama, berada di dalam dan di sekitar orang lain membuat kamu berisiko terpapar orang yang membawa virus.

Jika berada di luar, kemungkinan besar apa pun di udara akan menyebar lebih cepat, yang berarti kemungkinan saat menghirup partikel udara yang terinfeksi lebih kecil.

Saat di restoran, kamu juga akan berada di sekitar orang-orang yang sebagian besar tidak mengenakan masker karena cukup sulit untuk tetap menggunakan masker saat makan.

Terakhir, berada di sekitar karyawan restoran juga berisiko karena akan sering berbicara dan berinteraksi dengan mereka dalam jarak dekat tanpa adanya social distancing.  

Berkumpul dengan teman atau keluarga 

Berkumpul dengan teman atau keluarga di dalam ruangan harus memperhatikan jumlah orangnya. Seberapa baik kamu mengenal mereka dan jumlah keterpaparan yang mereka miliki untuk berhubungan denganmu. 

Jika memiliki lingkaran teman yang kamu tahu bahwa dia bertanggung jawab dengan jarak sosial dan menghindari pergi keluar dan berkelompok. Maka akan lebih aman daripada jika mengundang teman yang sering pergi ke tempat umum. 

Akibat dari lonjakan kasus COVID-19 ini, sikap untuk membatasi berkumpul dengan teman di dalam ruangan sebanyak mungkin harus dipertegas. Alasannya, lebih mudah untuk menyebarkan virus di dalam ruangan. 

Orang-orang cenderung berkumpul lebih dekat, berbicara dan menyentuh permukaan seperti pintu, meja, kursi, dan lainnya. Beberapa ahli menyarankan bahwa pesta dan pertemuan teman atau keluarga dalam ruangan lainnya menyebabkan sejumlah besar kasus baru.

Hal lain yang sering terjadi ketika sedang berkumpul bersama teman, saat berada di sekitar teman-teman kamu akan cenderung santai.

Salah satu contohnya saat sedang minum atau makan orang-orang akan jauh lebih rileks sehingga masker akan terlepas dan semua orang menjadi lebih dekat tanpa ada social distancing

Berolahraga di gym 

Gym adalah beberapa bisnis pertama yang dibuka kembali di beberapa area setelah penutupan awal COVID-19, tetapi mereka belum tentu menjadi tempat teraman untuk dikunjungi.

Pertama-tama, keamanan sangat tergantung pada seberapa besar gym, seberapa ramainya, dan seberapa baik kamu bisa menjaga jarak dari orang lain. 

Hal yang membuat gym berisiko menjadi tempat penularan karena saat sedang berolahraga banyak orang cenderung akan terengah-engah ketika bernapas.

Dan semakin banyak mengembuskan napas dengan paksa, semakin jauh partikel virus itu pergi atau dengan kata lain akan lebih cepat tersebar ke banyak orang yang di dalam ruangan tersebut. 

Dan hal yang lebih sulit untuk dikendalikan adalah kebanyakan orang tidak akan mengenakan masker saat mereka mencoba berolahraga. Jadi kamu akan lebih berisiko untuk menghirup udara yang sama dengan orang-orang yang sedang berolahraga di ruangan gym tersebut. 

Berbelanja 

Hal terpenting yang harus diperhatikan dalam berbelanja bahan makanan adalah seberapa ramai toko tersebut. Lebih baik memilih toko yang membatasi kapasitas dan di mana kamu mengetahui toko tersebut akan terasa lebih aman. 

Semakin sering harus berdiri di dekat seseorang baik yang sedang mengantre atau saat memilih makanan, semakin besar risiko untuk terpapar virus. 

Potong rambut di salon 

Ini mungkin tampak cukup tidak berbahaya, tetapi memotong rambut di salon dapat menempatkan pada risiko yang signifikan untuk terjadinya penularan dan membuat kamu lebih cepat terinfeksi. 

Alasan potong rambut di salon bisa jadi faktor penularan yang paling berbahaya karena pada dasarnya ketika melakukan aktivitas ini kamu harus sangat dekat dengan penata rambut, yang mungkin bisa saja membawa virus, terlebih harus berada dalam jarak dekat untuk waktu yang lama.

Bahkan jika mengenakan masker, ingatlah bahwa itu tidak membuat kamu terhindar dari penularan virus, terutama dalam jarak yang begitu dekat, meskipun itu akan mengurangi risiko penularan atau terkena virus.

Baca juga: Lebih Berbahaya, Ini Gejala Utama COVID-19 Varian Delta

Cara mencegah agar terhindar dari penularan virus COVID-19 

Satu-satunya cara untuk menjaga diri 100 persen bebas dari risiko adalah dengan sepenuhnya mengisolasi dari masyarakat. Namun, tidak realistis atau kondusif untuk kesehatan mental jika kamu harus hidup seperti itu. 

Pasti kita harus berinteraksi dengan orang lain, meski hanya sekadar membeli bahan makanan.

Oleh sebab itu, perlu kamu ketahui bahwa semakin sedikit melakukan aktivitas berisiko tinggi akan semakin baik untuk menjaga diri terhindar dari penularan COVID-19 serta tetap mematuhi protokol kesehatan yang sudah dianjurkan.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Cdc.gov (2020) diakses pada 21 Juni 2021. Deciding to Go Out
  2. Cnet.com (2021) diakses pada 21 Juni 2021. 10 activities that expose you to coronavirus, from most to least risky
  3. Cdc.gov (2021) diakses pada 21 Juni 2021. Daily Activities and Going Out

 

    register-docotr