Covid-19

Varian Baru Virus COVID-19, Apakah Lebih Berbahaya dan Mudah Menular?

December 22, 2020 | Nanda Hadiyanti | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Sempat melonggarkan aturan untuk merayakan natal, namun Inggris kembali memperketat pembatasan karena ditemukannya varian baru virus COVID-19. Varian ini dianggap lebih mudah menular di antara manusia.

Adanya varian baru COVID-19 ini diungkap oleh menteri kesehatan Inggris, Matt Hancock. Dilansir dari The BMJ, varian tersebut diberi nama VUI-202012/01, dengan 17 mutasi, salah satu yang paling signifikan disebut N501Y. Apa yang perlu diketahui dari varian ini? 

Kenapa varian baru COVID-19 dianggap lebih menular?

Mutasi adalah hal yang mungkin terjadi pada virus. Beberapa mutasi bisa terjadi dan hilang begitu saja. Sementara itu mutasi virus penyebab COVID-19 ini diketahui setelah dilakukannya pengurutan genetik dari sampel COVID-19 di seluruh Inggris. 

Hal tersebut dilakukan oleh konsorsium Covid-19 Genomics UK (COG-UK), dan sejak April 2020 lalu, konsorsium tersebut telah mengurutkan 140 ribu genom virus dari pasien COVID-19. 

Kemudian terdeteksi varian baru dan pada mutasi N501Y ditemukan adanya perubahan pada virus, yang dapat mengikat reseptor manusia. Atau mudahnya, virus ini dapat lebih mudah masuk ke tubuh manusia. 

Bagaimana penyebaran varian baru tersebut? 

Per 13 Desember 2020, sudah terdapat 1108 kasus dengan varian baru tersebut. Meski diduga jumlah sebenarnya yang terjadi lebih tinggi dari angka tersebut. Kasus itu umumnya terjadi di tenggara Inggris. Tetapi juga dilaporkan terdeteksi di Wales dan Skotlandia. 

Menurut Nick Loman, profesor genomik mikroba dan bioinformasi di Universitas Birmingham mengungkapkan bahwa virus itu kemungkinan besar berkembang di inggris. Bukan bawaan dari luar negeri. 

Benarkah varian baru COVID-19 menyebar dengan cepat?

Seperti yang diungkap menteri kesehatan Inggris, Matt Hancock, varian baru ini dapat menyebabkan penularan lebih cepat. Namun butuh data lebih lanjut lagi. 

Sementara itu, di Inggris saat ini memang sedang mengalami lonjakan pasien yang positif COVID-19. Tapi ini bukan berarti semua kasus positif saat ini disebabkan oleh jenis varian baru. 

Melanjutkan informasi yang ada, WHO pun mendukung untuk meneliti lebih jauh tentang varian terbaru itu. Dukungan tersebut mencakup penilaian risiko; rekomendasi tentang studi virologi, sekuensing dan vaksinasi; panduan tentang tindakan; dan komunikasi risiko.

WHO ikut memantau perubahan dengan cermat dan menyarankan semua negara, tidak hanya Inggris, untuk meningkatkan penanganan dan pencegahan COVID-19.

Sementara itu di beberapa negara telah memberlakukan pembatasan perjalanan sebagai tindakan pencegahan dengan mempertimbangkan situasi di dalam negara mereka.

Apakah gejala yang ditimbulkan oleh varian baru dari SARS CoV-2 ini? 

Dilansir dari CDC, Varian baru ini lebih cepat dan menular dari varian SARS CoV-2 sebelumnya. Saat ini, belum ditemukan bukti bahwa varian baru ini dapat menyebabkan gejala yang lebih parah atau lebih mematikan.

CDC masih memonitor hal ini bersama dengan para praktisi kesehatan masyarakat, terkait gejala yang ditimbulkan maupun penyebarannya.

Segeralah ke konsultasi ke dokter anda, apabila anda mengalami gejala demam tinggi, kesulitan bernapas, batuk, nyeri tenggorokan, gangguan fungsi pengecapan atau penciuman, terutama apabila anda setelah bepergian dari daerah transmisi SARS CoV-2 dalam 14 hari terakhir.

Jadi apakah varian virus baru lebih berbahaya?

Belum ada jawaban pasti. Karena mutasi tidak langsung menjadikan satu virus lebih berbahaya. Sebelum adanya N501Y, varian D614G lebih dulu terdeteksi di Inggris. Varian itu diyakini juga lebih mudah menular. 

Kemudian varian tersebut menjadi yang paling umum terdeteksi di Inggris, tapi sejauh itu varian itu tidak terlihat lebih berbahaya. Karena tidak tampak menyebabkan penyakit yang lebih parah. 

Sejauh ini pihak terkait terus meneliti varian baru yang teridentifikasi. Seperti yang dilakukan Laboratorium Kesehatan Masyarakat Inggris di Porton Down. Mereka berusaha menemukan bukti apakah varian baru meningkatkan keparahan penyakit, atau sebaliknya. 

“Saat ini tidak ada bukti bahwa ini menyebabkan penyakit yang lebih parah, meski terdeteksi di lokasi yang luas, terutama di lokasi yang mengalami peningkatan kasus,” ungkap Susan Hopkins, penasehat medis gabungan Inggris. 

Apakah varian baru tetap bisa ditangkal dengan vaksin yang sudah dibuat? 

Seiring waktu, saat mutasi lebih banyak terjadi, vaksin juga kemungkinan perlu diubah. Sama halnya dengan flu musiman yang bermutasi setiap tahun sehingga vaksinnya perlu disesuaikan. 

Tapi SARS-CoV-2 tidak bermutasi secepat virus flu. Sementara itu sejauh ini vaksin yang teruji efektif dalam uji coba adalah jenis yang mudah diubah. Sehingga saat diperlukan perubahan, sangat mungkin untuk diubah dengan mudah. 

Untuk mutasi virus terbaru saat ini, meski mengalami perubahan, tetapi masih tetap dalam cakupan target vaksin. Sehingga vaksin akan tetap berfungsi. Atau bisa dibilang kecil kemungkinannya vaksin melemah karena mutasi baru tersebut. 

Demikian informasi tentang varian baru virus COVID-19 yang ditemukan di Inggris dan fakta tentang virus tersebut, yang perlu kamu ketahui. 

Konsultasi lengkap seputar COVID-19 di Klinik Lawan COVID-19 dengan mitra dokter kami. Yuk, klik link ini untuk download aplikasi Good Doctor!

Reference

BMJ, diakses 21 Desember 2020
Covid-19: New coronavirus variant is identified in UK
Medscape, diakses 21 Desember 2020
New Virus Variant, Vaccination Efforts, Rising Cases: COVID-19 Global Update
The-scientist, diakses 21 Desember 2020
New SARS-CoV-2 Variant Spreading Rapidly in UK
Science Media Centre, diakses 21 Desember 2020
Expert reaction to the new variant of SARS-CoV-2
WHO, diakses 21 Desember 2020
WHO supports European countries’ response to new virus variant

CDC, diakses 31 Desember 2020. New COVID-19 Variants

 

    register-docotr