Covid-19

Vaksin COVID-19 Pfizer Bisa Sebabkan Payudara Membesar, Benarkah?

July 15, 2021 | Muhammad Hanif S. | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Vaksinasi COVID-19 memang mempunyai beberapa efek samping yang bisa muncul setelah disuntikkan. Bukan demam atau nyeri di area bekas suntikan, baru-baru ini ada seorang remaja yang mengaku mengalami pembesaran payudara setelah mendapat vaksin.

Lantas, benarkah vaksin COVID-19 dapat memberi efek pada ukuran payudara? Bagaimana bisa terjadi? Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Kasus pembesaran payudara setelah vaksinasi

Efek pembesaran payudara setelah vaksinasi mulai diperbincangkan sesudah munculnya kabar dari seorang gadis 17 tahun di Norwegia. Dalam pengakuannya di media sosial, remaja bernama Emma itu mengalami efek samping yang tidak biasa, yaitu perubahan ukuran payudara.

Vaksin yang dimaksud adalah buatan Pfizer. Emma baru menyadari bahwa payudaranya membesar setelah penggemarnya memberitahunya. Gadis itu mengaku langsung mencari artikel di internet seputar keluhannya dan menemukan banyak informasi serupa yang terjadi di Amerika Serikat.

Benarkah vaksin berdampak pada ukuran payudara?

Hingga saat ini, masih sedikit penelitian yang membahas secara spesifik tentang efek vaksin COVID-19 pada payudara. Hanya saja, menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), ada beberapa laporan yang masuk tentang pembengkakan kelenjar getah bening setelah vaksinasi.

Kelenjar getah bening adalah struktur kecil yang merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh. Di sini, sel darah putih (limfosit) membantu tubuh melawan infeksi dan penyakit. Kelenjar getah bening sendiri terdapat di beberapa bagian tubuh, salah satunya di sekitar payudara.

Baca juga: CDC: Ada Peningkatan Kasus Peradangan Jantung setelah Vaksinasi COVID-19

Bukan efek samping langsung

Pembengkakan kelenjar getah bening disebut menjadi faktor utama penyebab pembesaran ukuran payudara. Artinya, vaksin tidak memberi efek langsung pada payudara, tapi kelenjar yang ada di sekitarnya.

Menurut penjelasan Heinrich Backmann, chief physician di Breast Diagnostic Centre Nordland Hospital, pembengkakan kelenjar getah bening bukanlah sebuah gejala atau efek yang umum dari vaksin COVID-19.

Beberapa wanita mempunyai kelenjar getah bening yang lebih besar. Sehingga, jika terjadi pembengkakan, hal tersebut bisa disalahartikan sebagai pembesaran organ yang ada di sekitarnya, dalam hal ini adalah payudara.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Steinar Madsen, direktur medis di Norwegian Medicines Agency, bahwa penjelasan yang paling mungkin dari kejadian pembesaran payudara adalah karena pembengkakan kelenjar getah bening.

Kemungkinan ada 10 persen kasus serupa pada orang yang telah divaksin. Payudara bisa terdorong sedikit ke depan, dan seseorang dapat merasakan bahwa ukurannya seolah-olah lebih besar ketimbang biasanya.

Tak perlu terlalu dikhawatirkan

Dijelaskan oleh Backmann, pembengkakan kelenjar getah bening yang terlihat seperti pembesaran payudara tak perlu terlalu dikhawatirkan. Kondisi tersebut hanya bersifat sementara, tidak perlu melakukan pemeriksaan seperti mammogram.

Namun, jika khawatir akan terjadi suatu hal, kamu diperbolehkan menjalani pemeriksaan mammogram, tapi harus menunggu setidaknya empat pekan setelah disuntik vaksin.

Menurut Lisa Mullen, pakar radiologi pencitraan payudara, pembengkakan kelejar getah bening yang bersifat sementara bisa saja terdeteksi abnormal dalam pemeriksaan mammogram. Meski, kondisi tersebut sebenarnya baik-baik saja karena bukan disebabkan oleh kanker.

Memahami efek vaksin pada kelenjar getah bening

Pembengkakan kelenjar getah bening memang bisa menjadi tanda awal kanker. Namun, tidak semua pembengkakan mengindikasikan adanya pertumbuhan sel jahat tersebut. Saat tubuh sedang melawan infeksi, pembengkakan juga bisa terjadi.

Vaksin buatan Pfizer masuk kategori mRNA (messenger-RNA). Vaksin berjenis ini mengirimkan kode genetik untuk menginstruksikan sel bagaimana mereplikasi lonjakan protein di permukaan virus. Ini akan mengaktifkan sistem imun sebagai perlindungan.

Nah, kelenjar getah bening memiliki sel B yang menggunakan informasi tersebut untuk menghasilkan antibodi sebagai respons terhadap zat asing, dalam hal ini adalah virus. Kadar antibodi yang meningkat bisa memicu penumpukan hingga membuat kelenjar getah bening membesar.

Hal itulah yang membuat payudara terasa lebih besar setelah melakukan vaksinasi berjenis mRNA seperti Pfizer. Meski begitu, hal tersebut sebaiknya tak perlu dikhawatirkan, karena merupakan mekanisme yang normal.

Nah, itulah ulasan tentang pembesaran payudara yang disebut-sebut sebagai efek samping dari vaksinasi COVID-19. Meski sudah divaksin, tetap terapkan protokol kesehatan di mana pun kamu berada, ya!

Konsultasi lengkap seputar COVID-19 di Klinik Lawan COVID-19 dengan mitra dokter kami. Yuk, klik link ini untuk download aplikasi Good Doctor!

register-docotr