Covid-19

Studi Baru Ungkap Pentingnya Pakai Masker dan Ventilasi saat Sekolah Tatap Muka!

April 8, 2021 | Arianti Khairina | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Belajar online memang mulai diterapkan sejak adanya pandemi COVID-19. Namun diketahui baru-baru ini akan ada rencana sekolah mulai melakukan tatap muka, tetapi tentu saja hal ini menimbulkan kekhawatiran banyak orang. 

Menjawab kekhawatiran hal tersebut, ada sebuah studi mengungkapkan sistem ventilasi yang baik dan kebiasaan memakai masker menjadi kunci penting untuk menjamin aktivitas dalam ruangan lainnya.

Seberapa penting pemakaian masker dan ventilasi saat sekolah tatap muka?

Seperti dilansir dari laman UFC Today, hasilnya menunjukkan bahwa masker dan ventilasi yang tepat mungkin menjadi kunci untuk memungkinkan lebih banyak kapasitas di sekolah, bisnis, dan area dalam ruangan lainnya.

Diketahui bahwa masker dan sistem ventilasi yang baik lebih penting daripada menjaga jarak sosial untuk mengurangi penyebaran virus COVID-19 di udara dalam ruangan kelas.

Penelitian yang diterbitkan baru-baru ini di jurnal Physics of Fluids, datang pada saat kritis ketika sekolah dan universitas mempertimbangkan untuk kembali ke kelas tatap muka di musim gugur.

Studi ini menemukan bahwa rute transmisi aerosol tidak menunjukkan kebutuhan akan jarak sosial setinggi enam kaki atau dua meter, saat menggunakan masker. 

Hasil studi ini menyoroti bahwa penularan tidak berkurang dengan peningkatan jarak fisik, tetapi lebih menekankan bagaimana pemakaian masker dapat menjadi kunci untuk meningkatkan kapasitas di sekolah dan tempat lain.

Studi pentingnya pemakaian masker dan ventilasi

Dalam studi yang telah dijelaskan di atas, bahwa para peneliti membuat model komputer ruang kelas dengan siswa dan seorang guru. Kemudian membuat model aliran udara dan penularan penyakit, serta menghitung risiko penularan yang digerakkan oleh udara.

Model ruang kelas berukuran 709 kaki persegi dengan langit-langit setinggi 9 kaki, mirip dengan ruang kelas universitas yang berukuran lebih kecil. Model tersebut memiliki siswa dengan masker dan seorang guru yang juga memakai masker di depan kelas.

Penelitian ini menggunakan dua model, Wells-Riley dan Computational Fluid Dynamics.

Wells-Riley biasanya digunakan untuk menilai probabilitas transmisi dalam ruangan dan Computational Fluid Dynamics sering digunakan untuk memahami aerodinamika mobil, pesawat terbang, dan pergerakan bawah air kapal selam.

Masker terbukti bermanfaat dengan mencegah paparan langsung aerosol, karena masker memberikan embusan udara hangat yang lemah yang menyebabkan aerosol bergerak vertikal, sehingga mencegahnya mencapai siswa yang berdekatan.

Selain itu, sistem ventilasi yang dikombinasikan dengan filter udara yang baik mengurangi risiko infeksi sebesar 40 hingga 50 persen dibandingkan dengan ruang kelas tanpa ventilasi. 

Hal ini karena sistem ventilasi menciptakan arus aliran udara yang stabil mengedarkan banyak aerosol ke dalam filter dan menghilangkan sebagian aerosol dibandingkan tanpa ventilasi di mana aerosol berkumpul di atas orang-orang di dalam ruangan.

Baca juga: Studi Terbaru: Masker Tiga Lapis Paling Efektif Cegah Pembentukan Aerosol COVID-19

Pedoman pemakaian masker dan ventilasi dari CDC

Hasil penelitian di atas menguatkan pedoman terbaru dari Centers for Disease Control and Prevention A.S. yang merekomendasikan pengurangan jarak sosial di sekolah dasar dari enam menjadi tiga kaki ketika penggunaan masker bersifat universal.

Diketahui bahwa sistem ventilasi dan penggunaan masker adalah yang paling penting untuk mencegah penularan.

Penelitian ini merupakan bagian dari upaya keseluruhan yang lebih besar untuk mengendalikan penularan penyakit yang ditularkan melalui udara dan lebih memahami faktor-faktor yang terkait dengan menjadi penyebar super.

Para peneliti juga menguji efek masker pada jarak transmisi aerosol dan tetesan. Karya ini sebagian didanai oleh National Science Foundation.

Peneliti Kinzel yang meneliti pentingnya masker dan ventilasi dalam studi ini menerima gelar doktor dalam bidang teknik kedirgantaraan dari Pennsylvania State University dan bergabung dengan UCF pada 2018. 

Selain itu juga menjadi anggota Departemen Teknik Mesin dan Dirgantara UCF, bagian dari Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer UCF, ia juga bekerja dengan Pusat untuk UCF. Penelitian Turbomachinery dan Energi Tingkat Lanjut.

Konsultasi lengkap seputar COVID-19 di Klinik Lawan COVID-19 dengan mitra dokter kami. Yuk, klik link ini untuk download aplikasi Good Doctor!

Reference
register-docotr