Covid-19

Sempat Ditunda Penggunaannya, Ini Efek Samping Vaksin Johnson & Johnson

May 4, 2021 | Richaldo Hariandja | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Seperti vaksin COVID-19 yang lain, Johnson & Johnson (J&J) atau Janssen, diduga memiliki efek samping yang perlu dicermati. Yang terbaru, vaksin ini disebut bisa menyebabkan pembekuan darah.

Atas dasar itu lah, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) sempat menghentikan sementara penggunaan vaksin Janssen untuk dikaji lebih lanjut. Meskipun penghentian ini kemudian dicabut pada 25 April.

Baca juga: WHO Rekomendasikan Vaksin J&J untuk Varian Baru COVID-19, Seberapa Efektif?

Sekilas tentang vaksin Janssen

Vaksin J&J diproduksi oleh perusahan farmasi Janssen asal Belgia. Uniknya dari vaksin ini adalah kamu hanya perlu menerima satu suntikan, tidak seperti jenis vaksin lainnya yang memerlukan dua kali suntikan agar proteksi vaksin efektif.

Berdasarkan keterangan dalam laman CDC, vaksin ini aman untuk digunakan oleh orang dewasa berusia 18 tahun ke atas. CDC menyebut Vaksin J&J memiliki efikasi sebesar 66,3 persen.

Rekomendasi penggunaan

Vaksin ini sempat direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk digunakan di negara yang memiliki varian baru virus COVID-19 yang menyebar pada Maret lalu. Rekomendasi ini dikeluarkan oleh kelompok pakar (SAGE) imunisasi WHO.

Penggunaan vaksin Janssen untuk kondisi darurat ini pun sudah dikeluarkan oleh Food and Drug Administration (FDA) setelah mendapat rekomendasi dari European Medicine Agency (EMA) pada awal 2021.

Sejauh ini, sudah ada 40 negara yang mengizinkan vaksin Janssen digunakan untuk keadaan darurat.

Bagaimana dengan efek sampingnya?

Meskipun demikian, vaksin Janssen tidak lepas dari kekurangan. FDA sempat menghentikan sementara penggunaan vaksin Janssen karena ditemukan adanya masalah pembekuan darah.

Meskipun demikian, pada akhirnya penghentian sementara ini dicabut oleh FDA karena melihat potensi manfaatnya lebih banyak daripada risikonya. 

Meskipun demikian, CDC memberi peringatan bahwa perempuan di bawah 50 tahun harus paham akan risiko pembekuan darah. Pasalnya, kasus pembekuan darah ini ditemukan kebanyakan pada beberapa perempuan yang menerima suntikan vaksin Janssen.

Efek samping umum

Berdasarkan laporan yang masuk, FDA mencatat secara umum vaksin Janssen memiliki efek samping berupa:

  • Nyeri di lokasi penyuntikan
  • Sakit kepala
  • Letih
  • Nyeri otot
  • Mual.

Kebanyakan dari efek samping ini terjadi dalam waktu 1-2 hari setelah vaksinasi dan bisa terjadi dalam kadar yang ringan hingga sedang. Efek samping ini terjadi selama 1-2 hari.

Reaksi alergi

Seperti vaksin lainnya, Janssen pun berpotensi (walau sangat rendah) menyebabkan reaksi alergi. Reaksi alergi yang tidak parah ini dapat menyebabkan gejala seperti gatal-gatal, bengkak, ruam dan masalah pernapasan.

Reaksi anaphylaxis pun bisa saja terjadi, tapi peluangnya lebih rendah ketimbang reaksi alergi biasa. Reaksi alergi yang hebat ini dapat dilihat dari:

  • Sesak napas
  • Detak jantung yang cepat
  • Bengkak di wajah dan tenggorokan
  • Pusing-pusing
  • Ruam.

Alasan dari peluang reaksi alergi ini adalah polysorbate 80. Zat kimia yang berhubungan dengan polyethylene glycol (PEG) ini pun ditemukan di vaksin Pfizer dan Moderna, keduanya juga menimbulkan reaksi alergi yang sama.

Bagaimana dengan pembekuan darah?

Kasus pembekuan darah yang membuat vaksin ini sempat ditunda penggunaannya ditemukan pada 8 pasien penerima vaksin Janssen. Selain itu, para pasien pun memiliki jumlah keping darah yang rendah.

Kedua kondisi ini merupakan jenis efek samping yang sangat jarang terjadi. Kedelapan kasus ini terjadi dalam waktu 21 hari setelah vaksinasi pada pasien berusia kurang dari 60 tahun dan mayoritasnya adalah perempuan.

Masih belum diketahui secara jelas apa yang menyebabkan kondisi ini bisa terjadi. Tapi dugaan awal adalah respons imun yang mirip dengan thrombocytopenia, yakni sebuah kondisi langka yang disebabkan oleh heparin yang merupakan pengencer darah.

Apa yang dilakukan oleh WHO?

WHO menyebut kalau mereka akan terus mengawasi setiap vaksin, termasuk Janssen dan menyatakan bahwa vaksin ini tetap aman dan efektif terhadap risiko COVID-19.

Meskipun demikian, atas kasus ini EMA menyimpulkan agar label vaksin Janssen turut menyertakan potensi efek samping pembekuan darah yang langka ini.

Demikianlah berbagai penjelasan tentang efek samping dari vaksin COVID-19 Johnson & Johnson. Jangan ragu untuk divaksin, ya!

Konsultasi lengkap seputar COVID-19 di Klinik Lawan COVID-19 dengan mitra dokter kami. Yuk, klik link ini untuk download aplikasi Good Doctor!

register-docotr