Covid-19

Pfizer Menunggu Hasil Uji Klinis Pemberian Vaksin COVID-19 untuk Anak Usia 5-11 Tahun

June 11, 2021 | Nanda Hadiyanti | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Pemberian vaksin Pfizer untuk remaja telah disetujui oleh badan pengawas obat dan makanan Amerika Serikat atau Food and Drug Administration (FDA). Remaja yang diperbolehkan menerima vaksin yang berusia 12 hingga 15 tahun. 

Izin pemberian vaksin dikeluarkan setelah hasil uji klinis yang melibatkan 2.260 peserta dengan rentang usia 12-15 tahun, memberikan hasil yang baik. Bagaimana dengan penggunaan vaksin pfizer untuk anak usia 5 hingga 11 tahun?

Uji klinis vaksin pfizer untuk anak usia di bawah 12 tahun

Uji klinis vaksin pada anak usia 6 bulan sampai 11 tahun mulai dilakukan Pfizer dan BioNTech. Ini dilakukan untuk mengevaluasi lebih lanjut keamanan, tolerabilitas dan imunogenisitas vaksin Pfizer-BioNTech COVID-19. 

Uji klinis ini dibagi menjadi tiga kelompok usia, yaitu

  • Anak-anak usia 5 hingga 11 tahun
  • Anak-anak 2 hingga 5 tahun
  • Terakhir, 6 bulan sampai 2 tahun

Pemberian vaksin dijadwalkan dua dosis, dengan jarak 21 hari. 

Update uji coba pada anak usia 5 sampai 11 tahun

Uji coba memang didahulukan untuk anak yang berusia lebih tua, agar mereka juga lebih dulu mendapatkan kepastian izin vaksin. 

Pada April lalu, pemberian dosis sudah dilakukan dan hasilnya bisa didapatkan di akhir musim panas atau di musim gugur tahun ini. Jika hasilnya baik, diharapkan pemberian vaksin bisa segera dilakukan. 

“Pada akhir tahun, kami mungkin mendapatkan persetujuan untuk mengimunisasi anak-anak yang lebih kecil,” kata kepala petugas medis BioNTech, Dr. Ozlem Tureci, seperti dikutip dari CNBC

Hasil penelitian pada kelompok anak usia 5-11 tahun juga dinantikan oleh banyak pihak. Salah satunya oleh Dr. Dean A. Blumberg, chief of Pediatric Infectious Disease at the University of California.

“Sebenarnya tidak akan ada perbedaan yang signifikan antara pemberian vaksin untuk anak usia 12 dan 11 tahun,” katanya. “Tetapi kamu hanya perlu melakukan penelitian untuk membuktikan bahwa vaksin tersebut aman dan efektif,” katanya, dilansir dari Healthline

Karenanya, ia tetap menunggu hasil akhir dari penelitian yang dilakukan oleh Pfizer. Karena mungkin saja ada perubahan dosis yang mungkin diperlukan.

“Uji klinis juga harus dilakukan pada rentang usia yang berbeda karena kamu tahu bahwa mungkin dosisnya perlu disesuaikan, baik diturunkan sesuai berat badan anak, atau mungkin dosis dinaikkan karena sistem kekebalan yang belum matang,” lanjutnya. 

Uji klinis juga perlu dilakukan untuk melihat efek samping yang mungkin terjadi saat mencapai respons imun yang kuat. 

Diharap bisa segera mendapatkan izin darurat

Jika uji coba menunjukkan efikasi yang bagus, penggunaan pfizer untuk anak usia 5-11 tahun ini akan menyusul izin pemberian vaksin pada usia remaja. 

Vaksin pada remaja dan anak dianggap penting untuk membantu mengakhiri pandemi. Karena itu, penyedia vaksin lainnya pun ikut menguji keampuhannya pada anak-anak. 

Selain Pfizer, Moderna juga tengah menyiapkan vaksin untuk usia anak 5-11 tahun. Pihak penyedia vaksin mengatakan, kemungkinan akan meluncurkan vaksin pada awal musim gugur mendatang. Namun, semua penggunaan vaksin, bergantung dari izin darurat yang dikeluarkan FDA. 

Waktu perkiraan persetujuan penggunaan darurat

Menurut Healthline, Pfizer merasa memiliki data yang cukup baik untuk mengajukan otorisasi penggunaan darurat untuk anak yang lebih kecil. Prosesnya sendiri membutuhkan waktu sekitar satu bulan sebelum disetujui FDA. 

Jadi jika berjalan dengan lancar, Pfizer akan mendapatkan izin darurat penggunaan dari FDA pada September atau Oktober mendatang. 

Vaksin pada anak-anak diharap dapat membantu mengakhiri pandemi. Karena anak-anak juga menyumbang angka yang cukup signifikan terhadap data positif COVID-19. 

“Kami telah melihat bahwa dalam beberapa minggu terakhir, anak-anak telah mewakili lebih dari 20 persen infeksi baru,” kata Blumberg. Angka tinggi itu terjadi karena mereka adalah anak-anak, di mana mereka belum memenuhi syarat untuk menerima vaksin.

Itu sebabnya uji coba vaksin untuk usia anak yang lebih muda sangat dibutuhkan. “Selama ada segmen populasi signifikan yang tidak kebal, kita tidak akan mencapai kekebalan kelompok, dan akan terus menularkan infeksi dan populasi yang tidak bisa divaksin itu akan rentan terhadap infeksi,” tambah Bloomberg. 

Demikian update terbaru tentang uji klinis pemberian vaksin untuk kelompok anak usia 5-11 tahun yang dilakukan Pfizer.

Konsultasi lengkap seputar COVID-19 di Klinik Lawan COVID-19 dengan mitra dokter kami. Yuk, klik link ini untuk download aplikasi Good Doctor!

register-docotr