Covid-19

Penyintas COVID-19 Bisa Divaksin, Ini Dia Persyaratannya!

February 17, 2021 | Ajeng Dwiri Banyu | dr. Debby Deriyanthi
no-image

Sampai saat ini, pemberian vaksin COVID-19 masih dibatasi yakni hanya untuk tenaga kesehatan. Namun, pejabat kesehatan berharap untuk segera memvaksin orang sebanyak mungkin untuk membalikkan gelombang pandemi virus corona saat vaksin tersedia.

Salah satu kelompok yang diketahui sudah bisa mendapatkan vaksin adalah penyintas atau penderita COVID-19 yang telah pulih. Nah, untuk mengetahui syarat seorang penyintas bisa divaksin yuk simak penjelasan berikut.

Baca juga: Suntik Vaksin COVID-19 Baiknya di Lengan Kanan atau Kiri? Berikut Penjelasannya

Apa syarat penyintas COVID-19 yang ingin divaksin?

Dilansir dari CDC, vaksin COVID-19 dapat dengan aman diberikan kepada orang-orang yang telah terinfeksi SARS-CoV-2 sebelumnya. Vaksinasi harus ditawarkan kepada orang tanpa memandang riwayat infeksi COVID-19 bergejala atau asimtomatik.

Seorang profesor kedokteran dan direktur divisi penyakit menular di Fakultas Kedokteran pada Johns Hopkins University School of Medicine, Dr. David Thomas,  mengatakan rekomendasi vaksin diberikan bahkan jika kamu sebelumnya terinfeksi.

Namun, terdapat beberapa syarat yang perlu diketahui sebelum seorang penyintas COVID-19 mendapatkan vaksin. Syarat umum bagi penyintas yang ingin divaksin, antara lain sebagai berikut:

Menjalani tes

Jika ingin mendapatkan vaksin COVID-19, seseorang yang sudah pernah terinfeksi perlu melakukan tes terlebih dahulu. Tes yang harus dilakukan adalah tes virus ataupun pengujian serologis.

Tes virus ini dilakukan untuk menilai infeksi SARS-CoV-2 akut dalam tubuh. Sementara itu, pengujian serologis bertujuan untuk menilai infeksi sebelum dengan tujuan pengambilan keputusan vaksin tidak disarankan.

Periksa suhu tubuh dan tekanan darah

Dalam format skrining sebelum vaksinasi COVID-19 terbaru yang pertama diperiksa adalah suhu tubuh. Jika suhu tubuh melebihi 37,5 derajat Celcius maka vaksinasi akan ditunda hingga penderita pulih.

Selain itu, tekanan darah juga diperiksa yakni jika lebih dari 180/110 mmHG maka tidak disarankan mendapatkan vaksinasi. Biasanya, pengukuran tekanan darah akan diulang 5 hingga 1 menit namun jika masih tinggi maka vaksin bisa ditunda hingga kondisi terkontrol.

Setelah tiga bulan

Vaksinasi orang dengan infeksi SARS-CoV-2 saat ini harus ditunda sampai penderita pulih dari penyakit akut atau jika memiliki gejala, di mana biasanya diperbolehkan setelah tiga bulan.

“Penyintas yang sudah tiga bulan dinyatakan sebagai penyintas COVID-19, ini dapat diberikan vaksinasi,” ujar Siti Nadia Tarmizi, Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementrian Kesehatan (Kemenkes).

Selain itu, vaksin COVID-19 juga bisa diberikan apabila kriteria telah dipenuhi bagi penderita dan menghentikan isolasi.

Rekomendasi ini berlaku untuk orang yang mengalami infeksi SARS-CoV-2 sebelum menerima dosis vaksin apapun serta orang yang mengalami infeksi setelah dosis pertama namun sebelum menerima dosis kedua.

Adakah efek samping vaksin untuk orang yang pernah terinfeksi?

Terdapat beberapa laporan anekdotal tentang pasien COVID-19 yang mengalami efek samping lebih parah, seperti merasa sakit dan bahkan demam setelah dosis pertama vaksin.

Seorang dokter penyakit menular di University of North Carolina, Dr. David Wohl mengatakan jika hal ini sangat masuk akal.

Wohl juga menambahkan bahwa kondisi ini menunjukkan bahwa sistem kekebalan benar-benar merespons virus dengan cara yang jauh lebih kuat. Karena itu, hal tersebut bukan alasan untuk melewatkan vaksinasi.

Pemberian vaksin kepada penyintas masih aman setelah sembuh dari infeksi corona. Perlu diketahui, orang yang terjangkit COVID-19 mampu menunggu untuk mendapatkan vaksin. Hal ini dikarenakan, jarang bagi penderita corona untuk terinfeksi lagi dalam 90 hari setelah pemulihan. 

Direktur Centers for Disease Control and Prevention (CDC), Dr. Rochelle Walensky mengatakan bahwa karena risiko infeksi ulang pada populasi ini lebih rendah sehingga dapat memilih untuk menunda vaksin sementara waktu.

Pun Dr. Saad B. Omer seorang rekan dan juru bicara untuk Infectious Diseases Society of America setuju bahwa seseorang yang memiliki antibodi COVID-19 bisa menunggu sebentar jika ingin divaksin.

Baca juga: Daftar Vitamin untuk Pasien COVID-19, Bantu Tingkatkan Imun Tubuh!

Pastikan untuk mengecek kesehatan kamu dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Berita Terkait
register-docotr