Covid-19

Panduan Lengkap IDAI: Isolasi Mandiri Anak dengan COVID-19

July 3, 2021 | Arianti Khairina | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Kasus positif COVID-19 yang menyerang anak-anak setiap hari semakin meningkat. Ketersediaan ruang rawat di rumah sakit pun menipis dan membuat banyak anak dengan COVID-19 harus menjalani isolasi mandiri di rumah.

Untuk orang tua, ada beberapa tips isolasi mandiri untuk anak positif COVID-19 yang dapat diterapkan. Simak dalam ulasan berikut ini, yuk!

Baca juga: Waspada, Kematian Anak di Indonesia Akibat COVID-19 Paling Tinggi di Dunia!

Tips isolasi mandiri bagi anak yang positif COVID-19 

Melansir penjelasan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), ada beberapa aturan dan tips yang bisa dilakukan oleh orang tua ketika anak harus menjalani isolasi mandiri di rumah setelah terinfeksi COVID-19, yaitu: 

  • Orang tua tetap diperbolehkan mengasuh anak yang positif COVID-19.
  • Orang tua atau pengasuh yang memutuskan untuk mengasuh anak dengan positif COVID-19 sangat disarankan memiliki risiko rendah terhadap gejala berat COVID-19. 
  • Jika ada anggota keluarga yang positif, maka anak dapat isolasi mandiri bersama. 
  • Jika orang tua dan anak berbeda status COVID-19, disarankan beri jarak tidur dua meter, di kasur terpisah. 
  • Berikan dukungan psikologis pada anak selama melakukan isolasi mandiri. 

Syarat isolasi mandiri bagi anak yang positif COVID-19 

Selain beberapa aturan di atas, kamu juga perlu memperhatikan bahwa anak yang positif COVID-19 boleh melakukan isolasi mandiri di rumah asal memenuhi persyaratan berikut ini: 

  • Tidak bergejala atau asimptomatik
  • Mengalami gejala ringan seperti batuk, pilek, demam, diare, muntah, dan ruam-ruam
  • Anak masih bergerak secara aktif, bisa makan dan minum seperti biasa
  • Menerapkan etika batuk
  • Memantau gejala atau keluhan yang dirasakan oleh anak
  • Pemeriksaan suhu tubuh dua kali sehari, yaitu pada pagi dan malam hari
  • Lingkungan rumah atau kamar memiliki ventilasi udara yang baik

Selain itu, terapkan protokol kesehatan di rumah dengan anak terpapar COVID-19. Peralatan khusus untuk memantau gejala anak saat isolasi mandiri yang perlu disediakan yaitu:

  • Termometer untuk mengukur suhu tubuh
  • Oxymeter untuk pengukur saturasi oksigen dan frekuensi nadi

Obat-obatan yang perlu disiapkan di rumah 

Ketika merawat anak yang terinfeksi COVID-19 dan harus melakukan isolasi mandiri di rumah, berikut ini obat-obatan yang perlu ada di rumah selama perawatan berlangsung: 

  • Obat demam
  • Multivitamin seperti vitamin C dengan dosis konsumsi tepat. Untuk anak usia 1-3 tahun yaitu maksimal 400 mg/hari, usia 4-8 tahun maksimal 600 mg/hari, usia 9-13 tahun maksimal 1200 mg/hari, dan usia 14-18 tahun maksimal 1800 mg/hari)
  • Zink multivitamin dengan dosis konsumsi yaitu 20 mg/hari selama 14 hari.
  • Vitamin D3 dengan dosis konsumsi untuk anak usia kurang dari 3 tahun yaitu 400 IU/hari, anak yaitu 1000 IU/hari, remaja yaitu 2000 IU/hari, dan remaja obesitas yaitu 5000 IU/hari.

Protokol isolasi mandiri orang tua saat mendampingi anak

Tak hanya anak yang terinfeksi COVID-19, tetapi orang tua atau pengasuh juga harus menerapkan protokol isolasi mandiri secara ketat selama merawat si Kecil: 

  • Tetap di rumah
  • Gunakan masker
  • Jaga jarak
  • Cuci tangan
  • Menerapkan etika batuk, yaitu menutup hidung dan mulut dengan tisu atau lengan atas bagian dalam
  • Lakukan pemeriksaan suhu tubuh anak saat pagi dan sore hari
  • Periksa saturasi oksigen dan frekuensi nadi
  • Pantau laju napas
  • Berikan anak makanan bergizi selama menjalani isolasi mandiri
  • Disinfeksi ruangan dan perhatikan bagian penting seperti gagang pintu, keran, toilet, sakelar, meja, dan kursi

Apa yang harus dilakukan jika anak sudah selesai isolasi mandiri? 

Umumnya gejala akan hilang 14 hari dan dianjurkan melakukan pemeriksaan swab ulang 10-14 hari setelah H1 gejala atau setelah swab pertama positif (bila tidak bergejala). 

Bila tidak bisa melakukan pemeriksaan swab, maka disarankan isolasi 10 hari ditambah 3 hari setelah bebas gejala. Pada penderita dengan gejala berat atau pasien kronik, umumnya masa menular lebih panjang, sehingga dokter yang akan menentukan kapan selesai isolasi mandiri pada anak.

Beberapa tips di atas adalah hal-hal yang harus dilakukan baik orang tua maupun pengasuh selama merawat anak yang sedang menjalani isolasi mandiri di rumah, mulai dari awal terinfeksi COVID-19 hingga selesai dinyatakan negatif.

Konsultasi lengkap seputar COVID-19 di Klinik Lawan COVID-19 dengan mitra dokter kami. Yuk, klik link ini untuk download aplikasi Good Doctor!

Reference
  1. Idai.or.id (2021) diakses pada 2 Juli 2021. Buku Diary Panduan Isolasi Mandiri Anak dengan COVID-19 https://www.idai.or.id/tentang-idai/pernyataan-idai/buku-diary-panduan-isolasi-mandiri-anak-dengan-covid-19 
  2. Health.com (2020) diakses pada 2 Juli 2021. How to Self-Isolate in a Shared House if You or Someone You Live With Has Coronavirus
  3. Nhs.uk (2021) diakses pada 2 Juli 2021. When to self-isolate and what to do
    register-docotr