Covid-19

Jangan Sembarangan! Ini Jenis Kain Terbaik untuk Masker Saat Pandemi

April 9, 2021 | Muhammad Hanif S. | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Di masa pandemi COVID-19, penggunaan masker bedah atau medis diutamakan untuk tenaga kesehatan. Untuk masyarakat, masker kain dianggap sudah bisa memberi perlindungan. Namun, bahan kain untuk masker juga perlu diperhatikan agar fungsinya lebih optimal.

Lantas, bahan kain apakah yang tepat untuk dijadikan masker di kala pandemi COVID-19? Berapa lapisan kain pada masker agar dapat memberi perlindungan yang tinggi? Yuk, temukan jawabannya dengan ulasan berikut ini!

Pentingnya memilih bahan kain untuk masker

Mengenakan masker wajah memang bisa melindungi diri dan meminimalkan risiko terpapar COVID-19, tapi ada hal lain yang tak kalah penting. Salah satunya memilih bahan kain masker yang dipakai.

Sebuah penelitian dari Georgia Institute of Technology menjelaskan, jenis kain memengaruhi daya filtrasi terhadap partikel kecil berukuran mikron. Dalam hal ini yaitu percikan air dari mulut dan hidung alias droplet.

Partikel submikron dapat bertahan di udara selama berjam-jam dan dikhawatirkan tetap bisa terhirup oleh seseorang meski sudah memakai masker.

Apa kata penelitian tersebut?

Studi dilakukan selama musim semi pada 2020 ketika pandemi menyebabkan banyak penutupan dan pembatasan secara global. Para peneliti menguji setidaknya 33 jenis kain untuk masker, di antaranya adalah kain tenun, poliester, serat selulosa, dan berbagai jenis lainnya.

Penelitian menyimpulkan bahwa sebenarnya banyak jenis kain bisa menjadi perlindungan terbaik, selama mempunyai serat yang sangat rapat. Salah satu ciri dari kain yang mempunyai serat rapat adalah tidak tembus pandang.

Kain masker yang sebaiknya dihindari

Masih dalam penelitian yang sama, masker yang mempunyai filter HEPA (high efficiency particulate air) sebaiknya dihindari, kecuali yang sudah tersertifikasi bebas dari fiberglass. Sebab, masker HEPA yang tidak tersertifikasi biasanya mengandung serat kaca, berbahaya jika terhirup.

Selama ini, penggunaan masker dengan filter HEPA mulai marak dan diminati karena klaim efektivitasnya dalam memberi perlindungan.

Selain masker HEPA, bahan kain yang harus dihindari untuk dijadikan masker adalah rajutan longgar, batting (bahan pelapis yang biasa digunakan di antara dua kain), felt (terbuat dari serat wol yang tidak ditenun), dan fleece (kain imitasi dari wol yang berbulu).

Efektivitas penggunaan masker berlapis

Masker dengan kain berlapis-lapis dianggap lebih baik ketimbang yang hanya mempunyai satu lapis. Masker tiga lapis bahkan diklaim bisa mencegah keluarnya droplet dari mulut ke udara hingga 84 persen.

Sementara itu, daya pencegahan masuknya partikel dari luar mencapai lebih dari 90 persen.

Studi lain yang dilakukan oleh sejumlah peneliti di Indian Institute of Science (IISc) juga menjelaskan, masker tiga lapis adalah pilihan terbaik untuk melindungi diri dari paparan virus corona.

Masker yang hanya punya satu lapisan hanya bisa memblokir 30 persen droplet awal agar tidak keluar. Sedangkan masker dua lapis, bisa memblokir droplet dari hidung dan mulut hingga 91 persen.

Pemblokiran transmisi tetesan droplet hampir sempurna jika masker terdiri dari tiga lapisan. Masker yang terbuat dari bahan tertentu dengan tiga lapisan bahkan disebut memiliki efek yang hampir setara dengan N95.

Baca juga: Studi Terbaru: Masker Tiga Lapis Paling Efektif Cegah Pembentukan Aerosol COVID-19

Pedoman umum pemakaian masker

Seperti yang telah dijelaskan, masker dari bahan kain dengan serat rapat dan terdiri beberapa lapisan adalah yang terbaik untuk dipakai di masa pandemi. Bicara soal masker, bahan kain dan lapisan saja belum cukup untuk memberi perlindungan sempurna.

Kamu juga perlu memerhatikan cara pemakaian masker yang benar, seperti:

  • Bersihkan tangan sebelum dan sesudah mengenakan masker
  • Pastikan masker menutupi hidung, mulut, dan dagu
  • Saat melepasnya, simpan masker di kantong plastik yang bersih
  • Masker yang terbuat dari kain harus dicuci setidaknya setiap hari
  • Jika yang dipakai adalah masker medis, buang di tempat sampah setelah digunakan
  • Pilih masker dengan ukuran yang pas dengan wajah agar membuatmu tidak sulit bernapas

Nah, itulah ulasan tentang bahan kain yang tepat untuk dijadikan masker di kala pandemi COVID-19. Untuk meminimalkan penularan COVID-19, tetap gunakan masker dan patuhi protokol kesehatan di mana pun kamu berada, ya!

Konsultasi lengkap seputar COVID-19 di Klinik Lawan COVID-19 dengan mitra dokter kami. Yuk, klik link ini untuk download aplikasi Good Doctor!

Reference

  1. Georgia Tech, diakses 8 April 2021, Covid-19 Mask Study Finds Layering, Material Choice Matter.
  2. Indian Express, diakses 8 April 2021, Multilayer masks most effective at preventing aerosol generation: Study.
  3. Indian Institute of Science, diakses 8 April 2021, Multilayer masks most effective at preventing aerosol generation.
  4. World Health Organization (WHO), diakses 8 April 2021, When and how to use masks.
  5. Centers for Disease Control and Prevention (CDC), diakses 8 April 2021, How to Wear Masks.a

    register-docotr