Covid-19

Jangan Kurang Tidur Sebelum Vaksinasi COVID-19, Ini Alasannya!

February 5, 2021 | Richaldo Hariandja | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Selain tenaga medis, penerima vaksin COVID-19 pun harus melakukan persiapan sebelum vaksinasi dilakukan. Salah satunya dengan tidur cukup.

Meskipun tidak ada aturan khusus, tapi tidur yang cukup sebelum vaksinasi diberikan, dipercaya bisa menambah keampuhan vaksin yang disuntikkan. 

Kenapa harus tidur cukup sebelum vaksin?

Pada dasarnya, tidur cukup sangat bermanfaat bagi keseluruhan kesehatan. Terkait vaksinasi, penelitian dari University of California San Francisco, Amerika Serikat, membuktikan bagaimana kurang tidur dapat menurunkan efektivitas dari vaksin. 

Dalam kajiannya, para peneliti melakukan investigasi terhadap respons antibodi terhadap vaksin hepatitis B pada orang dewasa yang sehat. Antibodi sendiri dibentuk sistem imun untuk mengenali dan menetralisasi objek asing yang masuk ke tubuh, termasuk virus.

Para peneliti menemukan bagaimana responden penelitian yang rata-rata tidurnya kurang dari 6 jam per hari sukar membentuk antibodi dari vaksin dan 11,5 kali kurang terproteksi dibandingkan yang tidur lebih dari 7 jam per harinya.

Dari penelitian ini, para peneliti percaya kalau tidur memainkan peranan penting dalam sistem imun. Kurang tidur diyakini memberikan efek yang merugikan terhadap sistem imun yang berbanding lurus dengan respons terhadap vaksin.

Baca Juga: 3 Gejala Kemungkinan Vaksin COVID-19 Bekerja Baik pada Tubuh

Sebelum vaksinasi COVID-19 pun harus cukup tidur

Senada dengan temuan tersebut, Dr. Kannan Ramar, Presiden American Academy of Sleep Medicine (AASM) dalam laman sleepeducation.org menyebut kurang tidur saat pandemi sangat berisiko. 

“Dengan sudah didistribusikannya vaksin COVID-19, sangat penting agar setiap orang tetap memerhatikan tidur supaya kesehatan mereka terjaga optimal,” ucap dia.

Sementara dari dalam negeri, Ketua Riset Uji Klinis Vaksin COVID-19, Prof. Dr. Kusnandi Rusmil, dr, SpA(K), sebagaimana dilansir kompas.com menyebut, meyakini diri sehat dan tubuh sedang dalam kondisi bugar merupakan hal penting jelang vaksinasi.

“Kondisi lagi bagus, dipersiapkan tidur cukup, sehingga kalau menerima vaksin nanti enak. Jangan terlalu capek, jadi badan kita fit,” kata dia dalam laman tersebut.

Tidur dan pandemi

AASM menyebut orang dewasa setidaknya harus tidur minmal 7 jam setiap malam. Sayangnya, pandemi ini telah memberi pengaruh negatif pada tidur.

Dari survei yang dilakukan AASM, 33 persen responden menyebut pandemi telah memengaruhi kualitas tidur mereka. Sementara 30 persen responden mengaku kemampuan mereka untuk tidur pun dipengaruhi oleh pandemi. 

Sedangkan 29 persen di antaranya mengaku jumlah jam tidur malam mereka terpengaruh pandemi. Meskipun demikian, AASM menyebut kondisi ini wajar, karena stres dan konflik seperti pandemi ini memang bisa mengganggu tidur malam dengan mudah.

Baca Juga: Jangan Diabaikan! 2 Gejala COVID-19 Ini Harus Segera Dapat Penanganan Medis

Manfaat tidur lainnya

Selain dalam rangka keampuhan vaksinasi, tidur yang cukup juga memberikan manfaat bagi kesehatan sebagai berikut:

Menjaga kesehatan jantung

Kurang tidur telah banyak dikaitkan dengan kondisi tekanan darah dan kolesterol yang buruk. Kedua kondisi ini merupakan faktor risiko dari penyakit jantung dan stroke.

Mencegah kanker

Paparan cahaya lampu bisa mengurangi level melatonin. Temuan ini tertuang dalam penelitian yang diterbitkan The Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism.

Hal ini jelas merugikan. Pasalnya, melatonin merupakan hormon yang mengatur siklus tidur dan bangun setiap orang. Melatonin pun dipercaya melindungi kamu terhadap kanker dan mampu menekan pertumbuhan tumor.

Mengurangi stres

Tubuh akan tertekan ketika kurang tidur. Kondisi ini membuat tubuh berada dalam kondisi sangat waspada sehingga tekanan darah dan produksi hormon stres meningkat.

Sebagaimana yang sudah disebutkan di atas, tekanan darah tinggi ini dapat meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke. Lalu hormon stres ini pun membuat kamu sulit tidur.

Ingatan menurun

Saat kamu tidur, tubuh memang beristirahat, tapi otak kamu tetap sibuk memproses semua hal yang terjadi selama satu hari, mengaitkan satu peristiwa dengan peristiwa lainnya, memasukkan respons sensorik, perasaan dan ingatan.

Tidur lelap sangat penting untuk membuat ingatan dan keterkaitan antara segala sesuatu. Dengan memastikan tubuh mendapat istirahat yang cukup, kamu dapat mengingat dan melakukan segala sesuatu dengan baik.

Demikianlah berbagai penjelasan tentang tidur dan vaksinasi serta manfaatnya bagi kesehatan secara umum. Selalu pastikan tubuh mendapat cukup tidur, ya!

Konsultasi lengkap seputar COVID-19 di Klinik Lawan COVID-19 dengan mitra dokter kami. Yuk, download aplikasi Good Doctor dengan klik di sini.

Reference
  1. American Academy of Sleep Medicine, diakses 05 Februari 2021. Healthy sleep and immune response to COVID-19 vaccination
  2. University of California San Francisco, diakses 05 Februari 2021. Sleep Affects Potency of Vaccines | UC San Francisco
  3. WebMD, diakses 05 Februari 2021. News Get a Good Night’s Sleep Before Your COVID Vaccine
  4. Kompas.com, diakses 05 Februari 2021. Sebelum Divaksin Covid-19 Perlu Tidur Cukup, Ini Kata Ahli
  5. VeryWellHealth, diakses 05 Februari 2021. 10 Top Health Benefits of Sleep
  6. The Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism, diakses 05 Februari 2021. Exposure to Room Light before Bedtime Suppresses Melatonin Onset and Shortens Melatonin Duration in Humans
    register-docotr