Covid-19

Fakta di Balik Temuan Virus COVID-19 Bertahan 28 Hari di Layar Ponsel

October 12, 2020 | Anisya Fitrianti | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Memasuki akhir tahun 2020, pandemi COVID-19 masih belum berakhir dan fakta baru mengenai virus ini terus bermunculan. Selain penelitian terkait vaksin dan pengobatan, penelitian mengenai sifat dari virus ini pun terus berlangsung untuk mempelajari penularan virus secara lebih jelas. 

Sebelumnya ditemukan dapat bertahan lama dan menular lewat udara, kali ini lembaga di Australia, CSIRO menemukan bahwa virus COVID-19 dapat bertahan 28 hari pada layar HP, stainless steel & uang kertas. Simak fakta selengkapnya. 

Penelitian baru virus COVID-19

Secara umum, virus dari COVID-19  telah terbukti dapat dengan mudah berpindah antara kulit yang terkontaminasi dan permukaan fomite. Fomite merupakan istilah yang merujuk pada benda mati yang ketika terkontaminasi, dapat memindahkan penyakit ke inang baru. 

Pada kasus penyebaran COVID-19, benda yang dapat menjadi fomite meliputi layar sentuh pada gawai, mesin ATM, hingga kios check-in di bandara.

Transmisi melalui fomite diketahui memiliki efisiensi hingga 33 persen untuk bakteri. Tentunya angka ini memberi peluang besar bagi transmisi COVID-19. 

Virus SARS-CoV-2 dalam droplet buatan yang mengering di atas kaca. (Sumber: CSIRO)

Hal ini kemudian terbukti melalui penelitian terbaru yang dilakukan di Australian Centre for Disease Preparedness (ACDP). Melalui riset dalam laboratorium dengan perlindungan tinggi, virus SARS-CoV-2, diketahui memiliki ketahanan sebagai berikut: 

  • Mampu bertahan lebih lama pada suhu yang lebih rendah 
  • Virus cenderung bertahan lebih lama pada permukaan benda yang tidak berpori atau halus seperti bahan kaca, baja tahan karat (stainless steel) dan bahan plastik vinil, dibandingkan dengan benda dengan permukaan berpori, seperti katun
  • Bertahan lebih lama di atas uang kertas daripada uang kertas plastik

Penelitian dilakukan dengan mengeringkan virus dalam lendir buatan pada permukaan yang berbeda. Kemudian virus dipastikan berada pada konsentrasi serupa dengan yang dilaporkan dalam sampel dari pasien terinfeksi. Setelah itu, virus diisolasi selama sebulan. 

Lebih lanjut, penelitian juga dilakukan pada suhu yang lebih tinggi yakni 30 dan 40 derajat Celcius. Pada tahapan ini diketahui bahwa waktu bertahan hidup virus menurun seiring dengan peningkatan suhu.

CSIRO menegaskan bahwa COVID-19 ini jauh lebih kuat dari virus Influenza yang hanya mampu bertahan di permukaan selama 17 hari. Sementara COVID-19 sangat kuat bertahan pada suhu 20 derajat celcius, yakni suhu yang setara dengan suhu ruangan hingga 28 hari lamanya.

Baca juga: Benarkah Sepatu Bisa Jadi Sumber Penularan COVID-19?  

Risiko penularan COVID-19 melalui transmisi benda

Melalui penelitian tersebut, telah terbukti bahwa HP dan benda lainnya yang memiliki permukaan padat dapat menjadi tempat penampungan virus. Terlebih benda-benda tersebut tidak memiliki frekuensi pembersihan yang layaknya mencuci tangan. 

Selain karena jarang dibersihkan, risiko penularan juga menjadi besar ketika benda tersebut digunakan bersama. Untuk itu HP maupun gawai lainnya dengan layar sentuh harus didesinfeksi secara teratur. 

Dilansir dari situs resmi CSIRO, Direktur ACDP Profesor Trevor Drew mengatakan bahwa banyak virus tetap hidup di permukaan di luar inangnya. 

Durasi bertahannya virus serta risiko penularannya tergantung pada jenis virus, kuantitas, permukaan, kondisi lingkungan, dan cara virus tersimpan pada benda tersebut. Misalnya lewat cara sentuhan atau droplet yang dikeluarkan oleh batuk. 

Menurutnya, protein dan lemak dalam cairan tubuh juga dapat secara signifikan meningkatkan waktu kelangsungan hidup virus.

Penelitian ini juga memberikan sinyal khusus untuk tempat-tempat pemrosesan daging karena memiliki lingkungan sejuk dengan kontaminasi lemak atau protein yang tinggi.

Baca juga: Tuberkulosis di Tengah Pandemi COVID-19, Apa Saja yang Harus Diwaspadai?

Tips menjaga kebersihan barang selama pandemi COVID-19

Supaya tetap terjaga dari infeksi virus COVID-19, kamu perlu ekstra dalam membersihkan benda-benda di rumah. Dilansir dari CDC, berikut tips yang bisa kamu lakukan: 

  • Bersihkan benda elektronik, seperti HP, tablet, dan sebagainya gunakan tisu basah atau semprotan berbahan dasar alkohol yang mengandung setidaknya 70% alkohol kemudian keringkan. Atau ikuti petunjuk cara membersihkan yang tertera pada produk
  • Cuci piring dan alat makan menggunakan air panas dan sarung tangan
  • Aplikasikan cairan desinfektan  pada benda yang sering disentuh di rumah, seperti gagang pintu, saklar lampu, toilet dan lain-lain secara rutin

Penelitian dan penemuan mengenai sifat dari virus COVID-19 ini tentunya sangat penting. Dengan adanya penemuan baru, para ahli bisa memberikan rekomendasi yang lebih akurat dalam memprediksi dan mengurangi penyebar virus di masyarakat. 

Konsultasi lengkap seputar COVID-19 di Klinik Lawan COVID-19 dengan mitra dokter kami. Yuk, klik link ini untuk download aplikasi Good Doctor!

Reference
    register-docotr