Covid-19

Disebut Ampuh Cegah COVID-19, Ini Fakta Vaksin Sputnik V Buatan Rusia

August 13, 2020 | Arianti Khairina | dr. Debby Deriyanthi
no-image

Jumlah pasien positif COVID-19 kian hari kian meningkat. Hampir semua orang di seluruh belahan dunia menunggu adanya vaksin yang dapat mencegah penularan virus corona.

Ini pun memicu sejumlah negara untuk mengembangkan vaksin yang bisa menangkal COVID-19. Sementara di Tanah Air masih terus mengembangkan vaksin Merah Putih, Rusia belum lama ini meresmikan vaksin Sputnik V, berikut faktanya. 

Baca Juga: Ini 6 Hal tentang Perkembangan Pengujian Vaksin Corona di Indonesia, Bagaimana Progresnya?

Fakta Sputnik V, vaksin corona buatan Rusia

Dilansir dari CNN World, Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan persetujuan vaksin virus corona untuk digunakan dan mengklaimnya sebagai “yang pertama di dunia”.

Diketahui bahwa vaksin tersebut telah digunakan oleh putrinya sendiri, tetapi pengujian belum selesai.

Meskipun detail tentang penelitian di balik vaksin terbatas, berikut beberapa fakta yang sudah diketahui terkait vaksin Sputnik V. 

1. Pengembangan vaksin sputnik V 

Vaksin Sputnik V ini dikembangkan oleh Gamaleya Institute yang berbasis di Moskow, menggunakan dana dari Dana Investasi Langsung Rusia (RDIF). Vaksin tersebut diberi nama Sputnik V yaitu referensi ke satelit Uni Soviet 1957.

Para ilmuwan melakukan uji coba vaksin ini pada manusia selama berbulan-bulan tetapi belum mempublikasikan data. 

Namun pada akhirnya uji coba tahap ke-3 tersebut telah diumumkan dan diketahui melibatkan lebih dari 2.000 orang di Rusia serta beberapa negara Timur Tengah serta Amerika Latin telah dimulai. 

Jumlah orang yang melakukan uji coba memang agak berbeda. Biasanya uji coba vaksin akan dilakukan dengan melibatkan puluhan ribu orang.

Melansir dari CNN World, mantan komisaris Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA), Scott Gottlieb mengatakan bahwa jumlah orang yang sejauh ini telah diuji vaksin itu setara dengan uji coba fase pertama.

Fase pertama uji coba vaksin yang dimaksud yaitu melibatkan sekelompok kecil dan studi terhadap penemuan untuk melihat keamanan vaksin.

Baca juga: Heboh Kalung Anti-Coronavirus dari Eucalyptus, Ini Faktanya

2. Seberapa aman vaksin sputnik V? 

Walaupun kini adanya penemuan baru vaksin Sputnik V untuk membasmi virus corona, namun sayangnya hingga saat ini Rusia belum merilis data ilmiah tentang pengujian vaksinnya.

Tentu saja hal itu membuat banyak pihak tidak dapat memverifikasi klaim tentang keamanan atau efektivitasnya. 

Namun Rusia mengatakan vaksin tersebut telah melewati uji coba tahap 1 dan tahap 2 yang selesai pada 1 Agustus 2020. 

Sebuah studi fase pertama biasanya berfokus pada apakah suatu vaksin aman dan apakah vaksin itu menimbulkan respons kekebalan pada sebagian orang.

Selain itu Rusia juga mengklaim bahwa sukarelawan dalam uji coba tahap 1 dan 2 merasa sehat setelah menerima vaksin. 

Sejauh ini orang yang menerima vaksin tersebut juga tidak menunjukkan adanya efek samping tidak terduga atau tidak adanya akibat yang fatal pada kesehatannya.

3. Sputnik V sudah mulai diproduksi

Tatyana Golikova selaku Wakil Perdana Menteri Rusia mengatakan bahwa dirinya memperkirakan produksi vaksin akan dimulai pada akhir Agustus atau awal September mendatang. 

Kemudian pernyataan tersebut dibarengi dengan penjelasan dari beliau bahwa para petugas kesehatan akan menjadi yang pertama divaksinasi.

Presiden Rusia melakukan produksi massal vaksin yang terdaftar itu akan dimulai di Rusia dalam waktu dekat, dan vaksinasi akan tersedia bagi semua orang di negara tersebut secara sukarela.

4. Asal nama vaksin Sputnik V

Seperti kita ketahui bahwa vaksin ini diberi nama Sputnik V. Disebut-sebut bahwa vaksin ini mampu mencegah penularan virus penyebab COVID-19.

Nama vaksin ini sendiri didapat untuk menghormati momen antariksa dalam perang dingin lalu. Mereka menamai dengan sebutan itu setelah satelit pertama dunia, yang disebut Sputnik, diluncurkan oleh Uni Soviet pada 4 Oktober 1957.

Nama tersebut menandakan bahwa keberhasilan Rusia menjadi negara yang pertama meluncurkan satelit.

5. Pendapat para ilmuwan

Terkait dengan peluncuran vaksin ini, banyak ilmuwan yang mulai meragukan karena Rusia melewatkan uji coba fase ke-3. 

Uji coba pada tahap itu biasanya harus melibatkan puluhan ribu orang dan dapat memakan waktu berbulan-bulan. 

Hal Itu adalah satu-satunya cara untuk membuktikan apakah vaksin eksperimental tersebut akan  aman jika digunakan pada manusia dan presentase tingkat keberhasilannya harus baik. 

Pantau perkembangan COVID-19 di Indonesia melalui situs resmi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Berita Terkait
register-docotr