Covid-19

3 Cara Cek Oksigen dalam Darah, Salah Satunya Bisa Dilakukan di Rumah!

February 1, 2021 | Muhammad Hanif S. | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Setiap organ di dalam tubuh membutuhkan darah dan oksigen untuk menjalankan fungsinya masing-masing. Rendahnya kadar oksigen dalam darah bisa memengaruhi kinerjanya. Untuk mengetahui konsentrasinya, ada beberapa cara cek oksigen dalam darah yang bisa kamu lakukan.

Lantas, apa saja cara yang bisa dipakai untuk mengetahui kadar oksigen dalam darah? Serta, berapa kadar oksigen normal pada darah? Yuk, simak ulasannya berikut ini!

Kadar nomal oksigen dalam darah

Kadar oksigen di dalam tubuh sangat memengaruhi fungsi dan kinerja banyak organ. Dikutip dari Minnesota Department of Health, kadar oksigen normal dalam darah adalah pada rentang 95 hingga 100 persen.

Meski, orang dengan kondisi tertentu seperti sleep apnea atau mengidap penyakit paru-paru bisa memiliki kadar oksigen di dalam darah sekitar 90 persen. Angka tersebut masih terbilang normal, selagi belum di bawah 90 persen.

Kadar oksigen yang kurang dari 90 persen dikategorikan sebagai rendah. Sering kali, kadar oksigen dalam darah yang rendah ditandai dengan sesak napas dan nyeri dada. Kondisi ini biasanya terjadi pada pengidap gangguan jantung, asma, dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).

Sering sakit kepala, kebingungan, dan detak jantung menjadi lebih cepat juga bisa menjadi tanda kekurangan oksigen dalam darah. Jika kondisi ini dibiarkan terlalu lama, dikhawatirkan ada komplikasi yang bisa terjadi, salah satunya adalah perubahan warna kulit dan kuku menjadi biru.

Cara-cara cek oksigen dalam darah

Penting untuk mengetahui kadar oksigen dalam darah, terutama jika kamu sudah merasakan sejumlah gejala seperti yang telah disebutkan. Sampai saat ini, ada beberapa cara cek oksigen dalam darah yang bisa dilakukan, yaitu:

1. Tes darah

Cara cek oksigen dalam darah yang pertama adalah dengan tes darah. Selain mengukur konsentrasi oksigen, tes ini juga bisa mendeteksi keberadaan gas lain di dalam darah dan tingkat asam basa (pH).

Mengutip dari Healthline, tes yang dikenal sebagai arterial blood gas (ABG) ini memiliki hasil yang cukup akurat. Sampel darah yang diambil berasal dari arteri, karena denyut nadinya bisa dirasakan. Selain itu, darah di pembuluh arteri juga mengandung oksigen, tidak seperti di vena.

Arteri yang digunakan untuk diambil sampel darahnya biasanya berada di pergelangan tangan, karena denyutnya mudah dirasakan jika dibandingkan dengan area lain di tubuh.

Baca juga: Ciri-ciri Tekanan Darah Tinggi, Si Pembunuh Dalam Senyap

2. Oksimeter denyut

cek oksigen dalam darah
Pulse oximeter. Sumber foto: NPR.org.

Cara cek oksigen dalam darah berikutnya adalah dengan pulse oximeter atau oksimeter denyut. Oksimeter bekerja dengan mengukur seberapa banyak oksigen yang dibawa hemoglobin. Tes sederhana ini akan mendeteksi saturasi oksigen dengan hasil berupa persentase (1-100 persen).

Pulse oximeter bekerja dengan sensor cahaya yang ditempatkan (dijepitkan) di ujung jari atau daun telinga. Cahaya inframerah akan diterima oleh darah, lalu dipantulkan kembali ke arah sumber sensor. Dari sini, dokter akan mengetahui seberapa banyak oksigen yang ada pada darah.

Oksimeter denyut bisa digunakan untuk mengukur kadar oksigen pada periode tertentu, misalnya saat berolahraga atau sedang istirahat. Tak hanya itu, alat ini juga bisa dipakai untuk mengukur seberapa baik paru-paru dalam menjalankan fungsinya.

Kelebihan dari oksimeter denyut adalah alatnya bisa dibeli secara online maupun di apotek. Ya, kamu dapat menggunakannya secara mandiri di rumah. Meski, langkah-langkah yang tidak tepat dalam penggunaan mungkin berakibat pada ketidakakuratan hasil.

3. Tes hipoksia

Cara cek oksigen dalam darah yang terakhir adalah tes hipoksia atau hypoxic challenge test. Hipoksia sendiri adalah kondisi rendahnya kadar oksigen di dalam tubuh, baik itu pada sel, jaringan, maupun darah.

Saat menjalankan tes ini, kamu akan diminta duduk dan menghirup oksigen (dengan kadar rendah) menggunakan masker wajah. Selama proses tersebut, kadar oksigen dan detak jantung akan dipantau. Di akhir tes, sampel darah mungkin akan diambil dari pergelangan atau daun telinga.

Jika kadar oksigen menurun selama tes berlangsung, dokter akan menambahkan oksigen ekstra dan melihat apakah ada perubahan (menjadi normal atau tidak).

Nah, itulah tiga cara cek oksigen dalam darah yang perlu kamu tahu. Meski ada yang bisa dilakukan secara mandiri di rumah, pemeriksaan di fasilitas kesehatan dianggap lebih baik karena dijalankan oleh dokter dan tenaga yang sudah ahli.

Konsultasi lengkap seputar COVID-19 di Klinik Lawan COVID-19 dengan mitra dokter kami. Yuk, klik link ini untuk download aplikasi Good Doctor! 

Reference

  1. Healthline, diakses 25 Januari 2021, Is My Blood Oxygen Level Normal?
  2. British Lung Foundation, diakses 25 Januari 2021, Tests to measure your oxygen levels.
  3. Department of Health Minnesota, diakses 25 Januari 2021, Oxygen Levels.

    register-docotr