Covid-19

Benarkah Tidak Disarankan Merencanakan Kehamilan saat Pandemi COVID-19?

August 3, 2021 | Arianti Khairina | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Saat pandemi COVID-19 ini semakin menyebar, ibu hamil merupakan salah satu golongan yang sangat rentan terinfeksi. Tetapi, nyatanya justru angka kehamilan terus meningkat ketika pandemi berlangsung.

Menyikapi adanya pandemi ini, apakah pasutri disarankan untuk menunda kehamilan? Berikut penjelasannya. 

Haruskah menunda kehamilan selama pandemi COVID-19? 

Hasto Wardoyo, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menjelaskan bahwa bagi yang belum hamil sebaiknya jangan hamil dulu, akan lebih baik apabila hamilnya ditunda saat pandemi COVID-19. 

Semakin meningkatnya angka kehamilan selama pandemi tentu membuat pihak BKKBN terus melakukan sosialisasi untuk menunda kehamilan. Diperkirakan dalam tiga bulan terakhir ada sekitar 420.000 kehamilan yang terjadi. 

Penyebab kenaikan angka kehamilan tersebut akibat intensitas suami-istri berada di rumah menjadi lebih sering, dan juga karena adanya penurunan penggunaan alat kontrasepsi selama pandemi. BKKBN mendapat laporan, jumlah pengguna alat kontrasepsi menurun sekitar 40 persen.

Alasan sebaiknya menunda kehamilan selama pandemi COVID-19 

Menurut Center for Disease Control and Prevention (CDC), orang hamil berada pada peningkatan risiko penyakit parah akibat COVID-19. Selain itu, mereka berada pada peningkatan risiko kelahiran prematur dan mungkin berisiko lebih tinggi untuk hasil kehamilan yang merugikan bagi kesehatan. 

Hal itu karena orang hamil, daya tahan tubuhnya justru akan menurun. Jika daya tahannya turun, kondisi tersebut akan membuat tubuh mudah terkena infeksi.

Penjelasan BKKBN alasan sebaiknya menunda kehamilan saat pandemi

Alasan sebaiknya menunda kehamilan juga dijelaskan oleh Kepala BKKBN yaitu seseorang sedang dalam masa hamil muda biasanya akan cenderung mengalami perut terasa mual atau bahkan hingga muntah.

Di luar masa pandemi, apabila muntahnya berlebih kamu bisa langsung melakukan pemeriksaan ke dokter, namun di masa pandemi ini justru harus banyak pertimbangan ketika seorang ibu hamil harus ke rumah sakit karena besar kemungkinan bisa tertular atau terinfeksi COVID-19.

Terakhir, jika kamu tetap memaksakan hamil di masa pandemi ini dan ternyata terinfeksi virus COVID-19, secara otomatis seorang ibu akan menerima sejumlah obat-obatan medis yang harus dikonsumsi.

Padahal, belum diketahui secara jelas apakah obat-obatan tersebut memiliki dampak bagi janin yang ada dalam kandungannya. 

Perlu kamu tahu, pembentukan organ janin atau organogenesis, itu terjadinya pada masa hamil sebulan dua bulan. Dan ketika adanya gangguan di awal-awal kehamilan ini sangat membahayakan proses pembentukan organ.

Atas semua pertimbangan tersebut, pihak BKKBN benar-benar meminta pasangan suami-istri untuk menunda kehamilannya selama masa pandemi COVID-19 ini. 

Pertimbangan ekonomi di masa pandemi COVID-19 juga menjadi alasan sebaiknya menunda kehamilan

Menurut penjelasan BKKBN, kebutuhan terhadap pemenuhan nutrisi ibu hamil dan anak, ketika seribu hari pertama kehidupan menjadi problem yang berat mengingat keadaan ekonomi yang mengalami relaksasi telah berdampak terhadap keluarga-keluarga di Indonesia. 

Perlu kamu tahu bahwa masa seribu hari pertama ini, merupakan kondisi yang sangat terpenting dalam tumbuh kembang anak. Seribu hari diawali ketika sang bayi dalam kandungan hingga ulang tahun kedua. 

Pada seribu hari itu merupakan kesempatan emas untuk membentuk anak yang sehat dan pintar hingga tumbuh dewasa. Seribu hari pertama itu yang harus diperhatikan adalah nutrisi. Janin memiliki sifat plastisitas atau fleksibilitas selama dalam periode perkembangan.

Janin akan menyesuaikan diri dengan apa yang terjadi pada ibunya, termasuk apa yang diasup oleh ibunya selama mengandung. Jika nutrisi kurang, perkembangan sel-sel tubuh bayi akan terhambat. Periode perkembangan ini merupakan masa yang penting.

Baca juga: Jangan Lengah! Ini Tips Menyusui bagi Ibu yang Positif COVID-19

Cara menghadapi perubahan rencana kehamilan selama pandemi COVID-19

Seperti dilansir dari laman Very Well Family, beberapa pasangan akan menyimpulkan bahwa mencoba hamil di masa pandemi COVID-19 adalah pilihan yang tepat bagi mereka.

Tetapi orang lain akan memutuskan untuk menunda hamil, baik karena rekomendasi dokter atau penilaian risiko pribadi mereka sendiri. Jika kamu memilih untuk menunda, wajar apabila dirimu merasa kecewa dan boleh saja merasa demikian.

Namun sebaiknya jangan terlalu larut dalam rasa kekecewaan tersebut, berikut adalah beberapa kebiasaan sehat yang bisa kamu fokuskan ketika menunda kehamilan di masa pandemi COVID-19:

  • Mulailah mengonsumsi vitamin prenatal. Pastikan mengandung asam folat, yang mengurangi kemungkinan bayi lahir dengan cacat tabung saraf.
  • Berusaha menjaga kebiasaan makan yang sehat dan berolahraga.
  • Jika merokok, berusahalah untuk berhenti.

Konsultasi lengkap seputar COVID-19 di Klinik Lawan COVID-19 dengan mitra dokter kami. Yuk, klik link ini untuk download aplikasi Good Doctor!

Reference
  1. Kompas.com (2020) diakses pada 2 Agustus 2021. Dianjurkan Menunda Kehamilan Selama Masa Pandemi, Berikut Penjelasannya…
  2. Bkkbn.go.id (2020) diakses pada 2 Agustus 2021. LINDUNGI KESEHATAN IBU DENGAN TUNDA HAMIL SAAT PAGEBLUK
  3. Verywellfamily.com (2021) diakses pada 2 Agustus 2021. Should You Stop Trying to Get Pregnant Because of COVID-19?
  4. Cdc.gov (2021) diakses pada 2 Agustus 2021. Investigating the Impact of COVID-19 during Pregnancy
  5. Unicef.org (2020) diakses pada 2 Agustus 2021. Pregnant mothers and babies born during COVID-19 pandemic threatened by strained health systems and disruptions in services
    register-docotr