Covid-19

Benarkah Orang yang Terinfeksi COVID-19 Setelah Vaksinasi, Alami Gejala Lebih Ringan?

June 9, 2021 | Arianti Khairina | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Pemberian vaksin hingga saat ini masih terus dilakukan, tentu tujuannya untuk memutus rantai penularan COVID-19.

Namun perlu kamu ketahui bahwa orang yang sudah divaksin tetap bisa terinfeksi COVID-19, hanya saja gejala yang dialaminya akan jauh lebih ringan. Berikut ini penjelasannya. 

Alasan orang yang sudah divaksin masih tetap bisa terserang COVID-19

Melansir penjelasan dari laman CDC, Studi klinis skala besar menemukan bahwa vaksinasi COVID-19 mencegah kebanyakan orang terkena COVID-19.

Penelitian juga memberikan bukti yang berkembang bahwa vaksin mRNA COVID-19 menawarkan perlindungan serupa dalam kondisi dunia nyata.

Meskipun vaksin ini efektif, tidak ada vaksin yang mencegah penyakit 100 persen setiap saat. Dengan efektivitas 90 persen atau lebih tinggi, hanya sebagian kecil orang yang divaksinasi lengkap COVID-19 masih mungkin untuk jatuh sakit. 

Mungkin juga beberapa orang yang divaksinasi lengkap mengalami infeksi, tetapi tidak akan mengalami gejala yang parah atau bisa disebut dengan kondisi infeksi tanpa gejala.

Alasan lain orang yang sudah divaksin mungkin terkena COVID-19

Mungkin saja seseorang dapat terinfeksi sebelum atau setelah vaksinasi dan masih sakit.

Biasanya dibutuhkan sekitar 2 minggu bagi tubuh untuk membangun perlindungan setelah vaksinasi, sehingga seseorang dapat jatuh sakit jika vaksin tidak memiliki cukup waktu untuk memberikan perlindungan.

Benarkah orang yang terinfeksi COVID-19 setelah vaksinasi alami gejala lebih ringan?

Meskipun sebagian kecil dari orang yang sudah divaksinasi lengkap masih bisa terserang penyakit, tetapi secara keseluruhan vaksinasi akan melindungi tubuh dari serangan virus. 

Seperti dilansir dari laman CDC, ada juga beberapa bukti bahwa orang yang terinfeksi COVID-19 setelah mendapatkan vaksinasi akan mengalami gejala lebih ringan. Hal itu berarti vaksin tetap bermanfaat dalam mengurangi tingkat keparahan penyakit.

Risiko keseluruhan seperti alami gejala yang parah hingga kematian di antara orang yang divaksinasi lengkap akan jauh lebih rendah daripada di antara orang-orang dengan faktor risiko serupa namun belum divaksinasi. 

Vaksin untuk melindungi dari serangan virus COVID-19 dan varian baru

Tujan vaksin untuk membantu melindungi dari penularan COVID-19 atau sakit parah akibat virus tersebut, termasuk mengurangi risiko gejala yang parah hingga kematian. Namun, perlu kamu ingat bahwa orang yang sudah divaksin masih mungkin terserang atau menyebarkan COVID-19. 

Oleh sebab itu, sangat disarankan untuk terus melakukan tindakan sehari-hari demi melindungi diri sendiri dan orang lain, seperti memakai masker, menjaga jarak yang tepat dari orang lain, menghindari keramaian dan ruang berventilasi buruk, dan sering mencuci tangan.

Baca juga: Swab Elecsys, Jadi Tes COVID-19 Baru yang Disebut Lebih Akurat!

Protokol kesehatan yang wajib dilakukan 

Menurut CDC, berikut ini protokol kesehatan yang masih wajib dilakukan meskipun sudah mendapatkan vaksin COVID-19: 

Selalu gunakan masker saat berada di tempat umum 

Penggunaan masker ini sangat penting untuk melindungi dari droplets dari orang yang sedang batuk atau bersin. Ingatlah juga bahwa beberapa orang tanpa gejala mungkin juga dapat menyebarkan virus.

Menjaga jarak 

Demi menghindari droplets, tak cukup hanya memakai masker, kamu juga perlu untuk menjaga jarak.

Menjaga jarak yang tepat demi mengurangi rantai penularan COVID-19 yaitu minimal 1 meter dengan orang lain untuk menghindari terkena droplets dari orang yang bicara, batuk, atau bersin. 

Hindari keramaian dan ruangan yang berventilasi buruk

Berada di keramaian seperti di restoran, bar, pusat kebugaran, atau bioskop membuat kamu lebih berisiko lebih tinggi terkena COVID-19. Hindari ruangan yang tidak memberikan udara segar dari luar dengan kata lain memiliki ventilasi dan sirkulasi udara yang buruk. 

Jika di dalam ruangan, bawalah udara segar dengan membuka jendela dan pintu, jika memungkinkan.

Sering mencuci tangan

Sering-seringlah mencuci tangan dengan sabun dan air selama minimal 20 detik terutama setelah kamu berada di tempat umum, atau setelah membuang ingus, batuk, atau bersin. Jika tidak bisa menemukan air bersih, kamu bisa gunakan hand sanitizer

Kurangi mobilitas

Jika tidak ada keperluan mendesak, sangat dianjurkan untuk tidak berpergian keluar rumah. Hal itu justru akan meningkatkan kamu untuk terpapar virus COVID-19.

Konsultasi lengkap seputar COVID-19 di Klinik Lawan COVID-19 dengan mitra dokter kami. Yuk, klik link ini untuk download aplikasi Good Doctor!

Reference
  1. Cdc.gov (2021) diakses pada 8 Juni 2021. What You Should Know About the Possibility of COVID-19 Illness After Vaccination
  2. Cdc.gov (2021) diakses pada 8 Juni 2021. How to Protect Yourself & Others

 

 

    register-docotr