Covid-19

Benarkah Diet Garam Bisa Jaga Imunitas di Tengah Pandemi?

February 2, 2021 | Anisya Fitrianti | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Di samping menerapkan protokol kesehatan, menjaga imunitas tubuh juga penting dilakukan selama masa pandemi COVID-19. World Health Organization (WHO) saat ini telah mengimbau agar masyarakat membatasi jumlah garam yang dikonsumsi setiap harinya. 

Para ahli juga setuju dengan himbauan WHO tersebut. Memperingatkan masyarakat untuk mengurangi konsumsi garam untuk menjaga imunitas tubuh selama pandemi. Konsumsi garam yang tidak terkendali justru bahaya untuk kesehatan. 

Hubungan diet garam dengan kekebalan tubuh

Saat berbicara soal konsumsi garam, kamu enggak bisa hanya memikirkan garam dapur saja. Garam bisa berasal dari makanan olahan atau makanan yang telah diproses tinggi seperti camilan asin, mi instan, keju, daging olahan, roti, hingga produk sereal. 

Ketika seseorang banyak mengonsumsi makanan dengan kandungan garam yang tinggi, tubuhnya rentan mengalami penurunan imun, peningkatan tekanan darah, risiko penyakit jantung hingga stroke. 

Penelitian mengenai penurunan imunitas akibat konsumsi garam ini telah dilakukan oleh University Hospital of Bonn, Jerman. 

“Kami memeriksa relawan yang mengonsumsi enam gram garam sebagai tambahan asupan hariannya,” kata Prof. Dr. Christian Kurts dari Institute of Experimental Immunology di University of Bonn.

“Ini kira-kira jumlah yang terkandung dalam dua makanan cepat saji, yaitu dua burger dan dua porsi kentang goreng,” tambahnya. 

Lewat penelitian tersebut, diketahui bahwa sel kekebalan tubuh tidak bisa mengatasi bakteri yang menyerang tubuh secara maksimal setelah tubuh mengonsumsi makanan tinggi akan garam. 

Garam juga merupakan sumber natrium yang dapat memicu penyakit jantung seperti hipertensi dan stroke. Bahkan WHO memperingatkan kalau peningkatan tekanan darah akibat konsumsi garam bisa terjadi pada semua kelompok usia. 

Di samping itu, kondisi hipertensi, penyakit jantung dan stroke memiliki kaitan erat dengan risiko infeksi COVID-19 di tengah pandemi. Hipertensi, penyakit jantung dan stroke merupakan bagian dari komorbid yang akan memperburuk kondisi tubuh seseorang bila ia terinfeksi COVID-19. 

Baca juga: Bisa Menetap, Ini Gejala Umum yang Dialami Pasien COVID-19 Setelah Sembuh

Asupan garam harus dipantau ekstra

Di tengah pandemi COVID-19 yang masih berjalan, para peneliti menghimbau masyarakat agar memelihara asupan gizinya secara lebih ketat.

Dilansir dari Dailysabah, Dr. Sedat Üstündağ, dekan Fakultas Ilmu Kesehatan di Trakya University mengungkapkan tidak menambahkan garam pada masakan tidak lantas mengurangi asupan garam. 

“Perhatikan juga kandungan garam saat mengonsumsi makanan olahan. Makanan olahan dengan garam tinggi dan kandungan lemak jenuh, serta makanan dengan indeks glikemik tinggi, harus dihindari, ” tegasnya. 

Di samping itu, berdasarkan artikel ilmiah yang diterbitkan dalam Pakistan Journal of Medical Sciences, salah satu cara bertahan hidup di masa pandemi adalah dengan memelihara imunitas tubuh. 

Sehingga diet garam adalah hal yang sangat direkomendasikan karena pola makan yang seimbang akan membangun sistem kekebalan yang kuat. Dengan begitu serangan virus apapun bisa dilawan oleh tubuh. 

Baca juga: Waspada, Begini Cara Penyakit COVID-19 Menginfeksi Paru-paru!

Cara mengurangi konsumsi garam

Mungkin sebagian dari kamu sudah memiliki kebiasaan untuk mengonsumsi garam dalam jumlah yang cukup banyak, sehingga bingung saat harus mengurangi jumlah asupan garam harian. 

Dilansir dari WHO dan National Health Portal, berikut ada beberapa tips untuk mengurangi konsumsi garam di rumah: 

  • Jaga asupan garam kurang dari 5 g per hari (sekitar 1 sendok teh)
  • Gunakan lebih sedikit garam selama memasak dan gunakan garam beryodium
  • Periksa label pada makanan dan pilih produk dengan kandungan natrium lebih rendah
  • Tidak menambahkan garam saat menyajikan makanan
  • Tidak menyediakan garam di meja makan
  • Membatasi konsumsi camilan asin
  • Ganti garam dengan bumbu dan rempah segar atau kering untuk menambah rasa.

Baca juga: Mengenal COVID Tongue: Gejala Baru Infeksi Virus Corona pada Lidah 

Hingga saat ini, tidak ada makanan atau suplemen makanan secara pasti yang dapat mencegah infeksi COVID-19. Tetapi menjaga pola makan dan menerapkan diet garam akan sangat membantu sistem kekebalan tubuh. Sehingga tubuh bisa melawan infeksi virus dengan baik. 

Punya pertanyaan lebih lanjut seputar kesehatan? Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini

Reference
    register-docotr