Covid-19

Benarkah COVID-19 Bisa Ganggu Siklus Haid?

December 18, 2020 | Muhammad Hanif S. | dr. Pitoyo Marbun
no-image

Tak hanya kehidupan sosial, COVID-19 juga bisa menyebabkan banyak perubahan pada kesehatan dan kondisi tubuh, salah satunya adalah pola menstruasi. Baru-baru ini, beberapa penyintas COVID-19 mengaku bahwa siklus haidnya menjadi tidak beraturan.

Lantas, apa hubungan antara COVID-19 dengan siklus menstruasi? Serta, bagaimana cara mengatasinya? Yuk, temukan jawabannya dengan ulasan berikut ini!

Baca juga: Berhubungan saat Haid, Boleh atau Tidak? Ini Penjelasannya!

Sekilas tentang COVID-19

COVID-19 adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi SARS-CoV-2, salah satu jenis dari virus Corona. COVID-19 yang merupakan kependekan dari Coronavirus Disease 2019 merupakan penyakit yang menyerang dan memengaruhi saluran pernapasan, terutama paru-paru.

Penyakit ini sangat menular, karena virus pemicunya bisa menyebar ke udara. Transmisi dari orang ke orang membuat kasus COVID-19 terus meningkat. Pada kasus yang parah, seseorang bisa mengalami berbagai komplikasi serius yang dapat membahayakan nyawa.

Badan Kesehatan Dunia WHO menjelaskan, Corona merupakan virus yang bersifat zoonosis. Artinya, virus tersebut pertama kali berkembang pada hewan sebelum ditularkan ke manusia.

Begitu virus berada di dalam tubuh manusia, SARS-CoV-2 bisa menyebar ke orang lain melalui percikan air liur (droplet) ketika bersin, berbicara, atau batuk.

Kasus COVID-19 dan perubahan siklus menstruasi

Hubungan antara COVID-19 dengan menstruasi diketahui setelah beberapa penyintas mengaku mengalami perubahan pada pola dan siklus haid sesudah terinfeksi SARS-CoV-2.

Salah satunya adalah laporan yang disampaikan oleh The Australian Institute of Sport Female Performance & Health Initiative. Lembaga yang berada di Australia itu menyebutkan seperlima atlet wanitanya mengaku mengalami perubahan siklus menstruasi selama pandemi COVID-19.

Hal yang sama juga disampaikan oleh tim Medical News Today yang telah mencari informasi pada enam orang penyintas COVID-19 tentang bagaimana SARS-CoV-2 memengaruhi siklus menstruasinya.

Bagaimana COVID-19 memengaruhi siklus haid?

Menurut Tara Shirazian, MD, dari NYU Langone Health di New York, faktor psikologis memainkan peran penting dalam keterkaitan COVID-19 dan perubahan siklus menstruasi. Diakui atau tidak, seseorang yang terkena COVID-19 rentan mengalami stres berlebihan dan berkepanjangan.

Saat sedang stres, tubuh akan lebih banyak memproduksi kortisol, yaitu hormon yang muncul ketika seseorang sedang merasa ‘terancam’. Ketika kadar hormon tersebut dilepaskan terlalu banyak, akan terjadi ketidakseimbangan hormon lain di dalam tubuh.

Estrogen dan progesteron yang merupakan hormon penting untuk proses ovulasi juga ikut terdampak. Akibatnya, siklus menstruasi menjadi tidak beraturan. Menstruasi sendiri hanya bisa terjadi ketika estrogen dilepaskan dengan kadar normal dari ovarium atau indung telur.

Jika ada hormon lain yang jumlahnya terlalu banyak, pelepasan estrogen bisa menjadi terganggu.

Dampak lain pada menstruasi

Tak hanya siklus dan polanya, ada beberapa hal yang akan berubah pada menstruasi itu sendiri. Dikutip dari Medical News Today, stres berlebihan bisa membuat darah haid menjadi lebih kental (bahkan terkadang menggumpal) dan berwarna lebih gelap.

Selain itu, kamu mungkin akan merasakan gejala pra-menstruasi (PMS) seperti nyeri dan kram yang lebih berat dari biasanya. Tak perlu khawatir, semuanya akan kembali normal ketika stres berhasil dikendalikan.

Mengutip Everyday Health, perubahan-perubahan pada siklus dan pola haid tak hanya bisa terjadi pada wanita yang terkena COVID-19, tapi juga orang yang sehat.

Sebab, pemicu utama perubahan siklus menstruasi di atas bukanlah virus SARS-CoV-2, tapi stres yang berlebihan. COVID-19 bisa membuat stres banyak orang, termasuk yang belum pernah terinfeksi.  

Baca juga: 6 Warna Darah saat Haid, Cari Tahu Apa Artinya bagi Kesehatan

Apa yang harus dilakukan?

Seperti yang telah dijelaskan, penyebab utama dari perubahan siklus menstruasi selama pandemi COVID-19 bukanlah virusnya, melainkan dampak psikologis yang ditimbulkan. Cara terbaik untuk mengatasinya adalah dengan mengelola stres sebaik-baiknya.

Dikutip dari Healthline, ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk menurunkan bahkan menghilangkan stres, yaitu dengan:

  • Olahraga teratur
  • Tidur yang cukup
  • Mengonsumsi makanan kaya nutrisi
  • Kurangi asupan kafein, terutama dari kopi
  • Memulai aktivitas baru yang bisa mengalihkan perhatian, misalnya menulis
  • Banyak berkomunikasi dengan orang terdekat
  • Mendengarkan musik
  • Latihan pernapasan

Nah, itulah ulasan tentang keterkaitan COVID-19 dan perubahan pada siklus menstruasi. Yuk, kelola stres dengan baik untuk meminimalkan risiko haid yang tidak teratur!

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

  1. World Health Organization (WHO), diakses 17 Desember 2020, Coronavirus disease 2019 (COVID-19) Situation Report – 94.
  2. Medical News Today, diakses 17 Desember 2020, Long COVID and periods: The unspoken impact on female well-being.
  3. Everyday Health, diakses 17 Desember 2020, Does COVID-19 Wreak Havoc With the Menstrual Cycle?
  4. British Journal of Sports Medicine, diakses 17 Desember 2020, Menstrual Cycle Change During COVID-19. Sharing some early results.
  5. Healthline, diakses 17 Desember 2020, 16 Simple Ways to Relieve Stress and Anxiety.

    Berita Terkait
    register-docotr