Covid-19

Awas, Bahaya Melakukan Tes Swab Antigen Sendiri Tanpa Bantuan Tenaga Kesehatan!

January 8, 2021 | Arianti Khairina | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Ketika jumlah kasus COVID-19 mulai meningkat kembali, kini mulai banyak orang berbondong-bondong melakukan swab antigen sendiri tanpa bantuan tenaga kesehatan. Namun, apakah hal tersebut diperbolehkan? Berikut ini penjelasannya. 

Apa itu swab antigen?

Tes rapid antigen dan tes swab antigen adalah jenis yang sama. Dilansir dari laman U.S Food and Drug, perbedaan nama keduanya karena tes rapid antigen ini biasanya memberikan hasil yang mendiagnosis infeksi virus Corona aktif lebih cepat. 

Sedangkan untuk tes swab antigen sendiri dilakukan dengan cara usap untuk mengambil sampel dari sekresi hidung dan tenggorokan. Namun, keduanya tetap dalam jenis yang sama, yaitu diciptakan untuk mendeteksi protein tertentu dari virus yang memunculkan respons kekebalan tubuh.  

Tes swab antigen ini adalah metode yang digunakan untuk mendeteksi keberadaan antigen dalam sampel dari saluran pernapasan.

Apakah swab antigen boleh dilakukan secara mandiri? 

Dilansir dari U.S Food and Drug, Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) AS telah meminta penyedia layanan kesehatan untuk memberikan petunjuk yang jelas kepada pasien yang mengambil sendiri sampel hidung untuk pengujian COVID-19 di pengaturan perawatan kesehatan.

Sama seperti jenis tes COVID-19 lainnya, swab antigen ini sangat tidak disarankan untuk melakukannya secara mandiri apalagi tidak memahami aturan pakai alat yang digunakan.

Usap hidung yang diambil sendiri dapat membuat pengujian menjadi kurang tepat. Tak hanya itu saja, apalagi jika swab antigen ini dilakukan tanpa instruksi yang tepat, pasien mungkin tidak mengumpulkan sampel yang memadai untuk pengujian apakah terpapar virus COVID-19.

Sampel yang tidak dikumpulkan dengan benar mungkin tidak mengandung jumlah virus yang cukup (jika ada) untuk dideteksi.

Kemudian, pengumpulan sampel yang tidak tepat, juga dapat hasil negatif palsu dan menunjukkan bahwa pasien tidak terinfeksi, padahal sebenarnya mereka terinfeksi. 

Hal itulah mengapa penyedia layanan kesehatan memiliki peran penting dalam membantu pasien melakukan pengambilan sendiri secara akurat. 

Risiko melakukan swab antigen sendiri 

Telah dijelaskan sebelumnya bahwa swab antigen sangat tidak disarankan untuk dilakukan sendiri. Selain hasilnya yang tidak akurat, menurut jurnal dari European Respiratory juga bisa menyebabkan beberapa hal berikut ini: 

Risiko alat patah dan tertelan

Melakukan swab antigen tanpa bantuan tenaga medis memang tidak dianjurkan. Pada beberapa kasus, swab antigen ini bisa menimbulkan dampak negatif atau komplikasi pada pasien. 

Perlu kamu ketahui bahwa dampak swab antigen ini bisa terjadi pada mereka yang memiliki struktur hidung yang bengkok atau tidak normal. Hal itu dikarenakan struktur inilah yang membuat rongga hidung menjadi lebih sempit. 

Oleh karena itu, apabila kamu ingin melakukan swab antigen secara mandiri dan tidak memahami struktur tersebut, maka risikonya menyebabkan kesakitan yang luar biasa.

Tak hanya itu saja, seperti dilansir dari laporan jurnal European Respiratory, ada beberapa komplikasi yang mungkin terjadi saat menjalani prosedur swab.

Di dalam jurnal tersebut dijelaskan bahwa terdapat dua pasien yang mengalami masalah ketika menjalani pemeriksaan swab. Ketika dilakukan swab, ujung tangkai yang digunakan untuk melakukan swab patah. 

Baca juga: Jangan Keliru! Pahami Perbedaan Rapid Test dan Swab Test

Hasilnya tidak akurat

Sebelumnya telah dijelaskan pada laman U.S Food and Drug, melakukan swab secara mandiri tanpa mengetahui aturan yang benar malah membuat hasil dari pengujian tidak akurat. 

Di samping itu, risiko pendarahan bisa terjadi apabila tangkai swab mengenai pembuluh darah. Kamu perlu berhati-hati, karena dalam beberapa kasus pendarahan ini bisa menyumbat jalan napas dan berakibat fatal.

Menurut studi European Respiratory, efek samping atau komplikasi dari pemeriksaan swab jarang terjadi.

Walaupun begitu, komplikasi dari swab antigen tak boleh dianggap remeh lho. Tak hanya bisa berakibat fatal, tetapi hasilnya pun bisa tidak akurat. Oleh sebab itu, sebaiknya jangan melakukan swab antigen tanpa bantuan tenaga medis. 

Konsultasi lengkap seputar COVID-19 di Klinik Lawan COVID-19 dengan mitra dokter kami. Yuk, klik link ini untuk download aplikasi Good Doctor!

Reference
  1. Fda.gov (2020) diakses pada 7 Januari 2021. Coronavirus Disease 2019 Testing Basics
  2. Erj.ersjournals.com (2020) diakses pada 7 Januari 2021. Complications of nasal and pharyngeal swabs – a relevant challenge of the COVID-19 pandemic? 
    register-docotr