Covid-19

Apakah Aman Menggunakan Hand Sanitizer untuk Bayi dan Balita?

June 25, 2021 | Arianti Khairina | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Mencuci tangan dengan air mengalir atau pun hand sanitizer adalah cara paling efektif untuk mencegah penyebaran virus corona. Namun, apakah kamu tahu bahwa penggunaan hand sanitizer dalam keadaan darurat bukan pilihan yang aman untuk anak kecil? Simak penjelasannya, yuk! 

Mengapa bayi, balita dan anak-anak tidak boleh menggunakan hand sanitizer?

Selain memakai masker dan menjaga jarak, hand sanitizer bisa menjadi alat penting untuk membantu melindungi diri sendiri dan orang lain dari COVID-19 serta penyakit lainnya. Namun, itu tidak dianggap aman untuk anak kecil.

Hal itu karena anak kecil bisa saja keracunan alkohol yang terkandung dalam hand sanitizer. Terutama jika mereka meminumnya saat sedang bermain tanpa pengawasan seperti yang dilansir dari laman What to Expect.

Bayi dan balita, mungkin akan lebih sulit untuk memastikan hand sanitizer sudah benar-benar kering atau belum. Sangat berbahaya jika tangan mereka masuk ke dalam mulut dan justru menimbulkan keracunan pada tubuh. 

Beberapa jenis hand sanitizer yang dijual untuk bayi dan balita, umumnya tidak mengandung alkohol. Oleh sebab itu, justru kurang efektif melawan bakteri serta virus tertentu, termasuk SARS-CoV-2.

Anak-anak di atas usia 24 bulan dapat menggunakan pembersih tangan, akan tetapi tetap harus di bawah pengawasan ketat.

Tak hanya itu saja, beberapa anak di atas 5 tahun mungkin masih ada yang memerlukan pengawasan tergantung pada kebutuhan perkembangan, intelektual, dan medis mereka.

Baca juga: Manakah yang Lebih Tepat: Cuci Tangan Pakai Sabun atau Hand Sanitizer?

Bagaimana cara agar tangan bayi tetap bersih saat bepergian?

Sejauh ini pilihan yang aman tetap menggunakan sabun dan air bagi anak kecil. Untuk mencuci tangan bayi dengan benar, ikuti petunjuk berikut dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC)

  • Basahi tangan anak dengan air bersih menggunakan air mengalir baik itu hangat atau dingin, matikan keran, dan oleskan sabun.
  • Lapisi tangannya dengan menggosokkan sabun. Busakan punggung tangannya, di antara jari-jarinya dan di bawah kukunya. 
  • Gosok tangannya setidaknya selama 20 detik.
  • Bilas tangan anak dengan baik di bawah air bersih yang mengalir.
  • Keringkan tangannya menggunakan handuk bersih atau keringkan dengan udara.

Jika Anda tidak memiliki akses ke kamar mandi, untuk mendapatkan air bersih kamu dapat menggunakan air dari botol untuk membilas atau handuk kertas basah untuk mengeringkan.

Kamu juga dapat membawa lembaran sabun, yang merupakan lembaran sabun portabel seperti kertas yang larut dalam air. 

Apakah hand sanitizer buatan sendiri lebih aman digunakan?

Resep pembersih tangan buatan sendiri, sebenarnya banyak tersedia di internet. Namun, pilihan ini tetap bukan yang terbaik untuk keluarga apalagi anak-anak.

Apabila hand sanitizer dibuat secara tidak benar, pembersih tangan mungkin sama sekali tidak berfungsi. Risiko fatal lainnya, ada juga laporan luka bakar kulit akibat pembersih tangan buatan sendiri.

Apa pembersih tangan terbaik untuk orang dewasa dan anak-anak? 

Orang dewasa dan anak-anak yang lebih besar harus memilih pembersih tangan berbasis alkohol yang mengandung setidaknya 60 persen alkohol. Umumnya seringkali tercantum pada label sebagai etanol, etil alkohol, isopropanol, atau 2-propanol.

Kandungan alkohol sebesar 60 persen tersebut akan berhasil jika menyangkut virus corona dan juga akan membantu melindungi dari flu serta kuman lain yang berkeliaran di lingkungan.

Pastikan untuk membaca daftar bahan aktif dengan cermat. Beberapa pembersih tangan berbasis non-alkohol mengandung senyawa antibiotik yang disebut triclosan atau triclocarban, tetapi bahan ini dapat menyebabkan resistensi antibiotik. 

Terakhir, jika kamu memiliki anak kecil di rumah, sangat disarankan agar menghindari membeli hand sanitizer yang berwarna cerah, beraroma, atau memiliki kemasan yang menarik. Faktor-faktor tersebut bisa menggoda anak-anak untuk mengambil atau memainkannya. 

Hal berbahaya jika anak sampai memainkannya, karena orangtua tidak bisa selalu mengawasi apakah tangan mereka masuk ke dalam mulut atau tidak. Jika kandungan-kandungan alkohol yang terdapat pada hand sanitizer masuk ke dalam mulut, bisa menimbulkan keracunan pada anak.

Konsultasi lengkap seputar COVID-19 di Klinik Lawan COVID-19 dengan mitra dokter kami. Yuk, klik link ini untuk download aplikasi Good Doctor!

Reference
  1. Whattoexpect.com (2021) diakses pada 24 Juni 2021. Why Can’t Babies and Toddlers Use Hand Sanitizer?
  2. Webmd.com (2021) diakses pada 24 Juni 2021.Hand Sanitizer Is Harming Kids’ Eye
  3. Cdc.gov (2020) diakses pada 24 Juni 2021. When and How to Wash Your Hands
  4. Ealthychildren.org (2021) diakses pada 24 Juni 2021. Hand Sanitizers: Keep Children Safe from Poisoning Risk

 

    register-docotr