Covid-19

6 Fakta Pengobatan COVID-19 dari Regeneron yang Diklaim Turunkan Risiko Kematian

June 18, 2021 | Dewi Nurfitriyana | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Baru-baru ini perusahaan obat Amerika Serikat, Regeneron, menciptakan sebuah pengobatan terbaru untuk pasien COVID-19.

Ini merupakan obat campuran antibodi yang bahkan telah terbukti menurunkan risiko kematian pada pasien COVID-19 yang sakit parah.

Baca juga: 3 Alasan Lansia Tidak Diprioritaskan Mendapat Vaksin COVID-19

Fakta-fakta pengobatan Regeneron untuk COVID-19

Diklaim dapat menurunkan risiko kematian akibat COVID-19, apa saja hal-hal yang perlu kamu pahami lebih lanjut? Berikut ulasannya:

1. Keberhasilan Regeneron menciptakan pengobatan terbaru COVID-19

Dilansir Clinical Trial Sarena, pada April lalu Regeneron mengumumkan keberhasilannya dalam menciptakan obat COVID-19.

Dinamakan REGEN-COV, ini merupakan obat berbasis antibodi monoklonal dosis tunggal, yang terbukti efektif mencegah infeksi COVID-19 dan menghentikan perkembangan penyakit pada pasien tanpa gejala.

Bekerja sama dengan Roche, Regeneron kemudian berupaya meningkatkan pasokan global REGEN-COV, dengan produksi yang diharapkan setidaknya 2 juta dosis pengobatan per tahun, dimulai pada tahun 2021.

Regeneron bertanggung jawab untuk pengembangan dan distribusi pengobatan di Amerika Serikat, sementara Roche bertanggung jawab untuk pengembangan dan distribusi di luar Amerika Serikat.

2. Data uji klinis REGEN-COV

Dari data uji klinis yang berlangsung, REGEN-COV diteliti sebagai obat COVID-19 pada beberapa populasi pasien di antaranya:

Pasien yang tidak dirawat di rumah sakit

Efek REGEN-COV dinilai berdasarkan pengurangan muatan virus, dan kunjungan medis pada pasien berisiko tinggi yang tidak dirawat di rumah sakit.

Pasien rawat inap

Bertujuan mengevaluasi fungsi REGEN-COV berdasarkan kemampuannya dalam mengurangi insiden kematian pada pasien rawat inap dengan oksigen aliran rendah.

Pencegahan penyakit simtomatik

Bertujuan menilai kemampuan REGEN-COV untuk mengurangi risiko dan beban infeksi COVID-19 di antara kontak rumah tangga dari individu yang terinfeksi corona.

3. Kriteria pasien yang mendapat REGEN-COV

REGEN-COV adalah obat untuk mengobati gejala ringan hingga sedang COVID-19, pada orang dewasa dan remaja yang tidak dirawat di rumah sakit. Kriteria lainnya yang diajukan adalah pasien harus berusia 12 tahun ke atas, dengan berat setidaknya 40 kg.

Selain itu terdapat kriteria lainnya yakni berisiko tinggi untuk mengembangkan gejala COVID-19 yang parah atau kebutuhan untuk rawat inap, meliputi:

  1. Usia yang lebih tua (misalnya, usia 65 tahun)
  2. Obesitas atau kelebihan berat badan
  3. Kehamilan
  4. Penyakit ginjal kronis
  5. Diabetes
  6. Penyakit imunosupresif atau pengobatan imunosupresif
  7. Penyakit kardiovaskular (termasuk penyakit jantung bawaan) atau hipertensi
  8. Penyakit paru-paru kronis
  9. Penyakit sel sabit
  10. Gangguan perkembangan saraf (misalnya, cerebral palsy)
  11. Memiliki ketergantungan teknologi terkait medis, misalnya trakeostomi, gastrostomi, atau ventilasi tekanan positif (tidak terkait dengan COVID-19)
  12. Kondisi atau faktor medis lain (misalnya, ras atau etnis) juga dapat menempatkan masing-masing pasien pada risiko tinggi untuk berkembang menjadi COVID-19 yang parah.

Sebagai catatan, otorisasi REGEN-COV berdasarkan EUA tidak terbatas pada kondisi atau faktor medis yang tercantum di atas.

4. Hasil uji klinis REGEN-COV

Dari hasil uji coba yang telah dilakukan, kemanjuran obat ditunjukkan dengan cepat setelah injeksi, dengan pengurangan risiko gejala COVID-19 sebesar 72 persen pada pekan pertama.

Sementara penurunan pada pekan-pekan berikutnya juga jauh lebih besar, yakni sebesar 93 persen.

5. Peringatan dan pencegahan

Jika terdapat gejala reaksi hipersensitivitas maupun anafilaksis yang signifikan, segera hentikan pemberian dan mulai pengobatan yang tepat dan/atau terapi suportif.

Reaksi hipersensitivitas yang terjadi lebih dari 24 jam setelah infus juga telah dilaporkan dengan penggunaan REGEN-COV di bawah EUA. Tanda dan gejala reaksi terkait infus mungkin termasuk:

  1. Demam
  2. Kesulitan bernapas
  3. Penurunan saturasi oksigen
  4. Kedinginan
  5. Mual
  6. Aritmia (misalnya, fibrilasi atrium, takikardia, bradikardia)
  7. Nyeri dada
  8. Sakit kepala
  9. Bronkospasme
  10. Hipotensi
  11. Hipertensi
  12. Iritasi tenggorokan
  13. Ruam
  14. Pusing
  15. Kelelahan

Pertimbangkan untuk memperlambat atau menghentikan infus dan memberikan obat yang tepat dan/atau perawatan suportif jika terjadi reaksi terkait infus.

6. Informasi lain yang penting untuk diketahui

Obat REGEN-COV tersedia dalam bentuk vial tunggal berisi dua antibodi (casirivimab dan imdevimab) yang diformulasi dalam rasio 1:1. Dosis yang diizinkan adalah 600 mg casirivimab dengan 600 mg imdevimab yang diberikan bersama-sama sebagai infus intravena.

Pemberian obat dilakukan sesegera mungkin setelah tes virus positif untuk SARS-CoV-2 dan dalam waktu 10 hari sejak timbulnya gejala.

Konsultasi lengkap seputar COVID-19 di Klinik Lawan COVID-19 dengan mitra dokter kami. Yuk, klik link ini untuk download aplikasi Good Doctor!

Reference

Clinical Trials Arena diakses pada 17 Juni 2021

FDA diakses pada 17 Juni 2021

Regeneron diakses pada 17 Juni 2021

Regencov diakses pada 17 Juni 2021

Regencov diakses pada 17 Juni 2021

    register-docotr